Sabun Cuci….

Kapan terakhir kali sabun cuci bisa membuatmu tertawa bahagia sampe ngakak enggak jelas? Setahun lalu? Sebulan? Kalau saya, hari Senin lalu, dalam perayaan paskah.

Mungkin karena udah terlalu sering dihadiahi payung cantik, piring cantik, gelas cantik, kipas cantik, panci cantik, kotak makan cantik dan lain sebagainya yang cantik-cantik, saya cuma tersenyum sambil lalu mendengar anak-anak yang ikut dalam perayaan paskah ini berceloteh bahwa hadiah-hadiah yang akan dibawa pulang para peserta yang ikut dalam permainan adalah susu, mentega, sabun cuci piring dan sabun cuci kain. Apalagi setelah permainan pertama yang lumayan bikin keringat, yakni mengejar kain di atas pasir di bawah terik matahari di tepi birunya laut, usai, dan kami para peserta dihadiahi cemilan kerupuk, saya pun semakin yakin kalau anak-anak tadi memang cuma bergurau.

Sehabis makan siang dengan menu masakan Padang yang berat, saya memilih absen pada permainan kedua akibat kekenyangan serta keletihan, dan rehat di bawah pohon nyiur sambil ngemil kerupuk. Kekenyangan tapi masih bisa ngemil kerupuk. Kamu pernah kek gini? XD

Sewaktu rehat ini, saya tak sengaja menangkap gerakan anak-anak membagikan bungkusan sabun cuci kain kepada para peserta dari tim yang menang pada permainan kedua.

This can’t be serious. Saya membatin.

Namun, setelah memastikan bahwasanya benar hadiahnya adalah sabun cuci kain, sabun cuci piring, mentega dan susu, kekenyangan dan keletihan saya langsung menguap, berganti dengan semangat untuk bertarung, eh, maksud saya bermain, yang muncul entah dari mana.

Bring it on! Saya membatin lagi.

Saya juga bingung kenapa koq rasanya bahagia sekali mengetahui bahwa hadiahnya adalah pernak-pernik yang begitu dekat dengan kebutuhan hidup sehari-hari. Maka selama lebih kurang satu setengah jam berikutnya, saya bersama tim kami mendedikasikan diri dengan segenap hati, jiwa dan raga demi memperebutkan sabun cuci dan kawan-kawan. XD

Penampilan tim kami cemerlang pada permainan memasukkan karet gelang secara estafet dengan sedotan. Disusul dengan permainan tebak kata, mengumpulkan benda lebih dari 20 buah, tarik tambang, dan permainan menulis “Yesus Bangkit” yang menurut saya paling menarik dan paling menantang dari semua permainan, di mana beberapa benang diikatkan pada satu alat tulis berupa spidol, kemudian masing-masing ujung benang dipegang oleh peserta tim. Bayangkan gimana hebohnya menulis “Yesus Bangkit” pada kertas di bawahnya.

Yang paling kerepotan menurut saya adalah kepala suku alias ketua tim. Bagaimana cara dia mengajak teman sepermainan, yang di masing-masing tangan menggenggam seutas benang yang juga memegang kendali atas si spidol. XD XD Saking susahnya, tangan saya gatal untuk bermain curang meletakkan si benang serta meraih spidol dan menuliskan “Yesus Bangkit” seperti diinstruksikan pembawa acara. XD XD XD

Pada akhirnya, “Yesus Bangkit” berhasil kami tulis dengan susah payah dan tim kami meraih juara pertama, serta membawa pulang sabun cuci kain, sabun cuci piring, serta…. susu, bukan mentega. Tak mengapa. Tak ada mentega, susu pun jadi. Sama-sama menyehatkan dan bermanfaat. XD XD XD

Sungguh, rasanya belum pernah saya sebahagia kemarin sewaktu menerima sabun cuci dan susu sampai ngakak enggak jelas, bahkan hingga sekarang saat menuliskannya di blog ini untuk kalian pembaca setia. Ternyata bahagia itu memang sederhana adanya. 🙂

 

 

 

 

featured image: tokopedia.com
Advertisements

3 thoughts on “Sabun Cuci….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s