Gegar Budaya

Teman saya Ariana Bukan Grande kemarin dulu baru pindahan ke salon barunya. Berhubung letak lemari tidak pas pada tempatnya, dia pun menghubungi Regina, orang yang ditugasi mengatur letak ini-itu di salon barunya tersebut.

Saat ditelepon, suara Regina meninggi. Ariana mengernyit, bertanya-tanya mengapa suara perempuan di seberang sana meninggi. Beberapa detik kemudian ia tersadar bahwa, beberapa hari sebelumnya, perempuan itu mengungkapkan kegusarannya kepada Ariana tentang banyaknya pekerja yang di-PHK di Kalimantan Timur, serta keadaan keuangan yang tak begitu menggembirakan.

Ah, betapa keadaan memang bisa mengubah seseorang dari yang tadinya lembut menjadi beringas. Dan barangkali apa yang dikatakan mbak Fe di sini memang benar, bahwa uang bisa membuat seseorang menjadi keras. Keras hati maksudnya. 😀

Tak pelak lagi, Regina sedang mengalami gegar budaya. Dari yang tadinya keadaan keuangan oke, menuju keadaan yang kurang menggembirakan.

Dalam hidup, seseorang mungkin saja mengalami berkali-kali gegar budaya. Misalnya saat memasuki lingkungan pekerjaan baru, negara baru, rumah baru, anak baru, pacar baru, umur baru, gaji baru, suami baru, istri baru (baru dinikahi maksudnya 😀 ), dslb.

Dalam kasus ini, Regina tentu saja memasuki fase keadaan keuangan baru. Tentu ada perubahan dari pola kehidupan yang lama ke yang baru. Dan masa transisi terkadang memang kurang menyenangkan. Lantas apa yang sebaiknya dilakukan saat gegar budaya menerpa?

Keep calm and watch The Martian. Semangat hidup dari tokoh utamanya, Mark Watney, patut diacungi jempol. Segala macam cara dia kerjakan untuk bertahan hidup di planet Mars. Bayangkan, planet Mars, bukan di samudera Atlantik. Karena terdampar di lautan, hutan, daratan, pokoknya di bumi, sudah terlalu mainstream untuk Hollywood. 🙂

keep calm and watch the martian

So, my point is, tetaplah optimis seperti si Mark. Meski awalnya memang keadaan yang mengubah Mark, namun seiring berjalannya waktu, dialah yang mengubah keadaan. Mark berimprovisasi dengan keadaan. Gegar budaya nggak bakal berlangsung selamanya. Dan keajaiban hanya terjadi kepada mereka yang terus berusaha. 🙂

Keep calm and write. Orang bilang, pengalaman adalah guru terbaik. Makanya harus ditulis, agar pengalaman kalian bisa menjadi pelajaran dan inspirasi bagi pembaca yang mengalami hal serupa.

Keep calm and watch The Man From UNCLE. Berkolaborasi dengan musuh? Ih, amit-amit deh. Mending saya disuruh manjat gunung daripada kerjasama dengan musuh. Tapi itulah yang dialami Ilya dan Napoleon. Tentu awalnya tak mulus. Tapi pada akhirnya, mereka saling percaya dan benar-benar menyadari bahwa untuk mengalahkan The Vinciguerra, mereka harus bersatu. Dan mereka berhasil.

keep calm and watch the man from uncle

Lagipula, kapan lagi bisa menyaksikan Superman dan Lone Ranger nyambi jadi mata-mata? XD So, I suggest you to watch this movie, dan bekerja samalah dengan sumber gegar budaya yang membuat kalian tak nyaman itu. Btw, musik yang mengiringi film ini pun keren abis! Kalian akan lupa kalau sedang dilanda gegar budaya. 🙂

Keep calm and remember kalimat bijak dari To Kill a Mockingbird yang ditulis oleh Harper Lee ini:

You never really understand a person, until you consider things from his point of view, until you climb into his skin, and walk around in it.

Kalian tidak akan bisa mengerti seseorang, hingga kalian bisa melihat segala sesuatu dari sudut pandangnya, merasuki tubuh di balik kulitnya, dan menjalani kehidupan dengan cara pandangnya.

Di dunia ini, tentunya kita tidak hidup sendirian, kan? Sesendiri apa pun, pastilah ada orang-orang yang mengelilingi kita. Entah itu tukang bakso, tukang cendol, teman, anak, suami, istri, orangtua, tetangga, dlsb. Biasanya kalau sedang didera gegar budaya, seseorang pasti meminta perhatian lebih. Nah, karena kalian tidak hidup sendirian, bisa jadi orang di sekitar kalian tidak sadar atau tidak tahu bahwa kalian mengalami gegar budaya.

Oleh karena itu, kalian tidak bisa terus menerus berharap kalau orang lain atau orang di sekitar kalian akan bisa mengerti keadaan kalian. Itu tidak mungkin. Karena orang lain juga memiliki masalahnya sendiri. Jadi cobalah memandang hidup dari sudut pandang orang lain. Semoga dengan mengingat kalimat bijak si Harper Lee ini, kalian bisa lebih dewasa menghadapi gegar budaya, serta tidak terus menerus minta dimengerti atau minta diperhatikan.

Keep calm and dance like Star Lord. Masak gara-gara gegar budaya, aktifitas joget dihentikan? 😀 Ya jangan dong. Well, untuk mengetahui kayak apa gaya joget si Star Lord ini, kalian harus pantengin filmnya Guardians of The Galaxy. Bukan Insidious. Sampai Tahun Baru kapan pun kalian nggak bakal nemuin si Star Lord di Insidious. XD XD

keep calm and dance like star lord

Keep calm and watch Everest. Ya, saya tahu. Ini film keempat yang saya sebutkan dalam tulisan ini. Dan keempatnya memang layak tonton karena amat menginspirasi. 😀

Karena nggak ada cara cepat untuk bisa sampai ke puncak gunung, maka cara cepat untuk melewati gegar budaya pun nggak ada. Kalau saya tak lupa, sebelum mendaki, mereka menyesuaikan diri selama tiga bulan dengan keadaan yang berada di ketinggian.

keep calm and watch everest

Dan sebagaimana halnya hidup yang penuh kejutan, mendaki gunung pun kayak gitu. Siapa coba yang nggak kaget setengah mati pas lagi menyeberang jembatan di bukit terjal, tahu-tahu ada salju longsor? 😐

Keep calm and order Momma G’s cupcake. Gegar budaya mah boleh-boleh aja, but come on, a little bit of sweetness never hurts sodara-sodara… Setuju? 🙂

Last but certainly not least,

Keep calm and drink Equil. Cuma mau mengingatkan, seheboh apa pun gegar budaya yang kalian hadapi, jangan lupa minum. Soale kalau lupa minum, kalian bakal dehidrasi. Dan minumlah Equil. 😀 Bukannya kenapa-kenapa, botolnya bagus soale. XD

keep calm and drink equil

 

Jadi gegar budaya macam apa yang kalian hadapi sekarang? Selamat bergegar budaya kawan!

 

 

 

selain foto Equil, semua foto di atas adalah hasil screen capture, tapi lupa nyatat linknya
Advertisements

15 thoughts on “Gegar Budaya

  1. Manusia harusnya makhluk yang paling bisa menyesuaikan diri bila terjadi perubahan. Film Everest cakep pisan.
    Akan semakin banyak gegar budaya melanda kalo dolar terus naik, hehe…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s