Ada Harga Ada Kualitas

Merasa rambut sudah terlalu gondrong, saya pun pergi ke tukang pangkas rambut langganan di kota kami tercinta ini. Seorang perempuan manis berambut pendek dan ber-make-up tebal menyambut kehadiran saya dengan ramah.

“Mau potong rambut,” kata saya.
“Wah, sore ini tukang potong rambutnya cuma ada Rio,” ia menunjuk ke arah pria yang sedang duduk di tengah ruangan, yang sekilas wajahnya mirip Alessandro Del Piero, pemain sepak bola legendaris Italia, “dari tim artistik kami. Mbak mau?”

Mendengar kata artistik, saya langsung bersemangat. “Mau,” sambar saya cepat. Berarti yang megang rambut saya nanti bukan orang sembarangan.

“Tolong ingatkan, mbak…” kata Alessandro, eh, Rio dengan nada menggantung kepada si perempuan manis yang bertugas sebagai kasir merangkap resepsionis, sebelum mulai mengutak-atik rambut saya.

Ternyata ia bermaksud agar si perempuan tak lupa memberitahu saya bahwa tarif potong rambut oleh kru artistik berbeda dengan yang reguler. Perempuan manis itu menyebutkan sejumlah angka dan saya setuju. Saya percaya, kalau ada harga, pastilah ada kualitas.

Kurang dari setengah jam, embel-embel ‘artistik’ yang melekat pada Rio pun terbukti. Rambut saya sukses disulap menjadi seperti rambut tante Anne Hathaway ini.

Ada harga ada kualitas

Kalau soal wajah, ya mirip juga sih. Tapi kalian harus melihatnya dari tugu Monas, pakai sedotan. XD XD

Pernah juga saya membeli sehelai kaos dengan harga tak lebih dari 30 ribu rupiah. Di labelnya tertulis ‘Made in Indonesia’. Jujur, waktu itu saya membelinya karena penasaran saja. Ingin tahu sehebat apa kaos buatan Indonesia.

Tak seperti baju-baju lain yang memerlukan perawatan tersendiri agar bisa awet, kaos ini, hingga berkali-kali dicuci di mesin cuci yang udah karatan, tak juga rusak, sampai saya bosan melihatnya.

Saya berhenti memakainya karena tubuh saya semakin melar. Bukan kaosnya. πŸ˜€ Kalau bukan karena tubuh saya yang melar, mungkin sampai sekarang saya masih memakainya. πŸ˜€

Rumah sakit (RS) pun begitu. Saya pernah memeriksakan diri di RS yang terkenal karena ‘dalamnya kantong yang harus dirogoh’ pasien untuk biaya perobatan. Tapi hingga beberapa kali pemeriksaan, bahkan udah difoto, usg, x-men, x-ray, you name it, dokter-dokternya tetap tak tahu apa sebetulnya penyakit saya.

Tak usahlah saya beritahu nama RS-nya. Nanti saya jadi Prita kedua pulak, dan kalian harus mengumpulkan koin untuk mengeluarkan saya dari penjara gara-gara pencemaran nama RS.

Hingga akhirnya karena tak kunjung ketahuan, saya pun pergi ke RS ‘sejuta rakyat’, dan dokter di sana berhasil mengidentifikasi penyakit saya.

Jadi apa sebetulnya ‘ada harga ada kualitas’? Harga ‘luar biasa’ dengan kualitas pelayanan biasa aja dan barang cepat rusak, atau harga ‘biasa aja’ tapi kualitas super dan barang nggak rusak-rusak, atau mungkin pepatahnya yang sudah terlalu tua sehingga perlu diganti menjadi…. ‘kualitas tidak ditentukan harga’ ? Atau barangkali kita sendirilah yang menentukan kualitasnya.

 

 

Advertisements

19 thoughts on “Ada Harga Ada Kualitas

  1. Arman says:

    kualitas emang tidak ditentukan harga kalo menurut gua. kualitas itu ditentukan oleh persepsi masing2 orang.

    emang rada rancu kalo membandingan kualitas dengan harga. harga itu kan fixed ya, sama untuk tiap orang. sedangkan kualitas itu beda2 tergantung persepsi dan selera. relatif. jadi gimana kita bisa membandingkan sesuatu yang sifatnya fixed dengan sesuatu yang relatif, kan gak mungkin. πŸ˜€

    contoh aja nih makan di restoran. restoran yang sama, menu yang sama, harga yang sama. tapi buat orang yang satu, rasanya enak, sementara buat orang yang lain rasanya gak enak. buat orang pertama ya kualitas makanannya sebanding harga, buat orang kedua enggak.

    Like

  2. joeyz14 says:

    Kalau soal dokter mahhh ga pandang Rs deh mess kayaknya. Kebetulan ada beberapa dokter yg bagus di rs. Tertentu

    Btw…mana foto potong rambutnya? Ciyeeee dipotong ama Del piero nih yeee :))

    Like

    • Messa says:

      Mbak, sebelum ini dipublished, tadinya mau masukin tentang jodoh juga lho. Tapi nggak jadi karna ntar makin meleber ke mana-mana pembahasannya πŸ˜…πŸ˜… Dan emang bener kalo jodoh tidak ditentukan oleh harga 😁😁

      Liked by 1 person

  3. rahmabalcΔ± says:

    untuk barang tertentu saya pake ada harga ada kualitas, untuk kesehatan kualitas tdk menentukan harga, saya jg pernah ngalamin hal sama, akhirnya dokter di RS pemerintah lbh ngerti penyakit saya, dibanding dgn Dr yg saya kudu bayar sendiri, untuk harga ada kualitas itu berlaku buat kaki saya, selalu kapok beli asal murah dan kaki lecet2..ga pernah beruntung nemu sepatu murah nyaman dikaki.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s