Polisi juga Manusia

Beberapa minggu yang lalu, Dave untuk pertama kalinya mengurus perpanjangan STNK 5 tahunan di Balikpapan. Katanya, mumpung lagi nggak ada syuting, dia rela ngurus sendiri ke Samsat. Nggak pake calo.

Prosesnya nggak ribet. Yang lama cuma pas ngantri di bagian Cek Fisik. Selesai dari Cek Fisik, bayar di kasir. Terakhir, tinggal menunggu panggilan di konter penyerahan plat dan STNK. Cuma Dave agak heran karena dimintai nomor telepon di konter penyerahan STNK lama. Membuatnya berpikir: jangan-jangan Samsat mau memakainya sebagai maskot baru??

Setelah nunggu beberapa lama, Dave pun dipanggil pak polisi yang duduk di belakang konter. Pak polisi menyerahkan STNK baru dan meminta Dave menandatangani buku tanda terima.

“Ini udah selesai, pak?”

Udah pak Dave.

“Platnya mana, pak?”

Stok platnya lagi kosong, pak. Nanti kalo udah ada, bapak akan kami hubungi di nomor yang telah bapak cantumkan tadi.

“Oh, gitu. Saya kirain Samsat mau nunjuk saya jadi maskot baru makanya tadi ditanyai nomor telepon. πŸ˜€ Kapan kira-kira saya ditelepon? Soale bentar lagi plat saya bakalan habis masa berlakunya, pak. Ntar kalo tiba-tiba di priit sama polisi di tengah jalan, gimana, pak?”

Bapak tunjukkan saja surat tanda bayar ini….

“Ooo… Oke, pak… Terima kasih…”

Kemudian lewat seminggu, dua minggu, tiga minggu, Dave tak kunjung ditelepon. Sementara dalam beberapa hari lagi, bulan akan berganti ke Juli.

Nggak santai, Dave pun memutuskan kembali ke Samsat. Soale belajar dari pengalamannya selama ini, jika berurusan dengan birokrasi, rakyatlah yang harus aktif. Kalo kita diam, ya mereka diam juga.

Sesampainya di Samsat, Dave menanyakan nasib platnya ke bagian informasi. Lalu bagian informasi menyuruhnya bertanya ke bagian plat kendaraan yang berada di pelataran parkir, di bawah tenda biru. Iya ciyus, tenda biru.

Di bawah tenda biru ada tiga bapak-bapak yang sepertinya sedang tidak berminat diganggu pagi itu. Maka Dave berjalan terus dan masuk ke ruangan kecil yang di dalamnya terlihat ribuan plat gentayangan. Untung bapak penunggunya nggak terlihat gentayangan juga. Kalo gentayangan, wah bisa semaput si Dave.

“Selamat pagi, pak. Saya mau tanya nasib plat saya. Udah hampir sebulan, saya koq nggak ditelepon?” Katanya sambil menunjukkan STNK dan surat tanda lunas bayar.

Si bapak penunggu memeriksa STNK Dave dan memberinya kabar, “Oh, untuk bulan segini memang belum ada platnya, pak. Untuk sekarang, plat yang tersedia adalah untuk yang mengurus bulan Januari lalu. Coba bapak datang lagi ke sini sekitar bulan November atau Desember.”

Kwang, kwang, kwang… Dave kembali mengulang kekuatirannya, “Lah trus kalau saya tiba-tiba diberhentikan polisi di tengah jalan, karena plat udah kedaluarsa gimana pak? Apa nggak ada surat resmi dari Samsat atau plat sementara gitu?”

Dan si bapak kembali mengulang kalimat yang pernah disampaikan oleh pak polisi beberapa minggu lalu:

Bapak tunjukkan saja surat tanda bayar ini. Biarkan bersama di dalam STNK ini, jangan dilepas.

“Hmmm… Okelah pak. Terima kasih…”

“Kalau boleh tahu, kenapa lama sekali nyetak platnya? Apa perlu saya jadi rekanan Samsat dalam pengadaan plat kendaraan bermotor, supaya nggak perlu nunggu lama kayak gini?”

Dave bertanya-tanya. Tapi tentu saja hanya bertanya-tanya dalam hati. Ia belum punya nyali bertanya sejauh itu ke bapak penunggu. Katanya takut, ntar diapa-apain kalo rakyat terlalu kritis.

Cuma ya koq kayaknya berat sebelah aja gitu lho. Kalo rakyat terlambat bayar pajak, didenda. Lah kalo situ yang terlambat ngasih plat, kenapa nggak ‘didenda’ juga? Gratis nonton film di bisokop sama patjar selama 6 bulan tiap malam Minggu, misalnya…

Tapi yaaah, bagaimana pun juga, polisi juga manusia. Punya rasa punya hati. Jangan samakan dengan pisau belati, kata Seurieus.

Makanya Dave hanya bisa berharap, mudah-mudahan kasus Engeline di Bali tak bernasib sama seperti platnya yang akan selesai bulan November, Desember, atau mungkin pas tahun baru 2016 nanti…

 

 

 

Advertisements

17 thoughts on “Polisi juga Manusia

  1. aqied says:

    Plat ku yg bayar Juni 2014 juga baru jadi akhir november 2014 koq. Berkali2 kena razia, tdk jd masalah. Kalo smp dipermasalahkan ya malah aneh. Lha wong mereka yg lebih tau kenapa plat belum jadi

    Liked by 1 person

  2. Fahmi (catperku) says:

    Hahaha, begitulah, kalau berhadapan dengan birokrasi dan instansi disini~ Haarus siapin banyak – banyak kuota bersabar πŸ˜€ Entah apa yang bikin mereka ngerjain apapun jadi lamban~

    Like

    • Messa says:

      Di LA STNK nya pake perpanjangan 5 tahun nggak koh? gara2 ada masalah ini, banyak yang komen, bahwa pergantian plat 5 tahunan ini cuma pemborosan. Pajaknya aja yg dibayar tiap tahun, tapi kalo plat nggak usahlah diganti2.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s