Catatan 17 Agustus

Beberapa tahun belakangan aku menjadi sangat sombong dan hanya mengandalkan pikiranku. Tidak ada kerendahan hati, aku merasa lebih baik dari orang-orang lain. Kawan-kawan serta komunitas tempatku bernaung yang bergerak tak sesuai dengan harapan maupun kemauanku, kutinggalkan. Aku memisahkan diri dari mereka, dan itulah awal kehancuranku.

Aku lupa, bahwasanya orang yang memisahkan diri dari orang lain berarti hanya memperhatikan diri sendiri saja, dan membantah setiap pendapat orang lain. (Amsal 18:1)

Aku lupa menjadikan Tuhan sebagai penguasa setiap aspek kehidupanku. Tanpa kusadari, aku menjadi jahat dan sesat, serta membangun kuil pemujaan bagi diriku, alih-alih bagi Tuhan.

Aku lupa, sebagai garam dan terang Kristus, justru tugasku seharusnya merangkul orang-orang yang membuatku kesal.

Aku lupa bahwasanya aku pun manusia yang penuh kekurangan di sana-sini, dan juga pernah mengecewakan mereka.

Tapi semua itu sudah berlalu dan aku menyesal telah meninggalkan kawan-kawan yang pernah mengisi hari-hariku. Dan sekarang, Tuhan beriku kesempatan bertobat dan hidup sesuai standarNya, peraturanNya.

Melalui beberapa kejadian yang belakangan terjadi kepadaku, Kristus menarik perhatianku agar fokusku kembali kepadaNya. Ia mau jiwaku dan jiwamu selamat, karena Ia telah mengampuni kita satu kali untuk selamanya. Sebagai tanda kita telah diselamatkan, kita mesti hidup sesuai standarNya dan peraturanNya.

Kita hidup dua kali. Satu kali di dunia, satu kali lagi sesudah tubuh jasmani kita mati, jiwa kita hidup selamanya. Pertanyaan pentingnya, ke mana jiwa kita pergi? Tuhan itu adil. Ia menyelidiki hati dan menguji batin manusia. Setiap orang akan Ia balas menurut tingkah lakunya, dan Ia perlakukan sesuai dengan perbuatannya. (Yeremia 17:10)

Namun Tuhan lebih suka mengampuni dan menerima pertobatan kita daripada menghukum kita. Ia Allah yang penyayang dan pengasih, panjang sabar, lemah lembut, dan selalu siap untuk mengubah rencana penghukuman. Kisah Yunus menceritakan bagaimana Tuhan melalui Yunus memperingatkan penduduk di Niniwe untuk bertobat dan meninggalkan kejahatan mereka. Mereka menyesal dan akhirnya Tuhan tak jadi menghukum mereka.

Dalam kisah Sodom dan Gomora, Abraham dengan gigih tawar-menawar dengan Tuhan agar mengampuni kota itu bila saja di sana ada sepuluh orang yang tak bersalah. Tapi ternyata tak ada dan kota itu pun hancurlah.

Mari perhatikan cara hidup kita dan ubah kelakuan. Berjuanglah untuk mematikan keinginan-keinginan dunia yang merongrong diri seperti percabulan, hal-hal tidak senonoh, hawa nafsu, ilmu guna-guna, cemburu, iri hati, pesta pora, mabuk-mabukan, dan keserakahan (karena keserakahan adalah serupa dengan menyembah berhala). Berhentilah melakukan hal-hal jahat seperti: marah, mengamuk, benci terhadap orang lain; berhentilah mengeluarkan caci maki atau perkataan yang kotor, serta berhentilah berbohong.

Apa yang kita perlukan beritahukan selalu kepada Allah dengan mengucap terima kasih. Isilah pikiran kita dengan hal-hal yang patut dipuji, yang benar, terhormat, adil, murni, manis, dan baik. Hendaklah kita masing-masing dengan rendah hati menganggap orang lain lebih baik dari diri sendiri. Hendaklah berhati-hati pada falsafah-falsafah tak berguna dan hanya menyesatkan. Falsafah-falsafah itu bukan dari Kristus melainkan dari pendapat manusia saja dan dari roh-roh penguasa dunia.

Tunjukkanlah belas kasihan, rendah hati, lemah lembut, dan tabah. Ampunilah satu sama lain karena Tuhan telah mengampuni kita. Hargai dan hormati sesama. Bersosialisasi, ramah, sopan santun, dan peduli. Dan yang paling penting saling mengasihi.

Hubungan kita dengan sesama adalah refleksi hubungan kita dengan Tuhan. Jika kita mampu mengasihi Tuhan yang tak kelihatan, maka kita pasti mampu mengasihi sesama yang terlihat oleh mata. Namun apabila kita tak mampu mengasihi manusia yang kelihatan oleh mata, kita tak mungkin mampu mencintai Tuhan yang tidak terlihat oleh mata.

 

 

 

 

Advertisements

3 thoughts on “Catatan 17 Agustus”

  1. Saya juga meninggalkan kawan kawan dunia maya begitu lama dengan tidak mengunjungi blog mereka. Sekarang saya mulai lagi menyapa kawan kawan maya. Semoga terbaik buat kita semua.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s