TK

Selain guru killer, di sekolah saya juga pernah punya teman killer.

Bujugh.. koq semua pada killer sih mes?? Nggak guru, nggak teman.. Sebenarnya kamu sekolah di mana sih dulu?

Di sekolah yang pagarnya nggak setinggi pagar sekolah-sekolah zaman sekarang yang, saking tingginya, udah kayak penjara…

Oke kembali ke pagar, eh, teman maksud saya.

Tugas teman killer ini (saya singkat aja jadi TK ya), mengadukan siapa saja murid di kelas kami yang nggak setuju dengan kebijakan guru, atau siapa saja yang ngegosipin guru. Nantinya, nama-nama murid yang udah dicatet sama TK ini akan diserahkan ke guru, dan mereka akan jadi langganan untuk ngerjain soal di depan kelas. Sukur kalo bisa jawab. Kalo nggak, nasibmulah nak, kena setrap. Duh malunya… Apalagi kalo di kelas ada gebetan…

Sebagai reward atas jasa TK karena telah mendukung kelancaran proses belajar menghajar, dia jadinya macam dewa. Cenderung sewenang-wenang kepada kami, temannya. Well, sebenarnya saya aja sih yang menganggapnya teman. Enggak tahu kalau dia menganggap kami apa. Keknya bukan teman sih. Mana ada teman makan teman. Saingan, mungkin.

Tapi justru orang-orang kek gini (raja tega maksudnya) yang biasanya karirnya cepat meningkat. Beda dengan mereka yang memiliki moto hidup: biar lambat asal selamat.

Kalau lambat ntar digilas, mes.

Maka, kalau karir melesat adalah obsesi kalian, tak ada salahnya punya profesi sampingan sebagai tukang ngadu. Yang penting karir, kan? Teman? Apa itu teman? Kue yang terbuat dari ubi?

Oiya, hampir lupa. Ada satu syarat penting yang harus dipenuhi supaya khasiatnya manjur. Yakni harus cerdas. Bukan cuma cerdas secara intelektual, tapi juga cerdas berkomunikasi.

Contohnya nih, siapa sih yang nggak suka kalau pagi-pagi datang ke kantor, trus penampilan kalian dipuji teman kantor? Kalian pasti suka, kan? Terlepas apakah pujian tersebut tulus atau tidak, faktanya manusia memang senang dipuji, dan lebih senang menerima slip gaji daripada menerima slip utang.

Senang muji apa senang jilat, mes? Ya muji lah. Eskrim tuh yang dijilat. XD

 

 

Advertisements

21 thoughts on “TK

  1. Hihihi ..messaaaa bisaaa ajalahh postingannya. Kalau di kampusku jaman di asrama dulu ada istilahnya untuk yg macam si TK ini. Namanya SP (si pengadu) digaji dia ama guru karena ngelaporin siswa2 yang suka cabut keluar kampus, ngerokok dan kenakalan lain

    Like

  2. Hahaha emang ada aja yang begitu tapi dulu sih pas tingkat sekolahan gak ada tuh tukang ngadu. Nah di tempat kerja yang sekarang tuuuh banyak hahaha dan bener tuh mereka cepet banget karirnya melesat 😆 Naik gajinya juga beda cuma dia end up sendirian hehehehe

    Like

      1. Engga ah, biar naik juga gak berkah buat apa?
        Ironisnya tipikal kantor aku yang sekarang begitu mba, malah membuat aku makin rapat rapat menutup mulut. Kalo mau gosip pun mending gosipin artis

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s