Bukan Dukun

Bawa kendaraan di jalanan itu kadang sama kayak membawa diri dalam hubungan. Entah itu hubungan dalam pernikahan, pertemanan, persilatan, dlsb.

Kadang ada yang bikin lampu sign ke kiri, namun dalam prakteknya malah berbelok ke kanan. Atau malah ada yang sama sekali enggak ngasih lampu sign, karena berasumsi pengendara di belakangnya sudah tahu bahwa ia hendak berbelok ke kanan atau ke kiri.

Memangnya dukun?

Ini sering saya jumpai pada pengendara perempuan. Tapi bukan berarti semua pengendara perempuan seperti ini lho ya. Pengendara cowok juga pernah.

Maka jika kamu melakukan hal di atas, beberapa kemungkinan yang bakal terjadi adalah:

  1. Pengendara di belakangmu mengumpat.
  2. Kalian berujung di meja pengadilan.
  3. Worst case, kalian berdua mati dalam tabrakan.

Sama kayak hubungan, kan? Kalau kamu berasumsi pacar/pasangan/teman bisa memahami kamu, atau bisa membaca pikiran kamu ketika kamu diam seribu bahasa nggak ada angin nggak ada hujan, kamu salah besar.

Kecuali pacarmu Deddy Corbuzier, atau siapa itu mentalis yang berasal dari Amerika (yang mengklaim dirinya bisa membaca pikiran orang lain), jangan harap pacar/teman/pasangan bisa membaca pikiranmu.

Karena lampu adalah salah satu alat komunikasi utama ketika berkendara, maka kalau mau belok kiri, pasanglah lampu kiri. Kalau mau ke kanan, pasanglah lampu kanan. Kalau lagi galau, emosi tinggi dan lain sebagainya, hentikan berkendara.

Well, kalau alasannya untuk memberi kejutan buat pasangan, ya tolong jangan bikin kejutan di jalan raya sewaktu kendaraan berseliweran. Bisa jadi malah kamu diberi alat kejut beneran di rumah sakit akibat kecelakaan dan jantungmu berhenti berdetak.

Dan kalau udah bosan sama pacar, ngasitaunya jangan pakai lampu sign. Memangnya pacar kamu mobil? Beritahukan secara lisan atau tertulis bahwa kamu pengen putus atau butuh space…

Jangan pernah berasumsi kalau pengendara lain bisa membaca pikiranmu dengan memasang lampu ke kiri, tapi maksud sebenarnya mau ke kanan. Asumsi kita bisa mencelakakan orang lain dan diri kita sendiri.

Asumsi adalah anggapan, dugaan, pikiran yang dianggap benar untuk sementara, sebelum ada kepastian.

Sebisa mungkin, get things confirmed. By data, by asking, or do research. Kecuali ada layar yang bisa memunculkan isi kepalamu, selama kamu nggak bilang apa pun, yang bisa memahami maksud serta tujuan dari tindak-tandukmu, atau keinginanmu, cuma kamu seorang.

Kalau enggak yakin atau penasaran, tanya aja. Biarin dibilangin kepo. Daripada enggak bisa tidur tujuh hari tujuh malam. Pilih mana?

Tapi ngepoinnya yang keren dikit dong. Yang bermanfaat untuk hajat hidup orang banyak, misalnya. Atau ya kalo ngepoin yang bermanfaat untuk hajat hidup orang banyak terlalu luas, ya ngepoin hal-hal yang memperkaya hubungan kalianlah. Apa manfaatnya coba ngepoin anaknya om Mario Teguh, atau pacar terbaru Taylor Swift?

Meski begitu, entah di mana pernah saya baca, sebenernya enggak ada kepo yang enggak bermanfaat. Dalam kasus ngepoin pacar-pacar Tayswift tadi misalnya, bisa menjadi salah satu bahan kajian untuk skripsi atau tesis atau barangkali disertasi kamu dengan topik: memetakan gunung es di balik seringnya gonta-ganti pasangan. 🙄🙄🙄🙄

 

 

 

Advertisements

9 thoughts on “Bukan Dukun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s