Kembang Api

Tinggal selangkah lagi tiba di lokasi pertunjukan kembang api, langkah kami tiba-tiba dihentikan sekuriti. Kami disuruh keluar gedung, tak jelas karena alasan apa.

Terpaksa, kami beserta kerumunan manusia itu pun berserakan ke segala arah. Kami memutuskan pergi ke tempat lain dan akhirnya bisa menyaksikan parade kembang api.

Sebagai seorang yang belakangan tak lagi tergila-gila dengan kembang api, saya harus akui bahwa pertunjukan yang berlangsung sekitar 15 menit itu, spektakuler.

Segera setelah seluruh dar der dor dan kemeriahannya selesai, kerumunan manusia yang entah datang dari mana saja itu langsung bubar jalan tanpa dikomando.

Berhubung stasiun kereta penuh sesak dan taksi tak ada, kami pulang berjalan kaki ke penginapan sejauh kurang lebih empat kilometer. Sesuatu banget, ya? XD

Sungguh…. agak tidak masuk akal bagi saya… Mereka datang dan pulang bersusah payah berjejalan, berdesakan dalam kereta atau bis, hanya untuk menyaksikan kembang api yang kelar hanya dalam hitungan menit.

Ada apa dengan kembang api, tahun baru dan manusia?

“Seru aja sih melihatnya….” kata kawan yang satu.
“Keren banget….” kata kawan yang lain.

Jika kembang api dianalogikan sebagai harapan, ya wajar saja manusia rela berdesakan demi bisa mencicipnya. Siapa sih yang menolak jika diberi kehidupan seperti kembang api yang meriah, indah, serta penuh warna sepanjang tahun?

Lucunya, justru di saat langit malam barulah kita bisa menyaksikan keindahannya berpijar sempurna. Betul, kan? Coba nyalakan kembang api di siang bolong, di mana letak kerennya? 😀

Menjadi pengingat bahwa secercah harapan seringkali muncul di saat-saat paling gelap dalam hidup kita.

Jadi kapan terakhir kali kalian main atau nonton kembang api? Btw, besok pada nonton gerhana matahari di mana? 😀

Selamat Tahun Baru Saka!

 

 

 

 

featured image: medfordcelebrates.org

 

Advertisements

8 thoughts on “Kembang Api

  1. denaldd says:

    Kereen tulisannya Mes. Aku salah satu pencinta kembang api. Pernah bela2in ke pantai nunggu festival kembang api internasional. Perginya sejak siang buat ngecup tempat, padahal Belanda saat itu duingiiinh banget. Festival kembang apinya dari tengah laut, kami lihatnya dari tepi duduk2 dipasir. Itu buanyaakk banget orangnya. Lumayan setengah jam. Pulangnya untung pakai sepeda jadi ga kena macet. Tahun baru kami lihat pesta kembang api di seluruh Den Haag dari balkon rumah. Lumayan banget kelihatan meriaaahh sekali karena tetangga2 ikutan pasang kembang api.

    Like

    • Messa says:

      niat banget perginya dari siang mbak 😀 btw, aku membayangkan tahun baru di Den Haag itu, meriah banget pastinya 🙂 makasih udah baca ya mbak 😀

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s