Mama & Yusuf

Ibu saya dari dulu sangat rajin pergi koor di gereja, ibadah sektor dari gereja, ibadah dari marga (orang Batak biasanya ada perkumpulan marga), ke pesta, jenguk orang sakit, dlst. Waktu kecil saya sering protes karena beliau sangat sering melakukan kegiatan-kegiatan tadi, bahkan sampai malam hari.

“Apa sih untungnya kalo mama pergi? Lagian mama kan udah capek kerja seharian. Istirahat ajalah di rumah ma…” Begitulah yang sering saya ucapkan tiap kali mama mau pergi keluar rumah.

Ibu saya itu tipe orang yang selalu sibuk, tak pernah bengong. Seharian pasti ada saja yang dikerjakan. Beliau seperti pribadi yang digambarkan dalam Yesaya 40:31:

“Tetapi orang yang mengandalkan Tuhan, akan mendapat kekuatan baru. Mereka seperti burung rajawali yang terbang tinggi dengan kekuatan sayapnya. Mereka berlari dan tidak menjadi lelah, mereka berjalan dan tidak menjadi lesu.”

Sekarang, baru saya sadari bahwa ternyata supaya jiwa kita tetap sehat, ia butuh disuplai hal-hal seperti yang dilakukan ibu saya tadi. Dan ternyata ada hiburan tersendiri ketika kita bertemu dan berkumpul dengan kawan-kawan kita.

“Hendaklah kita tetap berkumpul bersama-sama, dan janganlah lalai seperti orang lain. Kita justru harus lebih setia saling menguatkan. Sebab kita tahu bahwa tidak lama lagi Tuhan akan datang. (Ibrani 10:25).

Yusuf anak Yakub, adalah seseorang yang juga mengandalkan Tuhan. Jalan hidupnya berliku-liku dan jauh dari kemulusan jalan tol bebas hambatan. Pada usia 17 tahun ia dibuang dan dijual abang-abangnya ke pedagang Ismael. Kemudian ketika tinggal dirumah orang, ia difitnah, lantas dipenjara.

Di penjara, ia bertemu juru minuman istana dan menolongnya mengartikan mimpi sang juru minuman. Yusuf minta tolong kepada sang juru minuman apabila ia bebas nanti, agar menyampaikan kasusnya kepada raja bahwasanya ia tak bersalah dan agar ia dibebaskan dari penjara. Tetapi setelah bebas, orang yang ditolongnya tadi, lupa.

Bertahun-tahun Yusuf menunggu di penjara. Meski jauh dari kehangatan keluarga, Alkitab mencatat bahwa Tuhan selalu menyertai Yusuf dan membuat segala pekerjaannya berhasil.

Setelah 13 tahun menanti, Yusuf akhirnya bekerja sebagai gubernur seluruh Mesir. Dan setelah 20 tahun, Yusuf akhirnya berjumpa kembali dengan ayah yang sangat dicintainya.

Bacalah Kejadian 37-50 untuk mengetahui kisah hidup Yusuf selengkapnya.

**

Sewaktu membaca kisah hidup Yusuf, saya bertanya-tanya. Kenapa Yusuf sama sekali tak tebersit keinginan untuk pulang ke rumahnya, atau melarikan diri dari penjara dan kembali ke negeri asalnya, dlst. Saya menemukan jawabannya. Itu karena Yusuf adalah orang yang taat (yaitu mampu menerima kenyataan dan keadaan) dan takut kepada Tuhan. Sehingga karena ia hanya mengandalkan Tuhan, pikirannya lurus tak melenceng ke kiri dan ke kanan, dan ia hanya berpikir bahwa Tuhanlah yang telah membawanya ke Mesir.

Hal ini nampak dari jawaban yang diberikan Yusuf kepada abang-abangnya sewaktu abang-abangnya takut kalau-kalau setelah Yakub, ayah mereka, meninggal, Yusuf akan membalas kejahatan yang pernah mereka lakukan kepadanya di waktu muda.

“Jangan takut, sebab saya tidak bisa bertindak sebagai Allah. Kalian telah bermufakat untuk berbuat jahat kepada saya, tetapi Allah mengubah kejahatan itu menjadi kebaikan, supaya dengan yang terjadi dahulu itu, banyak orang yang hidup sekarang dapat diselamatkan.” (Kejadian 50:19)

Saya yakin, sepanjang hari dan sepanjang hidupnya, Yusuf selalu berdoa kepada Tuhan. Berdoa sepanjang hari maksudnya adalah bercakap-cakap dengan Tuhan dalam setiap kegiatan, setiap masalah, setiap pemikiran, terus menerus berkesinambungan.

Walau hidupnya sulit, tak ada satu pun catatan di Alkitab yang mengatakan bahwa Yusuf putus asa. Meski begitu, dua anaknya yang lahir di Mesir ia beri nama Manasye dan Efraim, yang secara tidak langsung menyiratkan bahwa hidupnya sukar dan penuh penderitaan.

Kata Yusuf, “Allah telah membuat saya lupa kepada segala penderitaan saya dan kepada seluruh kaum keluarga ayah saya.” Karena itu dinamakannya anaknya yang pertama “Manasye”. Dia berkata pula, “Allah telah memberikan anak-anak kepada saya dalam masa kesukaran saya.” Lalu dinamakannya anaknya yang kedua “Efraim”. (Kejadian 41:51-52)

 

 

Adakah orang yang kalian kenal yang sangat mengandalkan Tuhan dalam hidupnya?

 

 

 

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Mama & Yusuf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s