Gula Darah 

“Permisi mbak, boleh duduk di sini?” Pria dengan wajah penuh kerutan di sana-sini itu bertanya kepadaku selagi mulutku belepotan tahu goreng.

“Silakan, pak. Saya juga numpang koq di sini.”

Ia kemudian duduk di hadapanku. Begitulah kalau kau duduk di kantin mungil yang hanya berisi tiga meja dengan dua kursi pada tiap mejanya. Kau harus rela berbagi.

Meja di bagian tengah sebetulnya kosong, tapi aku lebih menyukai meja yang sedang kutempati ini karena letaknya persis menyebelah dengan tanaman hijau menyegarkan mata. Dan kupikir, mungkin itu juga sebabnya pria yang kini duduk semeja denganku itu memilih tempat ini.

“Tinggal di mana?” Ia bertanya lagi.

“Di Tanjung Morawa.”

“Tanjung Morawa? Tanjung Morawa sebelah mana?”

“Dekat mesjid….. ”

“Oooo…. dekat mesjid…. Saya pernah bekerja cukup lama di Tanjung Morawa, mbak… Tujuh tahun… makanya tadi saya tanya sebelah mana…. ”

Begitulah manusia. Kalau ada satu benang merah yang menghubungkan mereka, kau langsung merasa klik.

“Siapa yang sakit?”

“Sodara saya….”

“Kalau bapak? Siapa yang sakit?”

“Saya sendiri… sakit gula…”

“Gula..? Wah……… berarti mesti selalu jaga gula darah dong pak?”

“Iya….. Ini tadi pas saya negur sampeyan nanya tempat duduk, semuanya gelap. Sampeyan cuma samar-samar aja kelihatan. Setelah saya makan dan minum, barulah terlihat jelas….”

Oke. Berarti tadi dia enggak bisa lihat tanaman hijau itu…

“Saya juga awalnya enggak percaya bisa kena sakit gula… Saya enggak ada keturunan sakit gula, makanan juga nggak pernah mewah. Lha gimana mau mewah wong saya orang kecil, mbak… Cuma jadi buruh yang disuruh ngerjain ini-itu. Kemana-mana cuma naik motor roda dua bukannya naik mobil… Eh, tiba-tiba dibilang sakit gula…..

Ketahuannya beberapa bulan yang lalu pas jari saya luka dan nggak sembuh-sembuh. Akhirnya dipotong… Ternyata yang bikin sakit gula karena saya sering minum es teh manis sehabis makan…”

Aku menoleh ke arah minumanku. Air mineral. Di sebelahnya, donat bersalut gula halus dalam piring mungil tampak menggodaku agar segera menghabiskannya.

Tapi sayang, donatnya agak hambar. Dan kini, setelah mendengar celotehan pria di hadapanku ini, rasanya semakin hambar.

“Sekarang, sekali sebulan saya harus kontrol ke rumah sakit.”

“Jadi bapak sekarang lagi kontrol?”

“Iya…”

“Orangtua teman saya ada yang berhasil menurunkan gula darah cuma dengan minum air rendaman okra setiap pagi…”

“Okra? Gimana caranya?”

“Ambil okra mentah dua atau tiga buah. Buang ujung dan pangkal, lalu iris iris setebal kurang dari 1 cm. Masukkan irisan okra ke dalam gelas, tuangi segelas air minum suhu ruangan, tutup. Biarkan semalaman.
Besok pagi bangun, minum airnya sebelum makan atau sebelum minum apa pun. Yang berkhasiat adalah lendirnya.

Nah, nanti di irisan okranya masih ada lendir, maka tuang air lagi dan dalam dua jam lendirnya sudah keluar lagi dalam gelas. Minum lagi.”

“Pakai biji rambutan juga bisa pak… Caranya, kalau bapak punya biji rambutan yang banyak, jemur di bawah matahari sampai kering. Lama mengeringkannya bisa sehari atau dua hari. Kemudian biji utuh disangrai, yakni digoreng tanpa minyak. Setelah disangrai, biji ditumbuk atau diblender sampai menjadi bubuk, lalu diayak supaya halus. Masukkan dalam toples kering.

Setiap hari, minum dua sendok teh bubuk biji rambutan yang diseduh setengah gelas air panas. Kalau diabetesnya parah, sehari minum tiga kali. Kalau sedang, cukup sehari sekali.”

“Wahh…. ini bermanfaat sekali resepnya, mbak…. nanti saya coba praktekin di rumah…

“Monggo, pak. Tapi ini resep dari teman saya, ya pak. Saya sendiri belum pernah nyoba. Dan harus diingat, selain dengan minuman tadi, bapak juga harus aktif bergerak, olahraga dan jaga makanan.”

Advertisements

9 thoughts on “Gula Darah 

  1. Saifannur says:

    Diabetes itu bukan cuma penyakit orang kaya, banyak orang yang salah paham. Cukup banyak orang miskin yang kena gula karena pola makan yang tidak sehat dan malas olahraga. 😊

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s