Waktu Berhenti Berputar

Saya nggak nyangka kalau ternyata animo masyarakat begitu besar untuk menyaksikan gerhana matahari total (GMT) kemarin.Β They’re taking this seriously. Gumam saya ketika melihat para pengunjung di pantai siap sedia beserta kamera-kamera profesional plus tripod.

Untuk momen GMT ini, promosi pariwisata sendiri kalau nggak salah udah habis-habisan sejak tahun lalu. Emang apa istimewanya sih? Pikir saya. Mengingat gerhana matahari (bukan GMT) yang pernah saya lewati tahun 1998 kalau tak salah (tahun yang sama ketika rezim orde baru runtuh), saya memperlakukan hari itu sama saja seperti hari lainnya. Pergi ke sekolah, belajar, bercanda dengan teman, ditegur gebetan, dan baca harlequin kalo pelajarannya membosankan. XD Tenang, tenang. Zaman itu saya sudah cukup umur koq untuk baca harlequin. XD Jadi mau gerhana mah gerhana aja. Namanya peristiwa alam, ya monggo….

Jadi begitulah. Saya tak punya gambaran. Ide untuk mengabadikan rumah di bibir pantai yang pagi itu nampak fotogenik di bawah birunya langit justru nampak lebih menarik daripada menyimak GMT.

Teman saya setengah bercanda mengatakan kalau ia akan mengubur kacamata yang khusus digunakan untuk mengamati gerhana. Dan jika sekitar 100 tahun lagi kacamata tersebut ditemukan para ahli fosil XD, semoga mereka tahu kalau nenek moyang mereka nggak primitif-primitif amat. XD XD XD XD

Sekitar jam setengah sembilan pagi lewat sedikit, bulan nyaris menutupi matahari. Langit mulai gelap. Muncul perasaan aneh. Mungkin kalian pernah merasa nggak enak ketika melihat langit gelap sebelum hujan. Nah kek gitu rasanya kira-kira. Tapi nggak kek gitu juga. XD Susah menjelaskannya. πŸ˜€

Ketika bulan akhirnya menutupi matahari, dan beberapa saat kemudian pendar-pendar keemasan korona muncul di sekitar bayangan hitam, saya terkesima, merinding, kagum. Untuk beberapa saat, saya pikir sepertinya waktu berhenti berputar.

Matahari terbit dan tenggelam sudah sering saya saksikan. Tapi yang seperti ini, belum pernah. I think it was one of the most beautiful moment I’ve ever seen. Saya mendengar tepuk tangan bergemuruh dari para pengunjung. Puja dan puji kepada Yang Maha Agung pun keluar dari mulut-mulut mereka…

 

featured image: www.timeanddate.com

 

Advertisements

12 thoughts on “Waktu Berhenti Berputar

  1. Maya says:

    Karena cuma separo, pas saya melihat gerhana masih terik, gak redup. Ketika lihat pake film rontgen baru deh kelihatan gerhana separonya. Beryukur dikasih kesempatan melihat gerhana langsung dari halaman rumah, masih dasteran dan belum mandi πŸ˜€

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s