Pasar Klandasan

20130807-133753.jpg

Siapa senang ke pasar tradisional? Saya, sayaa (tunjuk tangan :D). Mungkin karena dari kecil sering dibawa Ibu belanja ke pasar tradisional, akhirnya sampai sekarang saya senang ke pasar tradisional. Apalagi karena saya senang memotret, maka selain untuk berbelanja keperluan dapur, saya juga sekalian motret di pasar. Banyak objek dan aktivitas menarik yang bisa diabadikan di pasar tradisional.

Kalau di kampung halaman saya di Medan sana ada Pasar Simpang Limun, nah di Balikpapan tercinta ini, kami punya Pasar Klandasan. Pasar ini terletak di Jl. Jenderal Sudirman. Bagian belakangnya menghadap Selat Makassar. Misalnya Anda ingin istirahat sejenak dari kegiatan belanja, keluarlah dari dalam pasar menuju bagian belakang. Jika beruntung (baca: langit sedang bagus), Anda akan disuguhi pemandangan seperti berikut ini:

20130807-133449.jpg

Atau seperti ini (nelayan sedang mencoba menangkap ikan):

20130807-144744.jpg

Atau mungkin seperti ini (kapal pengangkut batu bara melintasi selat Makassar):

20130807-144718.jpg

Menghibur mata, hati dan pikiran, bukan? 🙂 Puas dengan pemandangan tadi, sekarang kita lanjut menelusuri pasar.

***

Kalau masuk dari pintu utama di depan, kita akan mendapati ini:

20130807-134353.jpg

Penjual bunga segar:

20130807-134335.jpg

Pada bulan puasa dan menjelang lebaran seperti sekarang, biasanya semakin ramai dipadati pengunjung:

20130807-134409.jpg

Ada yang membuka lapak penukaran uang baru:

20130807-133619.jpg

Kadang ada juga yang menjual panci di pinggir jalan, di depan pintu masuk:

berbagai panci

Makin ke dalam, kita akan menemukan penjual sayuran, bumbu, ikan asin, dan kawan-kawan:

sayuran

jeruk nipis petai dan kawan kawan

ikan asin 2

Di sebelah kiri (kalau masuk dari depan), kita akan bertemu dengan penjual berbagai makanan siap santap:

berbagai makanan

Kemudian bertemu dengan kios peralatan dapur/rumah tangga:

loyang kue

peralatan rumah tangga

Jalan terus, kita akan keluar pasar dan menemukan penjual buah:

buah-buahan

Di dalam pasar juga ada yang berjualan buah, khususnya pisang:

penjual pisang

Di sekitar penjual pisang ini ada pula yang berjualan telur:

penjual telur

Kios atau los ikan/udang berada di bagian belakang pasar:

20130807-133513.jpg

tempat penjualan ikan

Di seberang kios ikan (keluar dari pasar), kita akan menemukan kios penjual kelapa:

20130807-133737.jpg

Mau yang muda atau yang tua? 😀 Untuk masak rendang, bagusnya kelapa yang tua 😉

20130807-133707.jpg

Jalan sedikit lagi ke belakang dari tempat jualan kelapa, terdapat kios/los penjual ayam kampung dan bebek. Kalau menjelang lebaran begini, harga ayam kampung naik drastis. Kemarin saya sempat bertanya harga seekor ayam kampung muda kaki kuning, kepada salah satu langganan saya. Beliau menyebut harga Rp 120.000! Makjang! Kalau hari biasa, harganya sekitar Rp 60.000-Rp 75.000/ekor. Kalau di tempatmu berapa kawans? (Saya pilih ayam kampung berkaki kuning karena biasanya dagingnya manis).

Bagaimanapun, ayam-ayam itu pasti habis terjual. Soale tak ada pilihan. Beli atau mati. Eh, beli atau tidak lebaran sama sekali :D. Saya pun ngacir nggak jadi beli. Dompet sudah menipis, tinggal ongkos untuk pulang :D. Besok ke tetangga sebelah saja kalau mau makan opor ayam kampung hahahaa :D.

