Sop Janda dan Buah Potong Setelahnya

Pedas tapi sedap. Seakan kau tak mau berhenti menikmatinya.

Itu kesan pertama dari sesendok kaldu sop janda yang mampir di mulut saya, yang tadi ditawari oleh teman saya yang jago masak itu, sewaktu piring saya masih berisi sate ayam. Saya mengiyakan untuk mencoba. Tentunya setelah si sate kandas.

Semua huruf yang ada dalam pedas juga ada dalam sedap. Padahal tak selamanya yang sedap itu pedas. Halah. Ngomong apa sih? #abaikan sodara-sodara#

“Artinya apa mbak?” tanya saya penasaran, mengenai namanya yang mengingatkan saya kepada Luna Maya di Janda Kembang… Jangan tanya kenapa…

“Seperti janda… biasanya janda kan pedas……” jawabnya.

Saya manggut-manggut. Sok ngerti. Mungkin maksudnya: biasanya janda jago bikin yang pedas-pedas. Sambal pedas, mungkin?

Tapi kemudian ia menambahkan, “Maksudnya Jawa Sunda, mbak…. Disingkat jadi Janda….”

Oh…. Saya manggut-manggut lagi.

Okelah, apa pun definisinya, untuk sop janda kaldu tulang sapi, dengan jujur saya kasih nilai pedas: 8/10, sedap: 10/10.

Ketika sop nyaris kandas dan pasukan rawit mengendap di dasar mangkuk, tiba-tiba saya kehilangan nafsu makan untuk ronde berikutnya… Padahal belum nyobain sate kambing, nasi kebuli, mpek-mpek, dan…. masih pengen nyomot cireng plus tempe mendoan bikinan teman-teman saya yang enaknya bikin merem melek itu…

Baiklah. Mungkin makan malam memang harus disudahi. Saya pun mengambil air minum kemasan serta buah potong untuk menetralisir pedas, sambil berbincang mengenai hidup sehat ala Tan Shot Yen. Pernah dengar nama beliau? Nggak, saya nggak akan menulis panjang lebar bagaimana sepak terjang beliau di dunia kesehatan. Kalau kamu tertarik, silahkan cek ke sini.

buah potong

Tapi tunggu. Kenapa setelah mengeksekusi buah-buah ini, nafsu makan timbul kembali?

Saya nggak tahu.

Yang jelas, setelahnya, saya menemukan diri saya kembali berdiri di hadapan beraneka ragam makanan yang terpampang di meja prasmanan, dan serta-merta mengeksplorasi mereka…

aneka ragam makanan

Jadi intinya adalah, kalo kamu masih pengen nyicip makanan lain setelah kehilangan nafsu akibat kepedesan, netralisirlah dengan sepotong atau dua potong buah. Kalo di meja nggak ada buah, mungkin kamu bisa pergi keluar sebentar untuk nyari tukang buah atau pesan via Go-Food.

 

Btw, kamu udah pernah nyobain sop janda belum?

 

 

(featured image: tokomesin.com)

Advertisements

20 thoughts on “Sop Janda dan Buah Potong Setelahnya

  1. Hafidh Frian says:

    Kata org2 pabrik tempatku bekerja, di sekitaran kawasan MM2100 cibitung, ada sop janda. Katanya sih enak, pedes gitu. Dan ditemani si janda yg jualan. Dan apapun itu cerita2 yg meliputinya, aku tetep blm coba dan ga mau nyoba deh. “Ga boleh pedes2”, kata dokter. Haha

    Like

  2. prime_ says:

    Aku pernah coba sop janda di kawasan 2000 cibitung… menggoda banget buat makan, tapi pas udah beli gak tahan cabe rawit utuh semua padahal enak 😆

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s