Enak

Faktor apa saja yang memengaruhi enak tidaknya makanan?

Kalo menurut pengalaman saya, beberapa di antaranya adalah…

  • Garam. So pasti dong, ya? Dengan takaran yang tepat, kayu ditumis aja bisa jadi enak kalo garamnya pas. XD
  • Bahan makanan yang mutunya baik. Sebenernya nggak selalu sih ya. Saya pernah baca entah di mana, kalau ayam-ayam tiren alias ayam mati kemaren banyak digunakan di berbagai tempat makan. Tentu karena harganya lebih murah daripada bukan ayam tiren, biaya produksi bisa ditekan. Soal rasa? Sekali lagi, jika telah diolah dengan garam, asam, serta berbagai macam bumbu pendukung, pengunjung tentu tak tahu kalau ayam-ayam yang mereka nikmati adalah ayam tiren.
  • Dibayarin atau tidak. Ngaku deh, kalo ditraktir rasanya makin nikmat, kan? XD
  • Teman makannya siapa. Sekalipun dimasakin oleh chef sekelas Gordon Ramsay, rasanya pasti hambar kalo makan bersama mantan pacar yang brengsek. Betul apa betul? XD
  • Ulat. Iya, kamu nggak salah baca. U L A T. Saya pernah makan di salah satu resto yang menu ikan rica sambelnya terkenal enak. Begitu si ikan sampai di mulut, saya merasa ada sesuatu yang beda. Saya pun memerhatikan dengan lekat si ikan yang udah menyatu dengan sambel berwarna merah dan melihat setitik gerakan yang meliuk-liuk ke kiri dan ke kanan. Tak salah lagi. Ulat. Bukan cuma satu, melainkan keseluruhan ikan rica sambelnya dikerubungi ulat. Karena ulatnya kecil-kecil, tidak kelihatan secara kasat mata. Tapi meski enak, saya tak bernyali menghabiskannya. XD
  • Daster tanpa lengan. Di dekat candi Prambanan ada warung lotek yang enak banget dan pengunjungnya selalu antri. Tapi ya itu tadi…. juru masaknya (yang kebetulan perempuan) selalu mengenakan daster tanpa lengan ketika menggiling bumbu. Bayangkan kalau kamu berkunjung ke sana di siang bolong yang panas… daster tanpa lengan…. tangan si ibu yang maju-mundur…. keringat menitik… tik… tik… tik… hmmm….
  • Rambut dan bulu mata. Entah sudah berapa banyak rambut dan bulu mata yang pernah saya temukan di dalam makanan. Tak terhitung. Baik di tempat makan yang sudah punya nama, maupun belum punya nama. Maksud saya, nama tempat makannya memang Belum Punya Nama. XD XD
  • Vetsin/micin/MSG. Kemarin saya memesan kwetiau goreng seafood (dengan catatan: tanpa vetsin) di resto langganan. Rasanya? Masih lebih enak masakan saya yang sehari-harinya tanpa vetsin. Hahahh… XD #ini mah modus muji diri sendiri# Eh tapi bener lho, rasanya biasa aja. Tak ada yang istimewa. Gara-gara ini, saya jadi mikir, apakah makanan yang kita konsumsi di luar sana umumnya memang ditaburi vetsin/micin/MSG makanya enak?

Cuma saya sedikit heran. Kemarin dulu ada iklan dari salah satu produsen suplemen makanan kesehatan di koran nasional yang mengatakan bahwa garam lebih berbahaya daripada vetsin. Benarkah? Apakah hal tersebut mereka lakukan demi menaikkan penjualan produk mereka atau memang murni berdasarkan hasil penelitian? Entahlah. Saya tak tahu. Tak ada pula nomor telepon yang bisa dihubungi di iklan tersebut. XD

Tapi entah apa pun itu, jika dikonsumsi secara berlebihan, ujung-ujungnya memang membahayakan, bukan?

Yang jelas, sekarang bukan zamannya lagi menelan mentah-mentah apa pun yang dikatakan produsen. Karena pada akhirnya, tujuan utama mereka adalah mengeruk keuntungan semaksimal mungkin.

Tapi saya yakin, silky puding Choco Club, kue cubit Piajaya dan roti bakar srikaya Medan ala D’Jintan yang saya daulat sebagai puding, kue cubit, dan roti bakar termaknyus se-Balikpapan ini nggak ditaburi vetsin, juru masaknya nggak pakai daster, tidak terdapat rambut dan bulu mata, serta tidak ada ulat yang meliuk-liuk di dalamnya. XD

Silky Puding Choco Club, Roti Bakar Srikaya Medan Ala Djintan, Kue Cubit Piajaya

Silky Puding Choco Club, Roti Bakar Srikaya Medan Ala Djintan, Kue Cubit Piajaya

Kenapa saya yakin? Karena kalau menurut berbagai sumber, indikasi suatu makanan tinggi vetsin adalah: menimbulkan rasa haus berlebih serta kepala pusing.

Nah, tiga makanan favorit di atas itu sama sekali tidak menimbulkan rasa haus berlebihan apalagi kepala pusing. Sebaliknya… justru menimbulkan rasa pengen nambah lagi, lagi, lagi dan lagi…. XD XD

Udah ah. Kalo kamu penasaran langsung aja samperin:

Silky Pudding Choco Club: Pentacity Mall Lantai LG (depan Hypermart). Kalo mau pesen banyak, bisa SMS/WA: 082153938398 GOJEK-GOFOOD: Choco Club, Pentacity Mall (Favorit saya: blue velvet, cappucino dan peppermint) #bukan kode# XD XD

Kue Cubit Piajaya: Telepon/SMS/WA: 082157025573 BBM:5E518ECE LINE: kuepiajaya GOJEK-GOFOOD: Kue Coebit (Favorit saya: black forest dengan topping cream cheese, choco chip dan nutella (enaknya bikin nggak santai) XD #bukan kode juga# XD XD

Roti Bakar Srikaya Medan: D’Jintan Traditional Bistro Mall E-Walk BSB Lantai UG No. 20 B Telp: 0542-7571842 GOJEK-GOFOOD: D’Jintan, Ewalk Balikpapan

 

***

 

Kalo menurut kamu, apa aja nih yang bikin enak makanan?

 

 

 

sumber foto: kue cubit piajayaΒ  silky puding choco club

 

Advertisements

16 thoughts on “Enak

  1. gingerbreadandtea says:

    Mbak, aku ngakak baca yg daster itu, jijay juga bayanginnya..yang ulat bikin merinding 😦

    Kalo aku sih yg bikin enak adalah klo gratis dan masakan mama.. apalagi kalo disuapin mama juga, enaknya berlipat2 hehehehe

    Like

  2. Sekar says:

    aduh, ikut mual pas baca bagian rambut dan bulu mata. Bisa juga keringat. Tapi yang satu ini alhamdulillah nggak pernah saya temui. Paling yang rambut itu :/

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s