Simon Anak Yona

Ketika kita menyangkal mengenal Tuhan, atau bahkan menyangkal keberadaan-Nya, ada kesedihan luar biasa yang muncul setelah kita akhirnya menyadari bahwa tindakan tersebut sangat keliru.

Seperti yang terjadi pada Simon Petrus, salah satu rasul Yesus. Petrus adalah salah satu dari empat rasul pertama yang dipilih Yesus ketika Yesus memulai pekerjaanNya di Galilea.

Waktu itu Yesus sedang berjalan di pantai Danau Galilea, sedang bersiap untuk mengajar orang banyak, memberitakan firman Tuhan.

Lalu Yesus naik ke salah satu perahu nelayan, yaitu perahu Simon Petrus, dan menyuruh Petrus mendorong perahunya itu sedikit jauh dari pantai. Yesus duduk di dalam perahu itu dan mengajar orang banyak yang berdesak-desakan.

Setelah selesai mengajar, Yesus berkata pada Petrus, “Berdayunglah ke tempat yang dalam, dan tebarkan jalamu untuk menangkap ikan.”

Petrus langsung protes dan mengatakan bahwa semalaman mereka telah bekerja keras dan tidak menangkap apa pun. Tapi meski protes, ia tetap melakukan apa yang diminta Yesus. 🙂 Luar biasa ya. 🙂 Mungkin waktu itu Petrus mikir, “Ya gak papalah, wong cuma nebarin jala doang apa susahnya.” 🙂

Ternyata… setelah Petrus dan kawan-kawan nelayannya menebarkan jala, mereka mendapat begitu banyak ikan sampai jala mereka mulai robek. Sebab itu mereka minta tolong kepada kawan-kawan mereka di perahu yang lain. Kawan-kawan mereka itu datang lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu penuh dengan ikan sampai perahu-perahu itu hampir tenggelam. 🙂

Waktu Simon Petrus melihat itu, ia sujud di hadapan Yesus, lalu berkata, “Tinggalkan saya, Tuhan! Sebab saya orang berdosa!”

Mungkin alasan Petrus ngomong kek gitu karna dia merasa tidak layak mendapat mukjizat yang luar biasa. 🙂

Petrus dan semua orang yang bersama dia heran melihat banyaknya ikan yang mereka tangkap. Begitu juga dengan teman-teman Petrus, yaitu Yakobus dan Yohanes.

Setelahnya, Simon Petrus beserta Andreas, yaitu adiknya, dan kedua orang temannya tadi menarik perahu mereka ke pantai, kemudian meninggalkan semuanya, lalu mengikuti Yesus.

Simon Petrus mengikuti Yesus kemana pun Yesus pergi melayani dan mengajar. Ia menyaksikan berbagai hal yang Yesus lakukan. Mulai dari mukjizat mengubah air menjadi anggur, bagaimana Yesus menyembuhkan orang yang kemasukan roh jahat, kemudian menyaksikan Musa dan Elia berbicara dengan Yesus, hingga melihat bagaimana Yesus membangkitkan Lazarus, dan masih banyak lagi hal lainnya yang ia alami bersama Yesus.

Pada malam sebelum Yesus disalib, Yesus menubuatkan bahwa seluruh pengikut-Nya termasuk Petrus, akan lari pada saat IA ditangkap. Khusus kepada Simon Petrus, Yesus berkata, “Simon, Simon, dengarkan! Iblis sudah diberi izin untuk menguji kalian; seperti gandum dipisahkan dari kulit sehingga yang baik dipisahkan dari yang buruk. Tetapi Aku sudah berdoa untuk engkau, Simon, supaya imanmu jangan luntur. Dan kalau engkau sudah kembali kepada-Ku, engkau harus menguatkan saudara-saudaramu.”

Namun, Petrus berkata kepada Yesus, “Biar semua yang lainnya meninggalkan Bapak, saya sekali-kali tidak!” Petrus bahkan berkata bahwa ia bersedia masuk penjara dan mati bersama-Nya.

Namun lagi-lagi Yesus berkata, “Percayalah, Petrus, sebelum ayam berkokok hari ini, engkau tiga kali mengingkari Aku,”

Kemudian Yesus ditangkap dan dibawa ke rumah Imam Agung Kayafas. Semua pengikut-Nya lari meninggalkan Yesus. Nubuat Yesus tentang pengikut-pengikut-Nya tadi menjadi kenyataan. Namun Petrus mengikuti dari jauh. Ia ingin tahu bagaimana semuanya itu berakhir nanti.

Di tengah-tengah halaman rumah Imam Agung, api unggun sudah dinyalakan, dan Petrus pergi duduk bersama dengan orang-orang yang duduk di sekelilingnya. Di sana, ada sebanyak tiga kali orang-orang mengenali dia sebagai pengikut Yesus. Namun, sebanyak tiga kali pula ia menyangkal mengenali Yesus.

