Dolok Sanggul 1.0

Pagi jam lima, saya terbangun di kamar yang dingin. Meski telah mengenakan kaos kaki dan berbalut selimut tebal, tetap saja dingin menerobos. Selain itu tenggorokan juga minta dilumasi air. Hangat kalau boleh. Maka kuseretlah kaki ke lantai dua, mengambil segelas air putih dari dispenser.

Aroma masakan tercium samar. Saya menebak-nebak menu macam apa yang akan dihidangkan untuk sarapan nanti.

Sekitar jam tujuh, saya kembali ke lantai dua untuk sarapan. Saat itu, pintu yang tembus ke balkon terbuka lebar mengirimkan udara segar ke dalam ruang makan persegi, sekaligus memperlihatkan seorang lelaki tengah duduk menghadap jalanan yang masih lengang, ditemani secangkir entah kopi atau teh.

Ada yang bangun lebih pagi dariku rupanya.

Di meja telah terhidang tumisan sayur, nasi putih, bakwan dan ikan sambel. Dari aromanya, sepertinya ikan inilah si tersangka yang wanginya tercium samar dua jam lalu. Sedap!

Usai sarapan dan beberes, saya kemudian check out, meninggalkan hotel yang terletak di tepi jalan, persis di Simpang Bakkara, Kabupaten Humbang Hasundutan, atau sering disingkat menjadi Humbahas.

Grand Maju namanya. Usianya baru setahun. Bersih, dengan kamar berjumlah 21. Plafonnya yang tinggi membuat ruangan tetap sejuk walau tanpa pendingin. Tapi Dolok Sanggul sendiri memang sudah dingin karena berada di ketinggian 1530 mdpl.

grand maju hotel

“Nanti tolong mampir di bank yang terletak di sebelah kiri ya…” saya berpesan kepada abang Sinaga yang membawa mobil. Perjalanan masih panjang. Nggak lucu dong kalo di tengah jalan kehabisan uang tunai. Ini bukan di Jakarta atau Medan yang di segala sudut ada ATM.

Belum lama mobil melaju, tahu-tahu di sebelah kanan, terlihat bank keren banget. Otomatis gugurlah rencana pertama tadi. Saya pun turun, menyeberang jalan yang cukup lebar, tersenyum ke sekuriti yang tampangnya mirip penyanyi Afgan, mengambil segepok uang, lalu kembali ke mobil. Nggak pake selfi dengan Afgan. Sori, Gan. Tapi saya memang nggak ngefans sama kamu. 😛

Mobil kembali melaju. Lagi-lagi, belum lama, kami berhenti di pusat kota. Ada yang pengen ke toilet, sekaligus pengen merasakan sarapan lokal di warung yang berseliweran di antara hiruk pikuk angkutan umum yang siap mengantar penumpang ke berbagai tujuan.

Jadilah kami mampir di kedai kopi Op. Samuel Br. Sihombing di Jalan Siliwangi, yang di bagian depannya menjual gorengan pisang dan ketan.

penjual gorengan

Penasaran, saya bertanya oleh-oleh apa yang khas dari Dolok Sanggul, ke perempuan di kedai kopi.

“Daging kuda, mangga, kopi dan goreng pisang…” jawabnya.

“Kemenyan?” tanyaku. Dia tertawa. Mungkin baginya terdengar ganjil jika kemenyan dijadikan oleh-oleh… Padahal Dolok Sanggul terkenal sebagai daerah penghasil kemenyan…. Tapi yaaah, yang orang lokal kan dia, bukan saya. 😀 Tentu dia lebih mengenal daerahnya daripada saya. 😀

Mobil kembali melaju. Ketika melewati jembatan dengan sungai yang mengalir di bawahnya, saudara saya tiba-tiba berseru: ini Aek Sibundong!

Sontak saya menoleh ke sebelah kanan. Ternyata nama yang sering didengar sekaligus sering disenandungkan itu adalah perwujudan dari Sungai Sibundong yang, menurut liriknya, cantik….

Aek Sibundong
Aek Sibundong

Meski memang membutuhkan ‘perjuangan’ untuk bisa membayangkan kecantikan sungai ini di masa sekarang (sebagai dampak dari pembangunan daerah, penebangan hutan, dlst), saya yakin, di masa lampau ia memang primadona, seperti kata liriknya…

O aek sibundong
Aek sibundong da nauli
parharsap mi mansai uli
tudos hapas palembang i
madabu tu sampuran i

O sungai sibundong
Sungai sibundong yang indah
arus mu sangat indah
bagai embun putih
saat jatuh berupa air terjun

Advertisements

14 thoughts on “Dolok Sanggul 1.0

  1. Bisa ngebayangin indahnya itu sungai sebelumnya Mes. Sewaktu tanaman rimbun dan belom tersentuh pembangunan. Jadi bawa oleh-oleh apakah? Hehehe.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s