Go International

Suatu ketika, grup paduan suara kami silang pendapat mengenai seragam. Kelompok yang satu, yang pro dengan seragam, meminta seragamnya berupa kain bercorak tenun. Satu lagi minta supaya seragamnya berwarna merah. Tujuannya agar grup kami terlihat kompak ketika tampil nanti.

Sedang yang lain, mereka-mereka yang tak terlalu frontal mengungkapkan pendapatnya (tapi ingin berpendapat juga 😀 ), ingin supaya tidak usah pakai seragam baru. Toh yang lama masih ada dan masih sangat layak pakai karena baru dipakai satu kali. Untuk apa jahit seragam baru? Yang penting nyanyi dengan suara yang kompak. Belum lagi biaya untuk menjahit pun dari kocek masing-masing tak ada subsidi dari organisasi.

Tak ayal, perbedaan pendapat ini membuat suasana memanas. Maka sebelum bola semakin liar, pemimpin pun mengambil keputusan. Agar semua pihak puas, diambillah jalan voting. Hasilnya, suara terbanyak jatuh kepada: jahit seragam baru bercorak tenun. Palu diketok. Sah! XD

Yang berbeda pendapat, mau tak mau ikut keputusan suara terbanyak. Nggak peduli entah dari mana lagi uang akan dicari untuk membayar kain baru serta ongkos jahitnya.

Sementara itu, murid-murid TK di salah satu sekolah internesyenel dekat rumah saya sering terlihat mengenakan pakaian bebas. Meski bebas, saya belum pernah melihat ada murid yang pakai bikini ke sekolah. Apa mungkin karena sejak kecil anak-anak internesyenel ini dibiasakan tidak berseragam, pemikirannya pun jadi beragam?

Entahlah. Yang jelas, saya sendiri tak ingin seragam baru. Mungkin karena pada dasarnya saya memang kurang suka dengan yang namanya seragam-seragaman (kecuali melihat seragam pramugari Garuda Indonesia). XD

Buat saya, seragam itu semacam lambang pemaksaan kehendak dan lambang ketidakpercayaan diri… Well, kalau seragam buat kerja atau ngantor masih bisa dimaklumi lah ya. Tapi kalau dalam acara-acara sosial pun pakai seragam? Alamak… Macam betul aja pun, kata anak Medan… 😀

Tapi berhubung saya ikut organisasi, ada kalanya pendapat pribadi harus duduk manis di bangku penonton. Itulah konsekuensi berorganisasi. Kadang pendapatmu didengar dan menjadi pendapat mayoritas, kadang kau harus rela gigit jari kala pendapatmu menjadi minoritas. Kalau tak mau, silahkan angkat kaki dan bikin organisasi sendiri yang tak mengharuskan pakai-pakai seragam dalam tiap event,  atau sekalian go international aja sono. Gitu aja koq repot. XD

Meski begitu, supaya nggak bingung dan salah kostum, saya nggak keberatan koq kalau penyelenggara ngasih dress code atau attire macam: formal, semi formal, casual, batik, tradisional, dlst. Karena katanya kalau kita patuh sama aturan berbusana tersebut, kita menghargai tuan rumah atau pihak penyelenggara. #selama tidak diminta menyeragamkan warna dan corak tentunya… # #trus besok-besok elu nggak diundang lagi, mes# XD XD

 

 

Advertisements

18 thoughts on “Go International

  1. Setahu aku sih salah satu manfaat pakai seragam disekolah adalah untuk meminimalkan kesenjangan sosial. Klo tidak pakai seragam, orang kaya pastinya memilih pakai pakaian mewah bermerek dan mahal, sedangkan yang tidak mampu, jadi malu diri dan memandang pakaiannya “sakitnya tuh disini” nunjuk hati hehe 😀 .

    Apapun aturannya mau tidak mau terpaksa dituruti 😉 .

    Like

    1. makanya mungkin menjadi tugas orangtua dan pihak sekolah untuk mengingatkan anak/murid supaya nggak usil sama pakaian anak lain, kalau sekolahnya tak memberlakukan seragam 😉

      Liked by 1 person

    1. iya mbak Ria.. kalo ada dresscode kan kita ada panduan utk berbusana ke acara tsb. tapi yah kalo pun dresscodenya juga minta nuansa warna hitam misalnya, apa boleh buat diturutin juga utk menghargai tuan rumah 😀

      Liked by 1 person

  2. Kebetulan aku mengajar di sekolah internasional. Disini murid-murid dan gurunya pakai seragam khas sekolah kita. Tapi tetep aja sih ada satu hari dalam seminggu yang membebaskan murid dan guru untuk memakai baju bebas. Mungkin salah satu tujuan memakai seragam di sekolahku itu untuk menunjukkan identitas sekolah. Tapi apapun itu memang sudah menjadi peraturan masing-masing sekolah sih 🙂

    Like

  3. Mes sama, aku juga kalau ada acara2 kayak gitu prefer pakai seragam yang udah ada aja. Ga usah jahit baru gitu, soalnya sayang juga udah dipake cuma sekali, ongkos jahit baju skr kan mahaaal 😀

    Like

  4. Hihi Mes sama kalo soal di kelompok begitu ambil keputusan udah ikut yg nayoritas aja meski sebenernya aku males pake seragam soalnya dipakenya juga jarang. Apalagi acara batak ya kawinan seragamnya si kebaya duh mau dipake ke mana lagi sih. Meski untuk seragam biasanya kebaya murah tapi kan tetep mubazir ya itu dipake cuma sekali doang. Suka pada gak mau pake seragam sebelumnya katanya gak asik nanti pas dipoto sama. Mending seragamnya sama tapi dandanan beda kali ya kan lebih manglingin daripada seragam.beda tapi dandanan sama hahaha

    Like

    1. hahahahhh betul kak… ini seragam kebayaku banyak disumbang oleh pesta Batak XD dan kalo udah pake seragam2 gitu, dandanan pun nampaknya jadi sama juga kak, meskipun katanya beda.. hahahahaaa XD

      Like

  5. Saya lebih setuju hanya dibuat aturan dress code aja. Hanya organisasi yang kadang membuat seragam yang anggotanya harus nurut.
    Kantor swasta aja sekarang gak ngatur pakaian karyawannya, yang penting layak buat dipakai ngantor.

    Like

  6. kalau acara padus2xan begini paling enak pakai seragam. emang sih yg gak enaknya pas bagian bayar masing2x. kadang sering kasian sm yg gak mampu atau keuangannya terbatas. makanya sering diantisipasi dg buat uang kas. jdnya pas ada event yg mengharuskan buat seragam, ada dana. bete-nya ya itu tuh kl disainnya gak sesuai selera. cuma sekali pakai doang. anyway, biasanya ini jg diatasi dg menunjuk salah satu orang dlm kelompok yg dkenal taste berpakaiannya okeh. meskipun belum menjamin suka jg dg modelnya, paling gak kl jelek kan malunya rame2x. wkwkwkwk …

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s