20130807-134152.jpg

20130807-134212.jpg

Di luar, di seberang penjual kelapa, ada penjual nenas dan pepaya:

20130807-133859.jpg

Dulunya ada Pasar Blauran di dekat Pasar Klandasan ini. Biasanya digunakan untuk berdagang non makanan seperti pakaian, tas, sepatu, bingkai foto, dll. Tapi pasar tersebut sudah habis dilalap si jago merah tahun 2012 silam. Penyebabnya saya kurang tahu. Sebagian kios yang dulunya terdapat di pasar Blauran ini akhirnya direlokasi ke seberangnya (seperti foto dibawah). Sebagian badan jalan digunakan untuk memarkir mobil dan motor. Akibatnya, jalan untuk dilalui kendaraan dan pejalan kaki menjadi semakin sempit.

jalan

Di antara Pasar Klandasan dan Pasar Blauran dipenuhi dengan kios penjual emas dan henpon serta tetek bengeknya:

toko perhiasan

servis hp pilih mana

Capek jalan sana-sini keliling pasar, perut pasti keroncongan dong :D. Mari cicipi Coto Makassar yang tempatnya berada tak jauh dari ex-Pasar Blauran. Ada satu warung coto yang bernama H. Kasim. Coto Makassar disini menurut saya rasanya juara se-Balikpapan sodara-sodaraaa. Pilihannya ada yang daging dan campur (bersama jeroan kalau saya tak salah). Kalau saya suka yang daging dong ;). Sebelum harga bahan bakar minyak (bbm) naik, seporsi Coto dibanderol Rp 18.000.

coto makassar

Bebas mau makan berapa bungkus ketupat. Yang penting perut kuat, harga tetap Rp 18.000/porsi :D.

ketupat

Rasanya… Enak banget.. Santannya ringan, gurih. Apalagi kalau angin laut pas berhembus sepoi-sepoi di siang bolong, alamak, bisa habis 5 ketupat tuh hahahha :D. (Warung Coto H.Kasim ini berada di pinggir pantai).

coto makassar 2

***

Well, sekian dulu tentang Pasar Klandasan. Kapan-kapan akan saya posting mengenai pasar yang lain di Balikpapan ;). Dan untuk kawan-kawan yang merayakan Idul Fitri, saya ucapkan:

20130807-132921.jpg

Enjoy!

Advertisements

Kualanamu Int’l Airport at A Glance

Tanggal 25 Juli 2013 yang lalu, Bandara Kualanamu resmi menggantikan Bandara Polonia yang telah beroperasi sekitar 80 tahun di Sumatra Utara (Sumut). Kebetulan, hari ini Sabtu (27 Juli 2013) kepulangan saya ke Balikpapan (Kalimantan Timur), setelah beberapa hari ‘mendadak mudik’ ke Sumut.

Berhubung saya belum tahu seluk beluk di bandara yang baru ini, saya sengaja pergi pagi-pagi supaya tidak kena macet, tidak terlambat dan tentunya bisa foto-foto dong untuk dokumentasi.

Menurut pengamatan saya, untuk mencapai Kualanamu Int’l Airport (KNIA), calon penumpang bisa menggunakan kereta api dari stasiun kereta api besar atau regional Medan yang terletak di Kesawan (Lapangan Merdeka), dengan membayar ongkos sebesar Rp 80.000. Bisa juga menggunakan Damri bandara yang berangkat tiap 30 menit dari terminal bis Amplas (ongkos Rp 10.000) dan Carrefour Gatot Subroto (ongkos Rp 15.000).

Kalau tidak mau naik kereta maupun Damri, calon penumpang bisa menggunakan mobil pribadi atau merental mobil atau naik taksi. Saya sendiri merental mobil karena barang bawaan saya banyak :D.

Well, demikianlah sekilas tentang KNIA. Dibawah ini beberapa foto yang berhasil saya abadikan dari KNIA. Enjoy and happy weekend dear friends!

Oya, grand opening KNIA rencananya September 2013.

 

20130727-130126.jpg

20130727-130635.jpg

20130727-130855.jpg

20130727-130958.jpg

20130727-131524.jpg

 

 

 

 

Happy B… Happy What?

Gallery

This gallery contains 3 photos.

Di sela-sela kesibukan mereka sebagai karyawan di pabrik selai buah sekaligus bintang film laris Despicable Me, Dave dan Stuart rupanya ada proyek lain.. Dave: Hei hei, ayolah kita bikin foto untuk meramaikan giveaway di blognya Mbak Fascha itu.. Stuart: Ya … Continue reading

Singapore Getaway: Chinese Garden and Goodbye

Gallery

This gallery contains 27 photos.

Hari terakhir petualangan kami disini ditutup dengan mutar-mutar ke Chinese Garden dan sekitaran Suntec City. Kami naik MRT green line atau east west line menuju Chinese Garden. Tidak dipungut ongkos masuk ke taman ini. Namun saat kemarin kami kesana, taman … Continue reading

Singapore Getaway: Orchard, I’m Coming

Gallery

This gallery contains 20 photos.

