Ingat Kamu

Ada yang masih ingat sewaktu masih cinta-cintanya sama pujaan hati? ๐Ÿ™‚ Mau makan ingat dia, mau tidur ingat dia, mau ngapa-ngapain pokoknya ingat dia. ๐Ÿ˜€ Bahkan lagi bosan dan sedih pun ingat si dia. ๐Ÿ˜€ Kayak kata lagu -agak lawas- nya Duo Maia yang Ingat Kamu. ๐Ÿ™‚

Trus kalo dapet sms darinya berasa pengen jejeritan dan senyum-senyum sendiri. ๐Ÿ˜€ Padahal isi smsnya cuma…

โ€œUdah makan siang?โ€

atau

โ€œSelamat malam… belom tidur?โ€

#Yaelah #NanyanyaStandarAmatSihMas #HarapMaklumJamanItuBelomKenalAmaGombalanDilan ๐Ÿ˜€

Tapi meskipun isinya standar, itu sms dibaca bolak-balik sampe henponnya bosen liatin kita. ๐Ÿ˜€

Apalagi kalo si dia ngasih tau lagu favoritnya ke kita, udahlah, seharian lagu itu melulu yang didengerin dan teksnya sampe hapal luar kepala. ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Pendek kata, kita pengen setiap saat bisa konek dengan dia, dan tiap saat selalu ingat dia. ๐Ÿ™‚

Tapi yang namanya emosi, ia bisa luntur jika kita enggak pernah lagi bacain pesan darinya, enggak pernah bales smsnya, enggak pernah dengerin lagunya lagi, dan enggak pernah berusaha untuk berkomunikasi lagi dengan dia.

Seseorang yang mulanya begitu mencintai Tuhan dengan sepenuh hati, jiwa, akal budi dan kekuatannya, lambat laun imannya bisa terkikis akibat didera kekecewaan demi kekecewaan. Apalagi jika ia berpaling kepada ajaran-ajaran kebijaksanaan dunia yang terdengar manis di telinga:

โ€œJika sesuatu harus terjadi, itu terserah kepadaku.โ€

Atau,

โ€œNasibku berada di tanganku sendiri.โ€

Keadaan jiwanya yang semakin kosong karena iman telah menipis akibat menjauh dari Tuhan, diperparah dengan ketiadaan keluarga maupun orang terdekat yang dianggap sebagai benteng terakhir entah untuk sekadar menyemangati, maupun mendengar berbagai cerita dan keluh kesahnya.

โ€œMau curhat dianggap cemen dan cengeng…โ€ katanya.

Pikiran untuk mengakhiri hidup pun sempat terlintas karena ia merasa hidupnya tak lagi berharga dan hanya menjadi beban bagi orang sekitar. Namun ia segera sadar bahwa hal tersebut salah dan Tuhan tidak berkenan.

Dengan puing-puing keyakinan mendasar kepada kasih Tuhan, satu waktu ia mendengar seseorang bertanya,

โ€œJika kita naik ke surga, siapa yang akan kita lihat di sana? Yesus? Bapa? Atau Roh Kudus?โ€

Yesus. Ujarnya dalam diam.

Orang tersebut melanjutkan mengutip satu ayat dari Surat Ibrani pasal satu ayat tiga:

โ€œDialah yang memancarkan keagungan Allah yang gilang-gemilang; Dialah gambar yang nyata dari diri Allah sendiri. Dialah juga yang memelihara keutuhan alam semesta ini dengan sabdaNya yang sangat berkuasa…โ€

Ia juga melanjutkan membacakan ayat lima belas hingga delapan belas, dari Surat Kolose pasal satu.

โ€œKristus adalah gambar yang nyata dari diri Allah yang tidak kelihatan; Kristus adalah anak yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan. Sebab melalui Dialah Allah menciptakan segala sesuatu di surga dan di atas bumi, segala sesuatu yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, termasuk juga segala roh yang berkuasa dan yang memerintah. Seluruh alam ini diciptakan melalui Kristus dan untuk Kristus. Sebelum segala sesuatu ada, Kristus sudah terlebih dahulu ada. Dan karena Dialah juga maka segala sesuatu berada pada tempatnya masing-masing.โ€

Beberapa kali membaca dan mengucapkan ayat-ayat tersebut, secara perlahan, orang yang nyaris kehilangan jiwanya tersebut mulai kembali percaya dan cinta kepada Tuhan. Ia tahu Tuhan telah memberinya kesempatan lagi.

Ia juga menyebutkan beberapa hal yang dilakukan untuk berjuang bangkit dari depresinya:

  • Ingat Tuhan. Mungkin terdengar klise, tapi Tuhan memang lebih besar dari apapun masalah kita. Bawa masalah kita ke Tuhan. Obat-obatan maupun alkohol mungkin mampu membuat tenang sesaat, tapi setelahnya, jiwa kembali kosong. Namun jika kita membawa masalah kita ke Tuhan, masalah mungkin masih ada, namun Tuhan menguatkan kita.
  • Ingatlah ayat-ayat alkitab sepanjang waktu. Dengan memusatkan perhatian pada kuasa Tuhan, itu akan menguatkan kita.
  • Menaikkan pujian bagi Tuhan, khususnya ketika kita lemah dan tak berdaya.
  • Pilihlah Tuhan, karena kita tak bisa melayani dua ‘tuan’ pada saat bersamaan.
  • Berhenti hidup semau gue.
  • Aktif di komunitas, entah itu gereja maupun komunitas yang memuja-muji Tuhan dan yang mendekatkan kita kepada Tuhan.
  • Rutin menulis di jurnal mengenai apapun yang dirasakan atau yang dialami.
  • Sekali lagi, ingat kepada Tuhan karena Ia adalah Tuhan yang hidup, dan Ia ingin agar kita bersatu denganNya, karena Dialah pencipta dan pemelihara kita.
  • Latih diri untuk melakukan semua hal di atas dengan disiplin setiap harinya.

Dan bagi kita yang saat ini kemungkinan menghadapi kawan maupun keluarga yang depresi, ketahuilah bahwa depresi bisa menjadi penyakit yang nyata dan menghancurkan, dan ada penyebab fisik dan psikologis yang membutuhkan perawatan medis yang bijaksana dan profesional, sama seperti penyakit-penyakit lainnya.

Jadi apabila kita memiliki kawan yang secara medis didiagnosa menderita depresi, kita tidak seharusnya datang dengan memberikan salam yang gembira, dan memberitahu mereka untuk ‘tetap bersemangat, lupakan kesedihanmu, dan bersukacitalah dalam Tuhan’.

Sikap semacam ini mungkin sangat tidak sensitif, dan sesungguhnya bisa menambah penderitaan mereka. Karena ‘bersukacita dalam Tuhan’ adalah hal yang sangat ingin mereka lakukan, namun mereka tidak mampu melakukannya.

Kehilangan sukacita dalam hidup adalah salah satu gejala terburuk dari depresi. Dan mendapatkan sukacita itu kembali bukanlah semata-mata masalah ‘berusaha lebih keras’. Depresi adalah sebuah penyakit, bukan kegagalan atau kelemahan.

Just be there for them, dan biarkan mereka tahu bahwa kalian ada untuk mereka dan kalian peduli kepada mereka.

 

 

 

 

 

 

– “depresi bisa menjadi penyakit yang…… bukan kegagalan atau kelemahan..” dikutip dari buku Becoming Like Jesus hlm. 58ย 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s