Sesuai Umur

Cause we’re young and we’re reckless
We’ll take this way too far
It’ll leave you breathless
Or with a nasty scar
Got a long list of ex-lovers
They’ll tell you I’m insane
But I’ve got a blank space, baby
And I’ll write your name

Potongan lagu Blank Space-nya Taylor Swift yang lincah menyambut kami saat memasuki taksi bandara berwarna biru itu.

Namun begitu mobil berjalan, pak sopir menurunkan volume lagu dan memencet entah tombol apa di mesin pemutar lagu, hingga seketika, lagu berganti menjadi The Power of Love, yang dinyanyikan Celine Dion.

Yang tadinya badan udah mau goyang kiri kanan, terpaksa direm.

Disusul kemudian dengan lagu Everything I Do I Do it For You-nya Bryan Adams, When You Believe-nya Mariah Carey, dan A Shoulder To Cry On-nya Tommy Page. Lengkapย sudah lagu-lagu lemes pengantar tidur…

Sebenarnya saya mah seneng-seneng aja dengernya. Cuma, perubahan yang mendadak itu membuat saya bertanya-tanya. Whyย did he change it? Apa karena saya adalah bagian dari generasi lagu-lagu tersebut..?

Sampai turun, tak juga saya bertanya. Agak jiper juga saya jika jawaban yang bakal saya dengar darinya adalah, “karena saya pikir, kalau dilihat dari tampang dan umur, kemungkinan ibu suka lagu-lagu dari zaman itu.. Makanya saya memutuskan untuk memutar lagu-lagu yang sesuai umur ibu…”

Daripada saya mendengar jawaban yang tak saya harapkan, kuping pun saya perintahkan agar betah mendengar sederetan lagu lawas sampai tiba di tujuan…

Well, it’s true that I’m getting older. Tapi bukan berarti saya nggak boleh dengar lagunya Taylor Swift dan kawan-kawan, toh? Umur boleh makin tua, tapi urusan lagu dan jiwa, boleh tetep muda dong ah… ๐Ÿ˜˜

 

 

 

 

Advertisements

20 thoughts on “Sesuai Umur

  1. Mungkin dia menyesuaikan diri dgn usianya sendiri, jeung, hehehe. Btw lagu Taylor Swift yg itu, akan selalu aku kenang sbage lagu yg menemani aku pulang dr kerja babysit di Campsie (ceritanya ada di postingan terbaruku). Ngedengerin lagu itu berulang kali di HP sambil menatap keluar bus ๐Ÿ™‚

    Like

  2. Kadang sangking nambah tuanya, pas jalan di ITC ato pusat perbelanjaan, kalo dipanggil “kakak” sama pramuniaganya jadi seneeeeng banget.. Trus pas ada lagi yang manggil “Ibu” jadi BT n pengennya dipanggil “kakak” aja.. Ahahhaha…

    Liked by 1 person

    1. hahahhh XD btw mbak, coba kapan2 kalo lagi jalan, pake kaos yang di bagian depannya ada tulisan “aku ingin dipanggil kakak” kira2 masih ada yang manggil “ibu” nggak ya…? ๐Ÿ˜€

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s