Asap sudah berkurang pada hari kedua kami di Singapura. Apalagi siang harinya hujan turun lumayan deras, membuat atmosfir sejuk. Kali ini kami melanjutkan petualangan ke Orchard Road. Konon, belum sah katanya ke Singapura kalau belum ke Orchard ini :D. Jangan … Continue reading

Singapore Getaway: Haze, I’m Coming

Gallery

This gallery contains 15 photos.

Photos are taken by iphone. Enjoy and happy holiday dear friends! Pada liburan kemana? Kemana destinasi favoritmu? 🙂  

Balikpapan Jazz Fiesta 2013

Rupanya kebersamaan saya dan suami telah mampu membuat saya menyukai aliran musik jazz :D. Kalau aslinya, saya ini penyuka musik beraliran rock, pop, dance, instrumental saksofon dan piano, serta dangdut tentunya (ini nggak boleh ketinggalan dong) :D.

Gara-gara suami, kuping dan jiwa saya sukses terkontaminasi oleh aliran musik klasik, jazz, blues, camry, vios, fiesta…. eh ini mah merk mobil ding hihihii :D.

Maka ketika saya mendengar kabar bahwa akan ada Balikpapan Jazz Fiesta (BJF) 31 Mei-1 Juni 2013 di Pantai Kemala, saya pun langsung berapi-api ingin melihat langsung pertunjukannya. Sudah gratis, ada Gugun Blues Shelter (GBS) pula sebagai salah satu pengisi acaranya! Gimana nggak makin heboh saja saya pengen menontonnya :D.

Oya, karena sudah saya singgung mengenai GBS, maka saya ceritakan sedikit awal perkenalan saya dengan mereka ya. Jadi gini kawans, pada suatu hari di tahun 2011, saya tak sengaja melihat 8/11 show di MetroTV. Biasanya kan 8/11 show punya band pengisi acara tuh. Nah, di hari yang berbahagia itu (halahh isitilahnya :D), GBS lah yang menjadi band pengisi acaranya. Saat itu mereka membawa lagu Set My Soul On Fire.

Gayung pun bersambut, my soul truly on fire that moment. Woohoo :D. Beat-nya yang menghentak-hentak membuat saya bersemangat :). Kemudian karena penasaran, saya pun mencari tahu tentang GBS ini. Pikir saya kala itu, “Koq bisa ya, band sebagus ini kurang diekspos, tapi band yang acakadut diekspos habis-habisan?”. Mungkin karena pasar blues di tanah air kita tercinta ini belum begitu bagus, ya?

Well, kawans, kalau Anda penasaran dengan GBS ini, beli albumnya dong :D. Kalau bukan kita yang beli, siapa lagi? Mesti ada yang beli dong supaya band mereka bisa bertahan. Ya, toh? 😉

Kembali ke BJF…

Berikut ini catatan singkat dan beberapa foto (masih setia dengan iphone :D) dari acara BJF hari kedua kemaren. Saya nggak bisa datang di hari pertama (pembukaan) karena ada urusan. Enjoy and happy Sunday dear friends!

  • Tiba di TKP sekitar jam 5 sore, om Gugun kaptennya GBS lagi check sound. Awalnya saya nggak ngeh, ehh ternyata beneran itu om Gugun. Nggak jadi foto-foto deh sama beliau huahahha kesian deh :D.

20130602-135045.jpg

  • Sambil nunggu, baca warta jazz dulu supaya pinter 😀

20130602-135213.jpg

  • Rully and Friends: band pertama yang manggung malam itu.

20130602-135257.jpg

  • Judulnya juga di pantai, pastinya ada pasir dong :D.

20130602-135001.jpg

  • Bisa lihat kapal tanker yang lewat pula! Anda lihat, tidak? 😀

20130602-135121.jpg

  • Selain bisa melihat tanker, bisa melihat pesawat yang berseliweran juga :D. Sambil nonton jazz, saya iseng menghitung jumlah pesawat yang hilir mudik. Dari jam lima sore hingga hampir jam sebelas malam, totalnya ada 19 kali pemirsaa! Rame juga yaa hihihii :D.

