Tetangga

Henpon mama hilang. Jatuh di angkot.

Begitulah isi pesan singkat dari bapak.

Dua hari kemudian, masih dalam suasana duka, sebuah sms masuk. Dari ibu saya. Isinya mengenai henpon yang telah kembali.

Hah? Koq bisa?

Jadi gini kronologinya:

  • Sopir angkot menemukan henpon di jok mobil.
  • Sopir bertanya kepada penumpang jikalau ada yang mengenali henpon tersebut.
  • Kebetulan, salah satu penumpangnya adalah tetangga ibu saya.
  • Si tetangga mengenali henpon tersebut.
  • Sopir pun memberikan henpon itu ke si tetangga.
  • Tetangga memberikannya ke ibu saya.
  • Ibu saya menerima henponnya.

Tapi saya masih nggak habis pikir. Sementara henpon saya yang ketinggalan di halaman ‘hilang’ tak berjejak, henpon nyokap yang jatuh di angkot malah kembali. Dan bisa-bisanya si tetangga mengenali henpon tetangganya, sementara di mata saya, semua henpon sama saja modelnya. XD XD XD

Dari situ saya berkesimpulan, bahwa si tetangga adalah tetangga yang perhatian kepada tetangganya. Alangkah indahnya ya, punya tetangga kek gitu. 😀

 

Ngomong-ngomong, kalian tetangga perhatian, nggak?

 

 

Advertisements

9 thoughts on “Tetangga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s