Pada penyangkalan yang ketiga, ketika ia masih berbicara, saat itu juga ayam berkokok. Dan Petrus pun teringat bahwa Yesus sudah berkata kepadanya, “Sebelum ayam berkokok hari ini, engkau tiga kali mengingkari Aku.”

Lalu Petrus keluar dari situ dan menangis dengan sedih. 😦

Itulah Petrus. Seseorang yang reaktif dan responsif, yang berkomitmen penuh tidak akan meninggalkan Sang Guru, namun di saat terpenting dan tergenting, yaitu di saat-saat terakhir sebelum Yesus meninggal disalib, Petrus malah gagal.

Ia meninggalkan kesetiaannya, menolak mengakui Yesus yang dikenalnya dengan baik, bahkan mengingkari ucapannya sendiri. Integritasnya benar-benar hancur.

Mungkin itulah sebabnya setelah Yesus meninggal, Petrus kembali kepada profesi lamanya menjadi seorang nelayan, karena ia frustrasi, merasa takut, tidak berguna, dan merasa dirinya sebagai orang yang gagal.

Kadang mungkin kita juga mengalami seperti yang dialami Petrus. Setelah kita memutuskan untuk ikut Yesus, hidup bukannya bertambah mudah melainkan semakin banyak tantangan. Kehidupan seakan berjalan tidak seperti yang kita mau; harapan-harapan kandas; kita menjadi frustrasi dan tergoda untuk kembali ke masa lalu yang suram dan tak berbuah baik; suatu kehidupan yang penuh kesia-siaan belaka.

Lantas apakah kisah Petrus berakhir di situ? Tentunya tidak sodara-sodara. 🙂 Petrus tidak seperti Yudas (rasul Yesus yang mengkhianati Yesus), yang karena sedih dan menyesal memilih mengakhiri hidupnya sendiri.

Yesus telah menubuatkan bahwa iman Petrus tidak luntur, dan Yesus tidak membiarkan Petrus tenggelam dalam kesedihan dan keputusasaannya.

Setelah Yesus bangkit, IA menampakkan diri berulang kali kepada pengikut-pengikut-Nya agar mereka benar-benar percaya bahwa Yesus adalah Raja Penyelamat. Dan kepada Petrus, Yesus khusus datang dan berbicara empat mata dan mengajukan pertanyaan yang sama sebanyak tiga kali, “Apakah engkau mengasihi Aku?”

Yesus tidak mengajukan pertanyaan rumit, tetapi sebuah pertanyaan yang mengetuk hati terdalam, yang menuntut sebuah kejujuran. Sebuah pertanyaan yang dipakai untuk memulihkan Petrus kembali.

Yang menarik adalah, Yesus memanggilnya dengan nama ‘Simon anak Yona’. Itu adalah nama yang dipakainya sebelum bertemu dengan Tuhan Yesus. Nah, Yesus mengajak Petrus melihat kembali pada hatinya yang paling dalam apakah ia sungguh mengasihi diri-Nya.

Saat diajak melihat ke dasar hati yang paling dalam, Petrus pasti menyadari bahwa dalam banyak hal, ia sebenarnya tidak mengasihi Yesus. 😦

Sampai akhirnya pada pertanyaan ketiga, Petrus menjawab dengan hati yang sedih, “Tuhan, Tuhan tahu segala-galanya. Tuhan tahu saya mencintai Tuhan!” Kemudian Yesus memintanya untuk menggembalakan domba-domba-Nya. Dengan kata lain, Yesus memintanya untuk memberitakan firman-Nya ke seluruh dunia.

Di kemudian hari, Yesus memang memakai hidup Petrus dengan luar biasa untuk meletakkan dasar Gereja. Petruslah yang pertama kali memberitakan firman pada hari Pentakosta (yaitu hari turunnya Roh Kudus); Petrus juga hadir sewaktu orang Samaria menerima Roh Kudus untuk pertama kalinya; dan Petrus jugalah orang pertama yang membawa berita tentang Yesus kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi.

Jadi, coba bayangkan jika Tuhan Yesus, Penguasa alam semesta ini, Penguasa kehidupan, Pencipta kita, datang kepada kita dan bertanya, “Apakah engkau mengasihi Aku?” Mari kita lihat ke dalam hati, apakah selama ini kita sungguh mengasihi Yesus dengan segenap jiwa raga? Atau lebih banyak kita mengasihi diri kita sendiri? 😦

Mengasihi Yesus berarti menuruti dan menjalankan semua perintah Yesus.

Seperti Petrus, setiap kita pernah gagal, namun Tuhan tetap menanti pertobatan kita, dan selalu ingin memulihkan hubungan kita dengan-Nya. Jadi, jawablah pertanyaan tadi dengan jujur, dan mari berkomitmen untuk mengasihi Yesus dengan segenap hati kita. 🙂

 

***

 

 

 

 

 

 

bacalah: Matius, Markus, Lukas, Yohanes, Yohanes 21:15-19, Kisah Para Rasul 2:14-47, Kisah Para Rasul 8:14-17, Kisah Para Rasul 10:1-48.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s