Inner Beauty is Good, But…..

Bangun tidur ku terus mandi

Tidak lupa menggosok gigi

Habis mandi ku turun ke ruang makan

Tidak lupa membawa kupon *soale kata staf hotelnya, kalo nggak bawa kupon nggak bisa sarapan, kakak* 😀

Di ambang pintu ruang makan, saya pun mengambil kupon sarapan yang tadi kuselipkan di kantong belakang celana jins dan bersiap menyerahkannya ke mbak-mbak staf hotel yang pagi itu tampak sibuk menulis sesuatu pada clipboard yang ditentengnya.

Saya tersenyum padanya, ia membalas senyuman saya, serta merta meminta nomor sepatu dan nomor rekening saya. Bonus dari hotel untuk pengunjung yang pertama kali senyum pagi itu, katanya. Oke, saya bercanda. Dia nggak minta nomor apa pun, bahkan tak bertanya dari kamar nomor berapa saya berasal. Interaksi kami hanya sebatas bertukar senyum.

Maka setelah ‘sungkem’ singkat itu, saya pun berbelok ke sebelah kanan, menuju meja panjang berisi peralatan makan serta berbagai macam pilihan makanan.

Berhubung ‘perut nasi’, saya pun mengambil nasi goreng ditambah lauk pauk seadanya dan duduk di sudut, menikmati sarapan dengan tenang. Seadanya itu berarti: mencicip semua lauk yang tersedia di meja. Sedangkan ‘perut nasi’ artinya: belum kenyang kalo belum makan nasi. 😛 😛

sarapan

Usai nasi goreng, saya menyambung ritual sarapan dengan membaca koran ditemani roti dan susu. Ah, inilah enaknya liburan. Kau tak perlu masak. Maklum, saya bukan ratu dapur, kakak. 😛 Jadi nikmatilah sarapan sepuasnya mumpung ada yang masakin. 😛 Dan jangan tanya ke mana nasi goreng yang baru saja saya embat. Biasanya perut ‘tahu diri’ kalo lagi liburan. XD

Selagi menikmati sarapan ronde kedua ini, terlihat beberapa tamu yang hendak ikut sarapan seperti saya, dicegat oleh staf hotel dan bertanya dari kamar nomor berapa serta meminta kupon sarapan. Setelah menerima kupon, ia lalu mempersilakan tamu-tamu itu masuk.

Saya pun sedikit heran. Kenapa tadi saya dibiarkan masuk tak pakai interviu-interviu segala? Apa mungkin tadi terlihat tulisan ‘don’t mess with me’ di dahi saya? Atau apa mungkin wajah saya terlihat macam muka konglomerat pemilik hotel? Oke yang terakhir ini agak lebay. Tak mau ambil pusing dengan kemungkinan-kemungkinan itu, saya kembali tenggelam dalam susu dan koran.

Keesokannya serta hari-hari selanjutnya, saya beserta beberapa tamu kembali diperlakukan istimewa, dan tamu-tamu lainnya dimintai kupon serta ditanyai ini-itu. Rasa penasaran yang membuncah di dada (halah, bahasamu Mes) akhirnya membuat saya mencari tahu alasan mereka memperlakukan para tamu seperti itu.

Maka setelah melakukan penelitian gadungan, inilah kesimpulan abal-abal saya: alasan staf hotel tak mengecek kupon sarapan pagi serta tak bertanya ini-itu hanyalah gara-gara saya memakai lipstik, tak bertampang kucel, rapi, pede, tak celingak-celinguk, serta talisum: tak pelit senyum. XD

Gampang banget ternyata cara memenangkan kepercayaan orang, ya? Memang agak dangkal sih, menilai seseorang hanya dari penampilan luarnya. Tapi tak bisa dipungkiri, peranan pencitraan ini tak bisa dipandang sebelah mata, karena penampilan luarlah yang dilihat orang pertama kali.

Ingat kasus Malinda Dee? Konon gara-gara selalu tampil prima bin kinclong makanya beliau dipercaya klien. Tapi Malinda kebablasan memanfaatkan kepercayaan kliennya itu untuk kepentingan pribadi.

Nah, buat Anda yang merasa sering diperlakukan semena-mena, dicuekin, diremehkan, cobalah tampil kinclong sedikit. Tak perlu menor hingga kayak pemain lenong. Cukup bubuhkan bedak tipis di wajah, sapukan pemerah pipi, plus poles lipstik di bibir. Done! You’re ready to rock the day! 

sumber foto: Dior

Kalo belum tau mau pakai lipstik apa, mungkin bisa cari referensinya di blog travel writer favorit saya yang cantik dan juga senang dandan, plus yang baru nelurin buku traveling keduanya ini. Di blognya, doi cukup rajin mengulas lipstik.

#Udah jago nulis, cantik, senang dandan juga. Apa sih yang kamu nggak bisa mbak Fe? 😀 Kira-kira ada proyek buku ke-3, kah? Kalo ada, bolehlah saya diikutsertakan untuk kontribusi foto. Atau mungkin butuh foto keren untuk sampul buku?# XD #uhuk# #gini nih, udah dipuji-puji, belakangan ada udang di balik bakwan# Halah.

Tapi nggak selamanya berpenampilan rapi memuluskan karir. Seperti fotografer beken Andra Alodita, misalnya. Konon di awal berkarir, doi sering dianggap remeh tak bisa memotret hanya gara-gara selalu tampil rapi dan dandan. Padahal apa salahnya sih tampil rapi?

Inner beauty is good, but a little lipstick never hurts.

Eh, jangan lupa kalian beli buku Menghirup Dunia, ya. Belinya dua. Untukmu satu, untukku satu. Jatah preman. #uhuk#

💋💋💋

 

 

 

Advertisements

18 thoughts on “Inner Beauty is Good, But…..

  1. hahaha ini nohok banget ya mbaaa, aku inner beauty-nya bener2 inner banger dehh sampe gak keliatan 😀 Boro2 dandan, pake lipstik, mandi aja males ye kaan, jadi udah biasa siihh kalo dinomorduakan kayak gitu, akurapopo. Tapi aku terharu kadang masih ada juga orang yang gak menilai dr penampilan, semua dilayani sama meskipun aku kucel 😀

    Like

    1. Mestinya memang kita tak dinilai dari apa yg kita pakai ya Rinta. Tapi ya itu tadi, dunia ini masih menjunjung tinggi penampilan luar 😉 aku pun terharu kepada mereka2 yg masih memperlakukan orang sama rata.

      Like

  2. Halo.. Mau tanya, gambarnya aku lihat agak blur gitu..
    Memang gambarnya begitu atau komputer ini yang lama nge load nya ya? hehe

    Bener si hahaha, penampilan memang yang dilihat pertama kali..

    Like

  3. yupp, ini kadang tricky juga kak,
    kadang klo pasien rada dekil kita kasian liatnya, ratenya diturunin dikit, tp pas waktu bayar rasanya sakit bgt liat dia ngeluarin dompet lusuh yang isinya BUANYAK,hahhaa
    tp klo tampilan modis plus menor malah yg sering “nawar” hahaha

    Like

  4. Kalo kata Papa ku ke anaknya yg tomboy bet dulu ini.. Dandan itu perlu karena yang melihat hati itu cuma Tuhan yg bisa. Manusia ya melihat rupa 🙂 *ngutip Alkitab*

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s