Motret Barang Nggak Pake Ribet

Sering saya lihat toko-toko online yang menjual entah barang baru maupun bekas/second/preloved, yang jepretannya acakadut bikin sakit mata. Padahal sebagian besar calon pembeli di luar sana tertarik membeli kalau foto barangnya menarik.

Lalu di beberapa toko yang jepretannya cakep-cakep, mereka-mereka ini sering bertanya, “motretnya pakai apa, kak?” Dan dijawablah, “pakai hatiΒ pakai kamera CANGGIH seri terbaru XYZ.” (karena si kakak empunya toko emang brand ambassador kamera tersebut.)

Maka si penanya pun membeli kamera yang disebut. Setelah digunakan, “kak, hasilnya koq nggak secakep jepretan kakak, ya…?” Ya iyalah… Karena seperti yang udah pernah saya tulis di Ha Long Bay Through My Samsung Galaxy Young dan Foto Bagus? Kamera Apa? Edit Pakai Apa?, masalahnya memang tidak terletak di kamera… 😒

Itulah sebabnya saya merasa terpanggil (halah 😁) membuat postingan ini. Tapi untuk kamu-kamu yang udah jago motret, atau yang selama ini jualannya udah laris manis dengan foto-foto acakadut, ya udah nggak usah dibaca apa kata saya di bawah ini. Mending segera tutup blognya dan pantengin toko kamu. 😁

Oke, saya lanjut ya. πŸ˜‰

Motret produk atau barang supaya hasilnya keren nggak perlu mikir yang aneh-aneh dulu seperti: duh nggak ada kamera DSLR canggih keluaran terbaru, duh nggak punya flash kamera, duh nggak punya tripod, duh nggak punya latar/backdrop keren, duh peralatan gono-gini nggak lengkap, dan duh duh duh lainnya…

Kenapa? Ya karena memang nggak perlu 😁

Biar afdol, langsung aja ke contoh kasus:

 

  • FOTO ACAKADUT 1

image

Foto ini saya bilang acakadut karena barangnya nggak jelas kelihatan. Penyebab: kamu menjepretnya membelakangi cahaya. Maka usahakan untuk tidak membelakangi atau menghalangi sumber cahaya tiap kali memotret barang.

 

  • FOTO ACAKADUT 2

image

Kalo barang udah penuh dengan corak, latarnya jangan ramai/bercorak lagi dong. Yang polos aja kayak foto berikut, supaya barang terlihat lebih fokus:

image

 

  • FOTO ACAKADUT 3

image

Kalo bisa jangan gunakan warna latar yang sama dengan warna dominan produk kamu. Foto produk di atas (yakni si majalah National Geographic) menurut saya dominan dengan warna kuning. Berhubung latarnya juga berwarna kuning, fotonya jadi kurang ‘nendang’.

Coba ganti latarnya dengan warna gelap seperti berikut:

image

Jadinya lebih ‘nendang’, kan? πŸ˜€ Mata calon pembeli pun langsung tertuju pada barang yang dijual. πŸ™‚

Lalu misalnya warna dominan produk kamu adalah abu-abu. Abu-abu kan cenderung membosankan, ya? πŸ˜€ Tapi coba padu padan dengan warna kuning, hijau dan pink seperti foto berikut:

abu-abu hijau pink kuning

Penampakannya lebih menarik, kan? 😁 (ini fotonya jadi bikin laper, ya? πŸ˜€ Soale nggak ketemu stok foto lain, adanya cuma si Pisang Hijau Makassar ini 😁😁)

Kalo kamu pengen tahu lebih lanjut mengenai padu padan warna, coba lihat ke Trik Mengkombinasikan Warna atau ke 5 Rumus Dasar Padu Padan Warna. Di situ dijelaskan mengenai rumus dasar padu padan warna menggunakan color wheel. πŸ˜‰

 

  • FOTO ACAKADUT 4

image

Mungkin kamu pernah motret barang dan hasilnya kayak foto di atas. Itu cahaya lampu dari atas memantul ke sampul majalah. Nggak enak banget lihatnya, kan? Saya biasanya langsung tutup itu akun kalo ketemu foto-foto kayak gitu. Bikin sakit mata. Sekali lagi, yang salah bukan kamera. 😁

Supaya cahaya lampu nggak ikut kejepret, kamu nggak perlu beranjak dari tempat kamu berada semula. Cukup geser barang ke kiri, kanan, atas, atau bawah dengan tangan kamu sampai akhirnya dapet kayak gini:

image

 

  • FOTO ACAKADUT 5

image

Apa yang bikin foto di atas nggak enak dipandang? Jawabnya: cangkir dijepret dalam ruangan menggunakan flash. Cahaya dari flash yang cukup keras membuat warna tidak natural.

