Demi Sinjay

Selama bertahun-tahun, Bebek Sinjay hanyalah sebuah nama yang awalnya saya dengar dari kawan-kawan pencinta fotografi di Medan, sekitar tahun 2000-an. Nggak jelas apakah ada hubungan erat antara pencinta makanan dan pencinta foto, tapi Julia Child bilang: people who love to eat are always the best people. Dan Bebek Sinjay pastilah sejenis makanan yang enaknya nggak sembarangan hingga sukses menjadi topik perbincangan di antara para penikmat foto itu. 😀

Berhubung letaknya cukup jauh dari Medan, yakni di Madura, Jawa Timur (Jatim) sana, saya cukup tahu diri untuk tidak bermimpi suatu hari bisa menyambanginya. Tapi laksana jodoh, sejauh apa pun itu, suatu saat pasti akan ketemu meski harus melewati beberapa rintangan seperti kemacetan Surabaya yang menggila, dan rengekan perut kelaparan yang memohon untuk segera mengeksekusi satu-satunya roti sosis di mobil.

Untuk mengalihkan lapar, saya memusatkan perhatian ke jembatan Suramadu yang sepertinya tak berujung. Saya penasaran berapa panjangnya.

“Enam kilometer, bu,” kata pak Ibut, pengemudi mobil. Tak bisa tidak, jawaban pak Ibut membuat pikiran mengembara jauh ke kampung halaman. Samosir.

Akankah dibangun jembatan dari Parapat ke Tomok? Apakah Suramadu dibangun karena pak SBY, presiden yang menjabat saat itu, kebetulan berkampung halaman di Pacitan, Jatim? Kalau benar demikian, kapan presiden berkampung halaman di Sumatra Utara (Sumut), supaya jalanan mulus hingga ke pelosok?

Beredar kabar di salah satu grup yang saya ikuti di whatsapp, kalau Anak Medan meminta Ahok jadi Gubernur Sumut, menanggapi ricuhnya dunia politik yang hendak memberatkan Ahok mencalonkan diri di laga pilgub DKI tahun depan. Well, kalau tak ada putra Sumut yang eligible, Bang Ahok dari Belitung pun cocoklah. Pokoknya kampung halaman masih di Sumatra, kan? Cok (bahasa Medan, artinya: coba. nggak ada dalam kamus resmi bahasa Indonesia mana pun) Bang Ahok bereskanlah dulu Sumut itu bah.

“Ibu mau foto-foto dulu dengan Suramadu?” tanya pak Ibut.

“Nggak pak… Sebelum ada jembatan, orang-orang naik kapal dong ya kalau ke Madura dan sebaliknya?”

“Iya, bu. Naik ferri.”

Di masa-masa awal, pembangunan jembatan Suramadu -masih menurut pak Ibut- sempat ditentang oleh penduduk Madura. “Bautnya sering diambilin”, tambahnya. Hmm… Apakah suatu hari nanti penduduk Samosir juga akan menentang pembangunan jembatan Parapat – Tomok…?

Seakan belum cukup dengan semua rintangan yang telah dilalui, pak Ibut tiba-tiba berkata bahwa dia tak cukup yakin di sebelah mana persisnya letak Bebek Sinjay fenomenal itu.

Astaga Sinjay… Mudah-mudahan rasamu setimpal dengan perjuangan panjang menuju tempatmu… Batin saya.

Dan semua keletihan itu memang terbayar oleh daging bebek yang jejak amisnya tak tercium sama sekali, bersanding dengan sambal pencit yang menari-nari di lidah. Alamak!

Di jalan pulang, di dekat lokasi yang dipenuhi toko oleh-oleh, beberapa mobil yang menurut tebakan saya adalah rombongan pejabat atau setidaknya ‘orang penting’, tampak parkir di tepi jalan. Eh, bener. Ada pak SBY yang terlihat sedang berjalan bersama rekan-rekannya. Jadi benar kabar yang mengatakan bahwa beliau sedang berada di Surabaya untuk menghadiri hajatan Pakde Karwo, gubernur Jatim. Apakah ini pertanda kalau nanti Ahok jadi memerintah di Sumut? Atau mungkin jadi presiden tahun 2019?

 

featured image: ioflife.com

Advertisements

27 thoughts on “Demi Sinjay

  1. denaldd says:

    Terakhir kesana 2013 ditraktir dosen. Aku ga makan bebeknya sih, malah pesen tempe goreng diwarung depannya. Masih ruamee banget ya Mes? Dan tempatnya masih nampak kotor?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s