Tax Amnesty

Dalam sesi tanya-jawab seminar tax amnesty kemarin dulu, seseorang yang mengaku mahasiswa mengajukan beberapa pertanyaan mengenai makro ekonomi yang bernada kritis dan pesimis, kepada salah satu narasumber yang berasal dari pemerintahan.

Si narasumber pun menjawab dengan lugas. Bahwasanya arah kebijakan presiden Jokowi saat ini jelas hanya untuk kesejahteraan rakyat dan membangun negeri. Salah satunya dengan pembangunan infrastruktur secara menyeluruh. Namun si mahasiswa nampaknya belum puas dengan jawaban yang ia terima. Ia pun bertanya lagi.

Dari gelagat si narasumber yang mengaku idealis, sepertinya ia tidak begitu nyaman dengan pertanyaan kedua kali dari si mahasiswa, yang masih bernada pesimis. (mungkin sikap tidak nyaman ini refleksi sikap saya sendiri. karena jujur, saya tidak nyaman mendengar pertanyaan kedua kali dari si mahasiswa, yang menurut saya… terlalu negatif bagi seorang mahasiswa…) Juga karena adanya keterbatasan waktu, jika si mahasiswa ingin jawaban yang panjang kali lebar soal makro ekonomi, lebih baik ia berdiskusi empat mata dengan si narasumber.

Pertanyaan-pertanyaan lain pun menyiratkan betapa para hadirin yang budiman curiga serta tak percaya kepada pemerintah. Karena di era sebelumnya, beberapa kebijakan pemerintah memang dirasa hanya berpihak kepada segelintir rakyat, dan pemerintah tidaklah seterbuka sekarang.

Tax amnesty sendiri (yang intinya adalah melaporkan harta atau aset serta penghasilan yang belum diungkapkan), kalau saya tak salah, memang baru pertama kali dilakukan di Indonesia. Jadi tak mudah memang memulihkan kepercayaan rakyat yang (mungkin) sudah berulangkali (merasa) diperlakukan sebagai rakyat kelas terakhir dan selalu (merasa) dikhianati pemerintahnya sendiri, apalagi dengan menawarkan sesuatu yang baru. (bayangkan kalau kamu berdiskusi dengan orang yang pesimis, di mana tiap ide yang kamu berikan akan dimentahkan. capek, nggak?) Atau apa sudah ada #TemanAhok yang merasa dikhianati oleh Ahok gara-gara beliau akhirnya urung memilih jalur independen di pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017 nanti? Ingatlah kawan, dalam politik tak ada kawan atau lawan abadi. Yang ada hanyalah kepentingan abadi.

Dan menurut saya, mau sebagus apa pun pemerintah bekerja, akan selalu ada rakyat yang merasa tak puas dengan kinerjanya. Jika pemerintah diumpamakan sebagai orangtua, dan rakyat sebagai anak, maka tak mungkin semua permintaan rakyat bisa dipenuhi pemerintah, kan? Bahkan tak sedikit orangtua yang pilih kasih kepada anak-anaknya… (tapi itu mah urusan orangtua sama yang Maha Pencipta lah ya..)

Maka sebagai rakyat, lakukan saja yang terbaik. Salah satunya dengan taat membayar pajak, dan ikutlah tax amnesty jika kamu merasa masih ada aset maupun penghasilan yang belum diungkapkan. Caranya bagaimana? Datangi Kantor Pelayanan Pajak terdekat. (jangan datangi rumah saya) XD Untuk lebih jelasnya mengenai tax amnesty, silakan jalan-jalan ke situs resmi amnesti pajak, atau telepon layanan tax amnesty di 1500745.

Tetaplah berpikir positif kawan! Karena segala sesuatu berawal dari pikiran. Jika pikiran kita positif, maka itulah yang akan menjadi budaya kita.

**

-Messa, pemerhati pajak… pajak Sambas, pajak Horas, pajak Klandasan, pajak Kebun Sayur, dan pajak-pajak lainnya… (pajak dalam bahasa Medan berarti pasar….)

 

 

 

Advertisements

20 thoughts on “Tax Amnesty

  1. Ceritaeka says:

    –> Dan menurut saya, mau sebagus apa pun pemerintah bekerja, akan selalu ada rakyat yang merasa tak puas dengan kinerjanya.
    aku setuju banget sama pendapatmu, nggak akan bisa menyenangkan semua orang 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s