Padahal dijepret dalam ruangan tanpa menggunakan flash pun bisa, asalkan cahaya cukup:

image

Tapi sebisa mungkin gunakanlah cahaya matahari pagi atau sore agar warna yang dihasilkan lebih natural, seperti foto cangkir berikut yang dijepret sore hari di luar ruangan tanpa flash:

image

 

  • FOTO ACAKADUT 6

Buat yang sering mantengin toko-toko busana pasti sering ketemu foto acakadut kayak di atas. Udah barang bercorak, latar pun rame, pakai flash pulak. Alamak. Hancur minah. Barang bagus yang misalnya seharga tiga juta jadi nampak murahan. Sayang banget, kan? Calon pembeli pun ragu untuk membeli karena penampakan barang yang tak meyakinkan. Padahal yang perlu kamu lakukan supaya si produk nampak lebih ‘beradab’, cuma:

  • Jalan kaki dikit ke tembok samping rumah atau ke dinding kamar kamu yang polos, lalu pegang si barang dengan tangan kamu dan jepret.
  • Atau gantung si barang di latar yang polos dan jepret seperti foto di bawah ini. Jadinya barang nampak lebih ‘beradab’, kan?

image

Kalo nggak punya gantungan di dinding? Ya modal dikitlah. Beli paku sebiji trus pinjem martil atau palu teman, lalu pakukanlah itu paku di dinding dan jepret. Selesai.

Kalo gak mau keluar modal? Bawa barang kamu ke rumah teman yang di temboknya ada paku dan cahaya matahari berlimpah, lalu jepretlah di situ satu per satu sampai kelar. Beres.

 


Kalo gak mau keluar modal tapi punya pagar kawat? Okelah, gantung aja barangnya di situ dan jepret.

image
Gak punya pagar, gak mau keluar modal beli paku, tapi punya pohon? Oke gantung di situ juga boleh (nggak ada fotonya, yang ada ntar malah foto Tarzan bergelantungan di pohon XD XD πŸ˜› )

**

Gimana? Gampang dan nggak pake ribet, kan? πŸ˜‰ Calon pembeli yang tadinya cuma pengen lihat-lihat produk kamu akhirnya mempertimbangkan untuk membeli karena jepretan kamu oke. 😁

Dan semua foto di atas dijepret menggunakan henpon berkamera, bukan DSLR terbaru tipe tercanggih.

Well, semoga kamu-kamu yang sering nanya: “kak, mas, mbak, min, sis, motretnya pakai kamera apa ya?” udah pada tahu jawabannya, ya. Masalahnya tidak terletak pada kamera, tapi pada oknum yang menjepret. 😁

Semoga berguna dan semoga toko online kamu makin laris manis. 😘

**

 

Ngomong-ngomong, udah pada follow dinaragaleri belum? Bentar lagi bakal ada giveaway lho. πŸ˜‰

 

 

 

Advertisements

22 thoughts on “Motret Barang Nggak Pake Ribet

  1. Lorraine says:

    Bagus Mes posnya dengan contoh yang jelas pula. Dan kamu bahas yang bagus bukan dari estetika tapi dilihat dari daya jual barang yang difoto πŸ‘πŸΌ

    Like

    • Messa says:

      makasih udah baca mbak Yoyen πŸ™‚ iya mbak aku nggak bahas dari sisi estetikanya (meski ada dikit sih πŸ˜€ πŸ˜€ ) soalnya kan nggak semua orang peka dengan keindahan ya mbak… cuma bagaimana caranya barang bisa difoto supaya ‘layak tayang’ dengan hanya menggunakan properti yang ada di sekitar kita πŸ˜‰

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s