Tempat Orang Kaya

Entah kenapa, dalam beberapa perjalanan yang pernah saya tempuh, melihat perkampungan orang kaya selalu ada dalam itinerary yang tentunya bukan dirancang oleh saya. πŸ˜€

Di Bandung misalnya. Ketika menyambangi kota factory outlet ini beberapa tahun lalu, saya dibawa mengelilingi komplek orang kaya yang namanya saya sudah lupa. Ukuran rumah-rumah mewah di komplek itu serupa dengan ukuran rumah-rumah mewah yang pernah saya lihat di perumahan orang kaya di Medan.

Pernah dalam satu masa, sewaktu bersekolah di Medan, setiap hari pergi dan pulang saya berjalan kaki melewati rumah-rumah mewah nan besar ini dan kadang mengaguminya karena bentuk bangunannya membuat saya takjub.

Kadang saat lewat, terdengar denting piano yang dimainkan dengan apik. Saya pun berlambat-lambat agar bisa menikmati konser musik klasik gratis di pagi hari. Kadang terdengar suara anjing menggonggong. Kadang terlihat mobil-mobil mewah keluar masuk.

Semua pengalaman ini kadang membuat sayaΒ bertanya-tanya orang-orang seperti apa yang tinggal di situ? Apa pekerjaan mereka hingga bisa membangun rumah sebesar itu? Bahagiakah mereka tinggal di situ? Apakah anak-anaknya bersekolah di sekolah negeri macam saya atau disekolahkan ke luar negeri?

Pada zaman itu, saya pernah bermimpi. Kalaulah orangtua (ortu) saya punya rumah mewah sebesar itu dan duitnya gak habis-habis, saya akan meminta mereka untuk menyekolahkan saya di luar negeri hingga ke jenjang tertinggi, daripada duitnya dipakai untuk berhedon ria.

Dan daripada ortu menimbun harta, saya akan meminta mereka untuk menyumbangkan hartanya ke orang-orang yang membutuhkan. Toh kalau mati, tak secuil pun dari harta itu akan dibawa ke liang lahat yang (biasanya) cuma sebesar 1×2 meter itu, kan?

Okelah mungkin Anda akan minta dikubur dengan beberapa koleksi liontin zamrudmu atau koleksi batu akikmu. Tapi yakinlah, tak sampai beberapa jam, pencuri akan segera membongkar makammu dan mengambil batu koleksimu yang Anda pun sudah tak tahu menahu lagi keberadaannya karena Anda sekarang sudah dalam bentuk jasad dan sebentar lagi kembali menjadi debu tanah. Ya, debu tanah. Dari situlah Anda dan saya berasal.

Tapi menurut teman saya, biasanya para asisten rumah tangga alias pembantu lah yang menempati rumah-rumah mewah itu. Sedang para pemilik bermukim di Singapura atau di luar negeri sana. Rumah-rumah mewah itu hanyalah satu dari beberapa properti si pemilik, yang dijadikan jaminan untuk meminjam uang di bank, untuk memodali bisnis orang-orang kaya tersebut. Entah darimana kawan saya mengetahui itu. Mungkin ortunya jurnalis….

Nah, kalau di Christchurch, Selandia Baru, tempat orang kaya ini berada di perbukitan Cashmere Hills, dengan ukuran rumah yang tak sebesar rumah orang kaya di Bandung dan Medan. Tapi lokasinya memang juara. Dari atas situ, Anda bisa memandang Christchurch sampai puas.

Christchurch from Cashmere Hills

Agak berbeda dengan Bandung, Medan, ataupun Christchurch yang memilih tempat agak tinggi untuk mendirikan perkampungan orang kaya, di Saigon atau Ho Chi Minh City, saya tak melihat satu rumah pun dibangun segede-gede gambreng ketika kami tiba di lokasi orang kaya.

Saya pun bingung. Mana rumah orang kayanya? Tanya saya ke Nona Kaki Indah yang menemani kami sore itu. Ternyata orang-orang kaya di sana tinggal di apartemen di dalam gedung-gedung bertingkat yang memang tersebar di tempat itu…

Ah, benarlah adagium klasik yang berkata, “lain lubuk lain ikan”, lain ladang lain pula tempat orang kaya-nya…

danau orang kaya di saigon

Sebelum mengakhiri sesi keliling, kami pun berfotoria dengan latar danau mini yang saya sebut sebagai ‘danau orang kaya’… Siapa tau sehabis jeprat-jepret, saya kecipratan rezeki orang-orang kaya ini hingga bisa membangun rumah impian seperti yang pernah saya lihat di Selandia Baru sana…

Cenderung kecil memang. Saking kecilnya, pencuri pun mungkin malas melirik rumah tersebut. Tapi justru itulah yang membuatnya menarik. Malam hari saya bisa tidur nyenyak tanpa kuatir maling akan membobol, sekaligus tak perlu repot hingga punya tiga asisten rumah tangga untuk membersihkannya dari depan hingga belakang….Β #eaaaaa#

*mes, mes bangun mes. iler lo udah kemana-mana tuh. lap dulu gih*

 

 

Advertisements

10 thoughts on “Tempat Orang Kaya

  1. alrisblog says:

    Beda orang beda seleranya.
    Saya pernah baca, Warren Buffet (orang terkaya peringkat ketiga di dunia) masih tinggal di rumah yang dia beli puluhan tahun lalu, rumah itu menyenangkan buat dia. Padahal rumah itu sederhana menurut ukuran kekayaannya. Padahal kalau melihat kekayaannya apa sih harta dunia yang tidak bisa dia beli?

    Saya setuju sama Mess kalo jadi orang kaya bikin rumah yang nyaman, aman dan gak perlu gede, hehe…

    Liked by 1 person

  2. Binibule.com [Tjetje] says:

    Aku pernah berurusan sewa menyewa rumah dengan orang kaya yang rumahnya kececeran di daerah-daerah elite Jakarta. Beliau anaknya hanya satu dan sudah cukup sukses, dari kacamatku, dia gak butuh duit lagi. Ternyata urusan sewa dia minta dibayar cepat karena dia perlu uang cepat untuk IVF anaknya yang butuh biaya tak sedikit. Orang kaya pun punya masalah sendiri-sendiri, dan seringkali, masalah mereka tidaklah murah.

    Liked by 2 people

  3. Marialc says:

    Mes, itu foto rumah sebelah kiri keliatan nyamaaaannn banget. Ahh cantik2 banget yaa rumahnya πŸ™‚ Aku jg sering kepikiran itu orang2 yang rumahnya segede lapangan golf pada kerja apa yaa duitnya banyak banget. Hahaha ga penting bgt ya πŸ˜€ πŸ˜€

    Liked by 1 person

  4. -n- says:

    Makin byk duitnya, godaannya emg makin besar (nominalnya). Jd kmungkinan untuk lebih boros, itu selalu ada. Kita (ciyeeee ‘kita’) masih bisa mikir untuk bersedekah lebih banyak, krn masih ada di level kekayaan yg segini-segini aja (jd godaannya gak tinggi krn dokunya jg ga banyak).

    Liked by 1 person

  5. sikiky says:

    Iya sih enakan rumah kecil! Setengah jam beresin kelar, ngga perlu beli banyak barang, etc! I love the last picture! Mau donk rumah kayak gitu

    Like

  6. Messa says:

    Tapi kalo halaman luas, refot juga ngebersihinnya kang πŸ˜€ aku pilih ada danau di depan rumah aja hahaahh πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s