20130602-135136.jpg

  • Suara ombak yang menghempas pantai ditambah lilin yang ditaruh pada meja penonton, menambah suasana malam semakin romantis.. woohoo 😀
  • Second Rise Band: penampil ke dua.
  • Biasanya, kalau menonton pertunjukan musik langsung seperti semalam, kepala dan tubuh saya pasti ikut bergoyang menikmati lagu-lagu yang dibawakan. Namun semalam, banyak juga penonton yang malah sibuk melototin hape atau diam saja mematung melotot ke panggung tanpa badannya bergoyang sedikit pun :D. Ah, mungkin beda orang beda pula cara menikmati musik ya hihihi :D. Atau mungkin penontonnya pada jaim atau malu-malu :D. Kalau bahasa orang Medan: Nggak sor kali pun. Hahahahaaaaa…
  • WPP Band dari Samarinda: penampil ketiga. Menurut saya, semalam band lokal kami ini keren banget permainannya. Bass-nya mantap pisan mengelus kuping dan jiwa saya :D. Sayang, band ini belum menelurkan album rekaman. Padahal saya penasaran abis pengen dengar permainan musik mereka :D. Kalau mau dengar contoh lagunya silahkan klik disini.

20130602-135859.jpg

  • RSKD Band: para dokter Rumah Sakit dr Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) ber-jazz ria :D.

20130602-135621.jpg

  • YK Band dari Samarinda. Momen paling keren dari band ini adalah ketika mereka membawakan lagu “Leleng” yang ada sentuhan khas Kalimantan-nya :). Bahkan sang gitaris khusus memakai hiasan di kepala khas Kalimantan (dari burung enggang) ketika membawakan lagu ini :D. Kelihatan, kan? 🙂

20130602-135512.jpg

  • Di tengah pertunjukan, seorang pria dan seorang temannya menyamperin meja saya. Mereka minta izin untuk duduk semeja dengan saya (tempat saya lumayan strategis soale hihihi :D). Ya monggo wae. Dan setelah bertanya-tanya, dua pria ini rupanya berasal dari Medan! Salah satunya orang Batak macam saya. Alamaak! Begitu luasnya dan banyaknya manusia Balikpapan ini, koq bisa pula kami anak Medan berkumpul di satu meja! Hahaha :D.
  • Sekitar jam sembilan malam, mata saya sudah mulai berat alias ngantuk. Tapi GBS belum muncul-muncul. Biasalah, bintang utamanya disimpan untuk tampil paling terakhir :D. Donny Suhendra Project pun muncul di panggung. Kemudian mereka berkolaboasi dengan Benny Likumahuwa dan Rio Sidik.

20130602-135701.jpg

  • Saya belum pernah dengar dan tahu yang namanya Rio Sidik hingga semalam. Semalam beliau masuk bersama alunan terompetnya dari tengah-tengah penonton. Uhuuuy, keren banget nggak tuh? Dan ternyata selain megang terompet, beliau bisa nyanyi juga sodara-sodaraa! Suaranya keren banget makjang! Beliau membawakan lagu Georgia on My Mind semalam. Penasaran kan sama om Rio Sidik? Cari aja di youtube.com ya :).
  • Malam cerah bertabur bintang sambil mendengar om Donny dan kawan-kawan saling sahut menyahut masing-masing dengan instrumennya di panggung, membuat saya bertanya, “Sebenarnya mereka ini ada latihannya nggak, sih? Atau cuma asal main saja? Koq bisa keren banget gitu ya?” :D. Lalu saya jawab sendiri, “Ya pasti latihanlah. Justru karena banyak latihan makanya mereka bisa jadi maestro.” 🙂
  • Sekitar setengah sebelas malam, barulah trio GBS muncul di panggung.

20130602-135722.jpg

  • Setelah mendengar tiga lagu dari GBS, saya pun pamit pulang kepada dua teman baru saya. Mata dan tubuh saya udah nggak bisa diajak kompromi lagi. Udah pengen tepar. Lagipula saya tidak mau pulang berdesak-desakan nantinya. Maka akhirnya saya putuskan untuk pulang. Pokoke saya udah berhasil nonton jazz pantai yang keren dan melihat GBS manggung langsung :). Mereka memang keren pemirsaa :D. Dan semua band pengisi lainnya keren-keren! Salut kepada tim panitia yang sudah berhasil mengadakan BJF ini. Serta salut juga kepada para penonton yang beradab dan tertib :). Mudah-mudahan tahun depan diadakan lagi. Salam dan sukses terus jazz Indonesia!

 

Kawans, suka musik jenis apa? Siapa musisi favorit Anda?