Kantong Mahasiswa

Kemarin dulu saya tertarik beli parcel buku karena tujuan mereka yang terpampang di poster, menarik.

“Sekian persen hasil penjualan akan disumbangkan ke beberapa taman bacaan yang berada di pelosok Indonesia.”

Demikian bunyinya.

Dan saya pun makin sukses penasaran karena di bagian harga tertulis: sesuai kantong mahasiswa.

Lantas setelah menghubungi Tiara, nama kontak yang tertera di poster, dan mengetahui harga parcelnya, mulut saya langsung menganga. Kemahalan menurut kantong saya yang bukan mahasiswa lagi.

Jadinya saya mikir, “Gile bener ya kalo kantong mahasiswa zaman sekarang udah setebal itu….”

Saya teringat pada peristiwa satu siang di zaman SD, pas jam pulang sekolah tepatnya. Mata saya tertarik melihat berbagai jajanan yang wara-wiri di depan gedung sekolah. Ada sate padang, permen kapas, tahu goreng, air tebu, dlst. Waktu itu saya kebetulan bersekolah di sekolah yang sama dengan cucu orang terkaya di Sumatra Utara.

Tak disangka tak diduga, siang itu si cucu bersama gengnya juga berada di sana. Persisnya di depan tukang sate. Dia kemudian menraktir saya dan meminta saya jadi pacarnya. Namun cinta kami terpaksa bubar akibat kesibukan luar biasa.

Dua puluh dua tahun kemudian kami bertemu lagi di Palembang. Cinta lama pun bersemi kembali, dan kami kemudian menikah, lalu hidup bahagia selamanya. Oiya, sebelum hidup bahagia selamanya, kami berbulan madu dulu dong di Iran, Madrid, Skotlandia, Peru, Norwegia, Afganistan, dslr dlst. 😁

Of course that wasn’t the story.

Let me rewrite.

Tak disangka tak diduga, siang itu si cucu bersama gengnya juga berada di sana. Persisnya di depan tukang sate. Dia kemudian mengeluarkan selembar uang lima puluh ribuan dari kantongnya.

Saya terkesiap, teman-teman segengnya terkesiap, murid-murid lain yang mengerumuninya pun ikut terkesiap. (sebagai bagian dari keluarga orang terkaya/terpandang di suatu daerah, sepertinya dikerumuni adalah sesuatu hal yang normal)

Tidak setiap hari kau bisa melihat pecahan lima puluh ribuan di tangan anak SD kelas empat. Makanya peristiwa itu langka di mata saya. Dan orangtua saya belum pernah memberi uang jajan sebesar itu kepada saya. Pada zaman itu, pecahan lima puluh ribu masih bernilai tinggi. Maka kalau saya tak lupa, dengan harga seporsi sate Rp 2.500, si cucu menerima kembalian sebesar Rp 47.500.

So what I’m trying to say is, bisa saja dua anak dari latar belakang ekonomi keluarga yang berbeda, bersekolah di sekolah yang sama. Dan yang udah pada nonton Rudy Habibie, pasti udah pada lihat adegan di mana bang Reza Rahadian, yang berperan sebagai Rudy, menahan lapar karena nggak punya duit buat beli makanan, sementara temannya yang satu malah mau nraktir satu kampus makan-makan dalam rangka ultah.

Jadi buat kalian yang jualan entah apa pun di luar sana, tolonglah langsung dipatok harga sekian rupiah. Karena istilah ‘sesuai kantong mahasiswa’ itu nggak jelas ukurannya apa. Dan isi kantong mahasiswa itu beda-beda. Ada kantong yang masih mikir apakah nanti malam masih bisa makan, kantong yang lain mikirin mau makan apa nanti malam, dan kantong yang lain isinya pulpen. Kalo kamu isi kantongnya apa? 😁😁😁😁

**

“Gimana kak, parcelnya jadi beli?” tanya Tiara di ujung sana, menyentak lamunan saya.

“Nanti saya hubungi lagi ya kak… Barusan mendadak ingat, uang kuliah saya untuk semester ini belum dibayar……” (makanya mes, lain kali belilah buku pada tempatnya. jangan jatah mahasiswa yang lo embat)

 

 

 

 

Advertisements

16 thoughts on “Kantong Mahasiswa

  1. evy says:

    hahahaha … emang dipatok brp mes ?! pasti mahal pakai banget ya. aku paling males kalo udh soal harga gak detil mes. pasti tuh ” kantong mahasiswa ” UPH kali ya ?! yg kalo mo ” jajan ” doang, mahasiswa lain ke warung, mereka ke cafe. wkwkwkwk …. emang gak ada parcel yg lebih kecil jdnya sesuai kantong mmgnya mes ?! krn kl modelnya kayak parcel makanan, msh ada yg kejangkau setau aku 🙂

    Like

  2. kang nur says:

    Rumah saya dekat kampus ums, makanan di sekitar kampus itu mahal-mahal tapi tetap laku, yang beli ya mahasiswa… sekarang itu sudah tidak ada namanya harga mahasiswa

    Like

  3. aqied says:

    Harga mahasiswa nya beda beda standar.
    Btw, aku jg males sama jualan yg gak nyantumin harga. Kecuali kalo yg pingiiiiiin bzanget dan gak ada yg lain.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s