Pemandu Anda Hari Ini

Pagi yang dingin di Hanoi tak membuatnya pelit mengumbar senyum ketika menyambut kami di lobby penginapan. Sambil menyalami kami, dia memperkenalkan dirinya sebagai Jerry, “Pemandu Anda hari ini.”

jerry the happy guide

Selain ramah, pintar pula mengambil hati. Dia mendapatkan perhatian saya di tempat perhentian pertama kami hari itu, sebuah kafe apung berbentuk kapal di, sebut saja namanya, Danau Kura-Kura.

“Aku suka rambutmu” katanya tiba-tiba kepada saya yang mengekor di belakangnya saat menuruni tangga kafe. Terkejut dapat pujian pagi-pagi, saya pun refleks mengucapkan terima kasih dan mengatakan bahwa saya juga menyukai rambut pendeknya yang ala pixie cut itu.

Darinya pula saya mengenal istilah happy room yang tak lain tak bukan adalah sebutan lain untuk toilet! Dasar, Jerry! Tapi emang bener, kan? Begitu tiba di toilet, kita semua pasti pada lega dan happy karena bisa buang hajat yang sedari tadi sudah ditahan-tahan dalam celana, betul? πŸ˜€

Jangan terkecoh dengan tubuhnya yang bertinggi semekot (semeter kotor) itu. Meski mungil, terdapat semangat membara untuk menyenangkan dan melindungi para tamu. Tengok saja salah satu aksi beraninya yang tak ragu menghalau musuh, eh, maksud saya pengunjung lain, yang mengganggu sesi foto kami di depan mausoleum Uncle Ho, pemimpin kebanggaan mereka.

mausoleum uncle ho

“Woy!” teriaknya sambil membuat gerakan tangan untuk menyuruh orang-orang itu bergeser dari tempat kami berdiri.

Dan sepertinya tak ada basa-basi dalam kamusnya. Sikapnya yang ini dia praktekkan kepada anggota keluarga saya yang tiba-tiba pengen ke happy room lagi, ketika kami sudah hendak berangkat menuju situs lain.

“Lima menit,” kata Jerry.

“Kalau lewat, Anda saya tinggal!” katanya lagi, tegas. Hahahaa…

Karena beberapa polah tingkahnya itu, keluarga saya dengan bercanda mengatakan bahwa si Jerry merupakan KW2-nya saya. Alamak! Tapi ada benernya juga, sih. Belakangan saya jadi berpikir kalau Jerry adalah kembaran saya yang lahir di Vietnam. Cuma bedanya, dia beberapa tahun lebih muda dari saya. Hahahaaaa…..

Malamnya, saat pergantian tahun, ia kami kejutkan dengan sekotak kue pemberian kami. Kebetulan ia pun berulang tahun hari itu. Jadilah wajah mungilnya itu sumringah tak henti-henti.

“Aku tak mau membuka kuenya di sini. Nanti saja kalau sudah tiba di rumah barulah kubuka,” katanya sambil menjepret kotak kue beberapa kali dengan senyum yang masih tersungging di bibir.

Nah, malam itu juga kami memiliki agenda untuk merayakan pergantian tahun di alun-alun bersama lautan manusia, plus mendengar house music yang jedang-jedung membikin mumet kepala. Entah di mana letak nikmatnya.

Jangan salah sangka, saya senang mendengar musik yang berirama cepat seperti Don’t You Worry Child-nya Swedish House Mafia, misalnya. Tapi musik yang kami dengar malam itu, hentakannya aneh. Mana pula ditambah volume yang super kencang, makin tak ada nikmatnya saya rasa.

lautan manusia di malam pergantian tahun baru di Hanoi

Saat itulah, air muka saya, yang sudah saya atur sedemikian rupa agar tak terbaca oleh siapapun (pakai poker face lahΒ ceritanya), bisa dibaca si Jerry. Entah bagaimana, mungkin yang dilihat si Jerry bukan poker face, melainkan boker face. πŸ˜€ Emang gak bakat jadi pemain sandiwara. Wajah saya tak bisa bohong. πŸ˜€

“Are you okay?” tanya Jerry sopan dengan mimik kuatir.

“I’m okay,” jawab saya pendek, setengah terkejut karena dia bisa membaca wajah saya di jalanan yang minim penerangan.

Untunglah tak berapa lama kemudian kami kembali ke penginapan untuk mengadakan ibadah pergantian tahun. Lupakan kembang api, lupakan musik ajeb-ajeb. Tak ada yang lebih syahdu dari membuka tahun dengan berkumpul bersama keluarga, saling bermaafan meskipun sambil menahan kantuk, serta menikmati kue cokelat yang sudah lumer gara-gara kami lupa menyimpannya di lemari pendingin. πŸ˜€

Oh, iya, Jerry itu perempuan. Dan dalam perjalanan pulang ke penginapan, tepat pukul 00:00, lagu Happy New Year-nya ABBA diputar di seluruh kota termasuk di saluran radio yang kami dengar di dalam van.

Jerry dengan antusias menjelaskan bahwa lagu tersebut sudah diputar sejak zaman tahun jebot (pokoknya udah lama banget), di setiap pergantian tahun. Dalam hati saya bertanya-tanya, mengapa gerangan Vietnam menjatuhkan pilihannya ke lagu yang bernada sendu itu sebagai lagu penutup dan pembuka tahun? Mungkin karena liriknya, kali, ya? Well, entah apa pun alasannya, yang jelas Jerry nampak amat bahagia ketika bernyanyi. Dan akhirnya kami semua pun ikut menyanyikan lagu tersebut di sepanjang jalan menuju penginapan…

 

Happy New Year, Happy New Year

May we all have a vision now and then

Of a world where every neighbor is a friend

Advertisements

10 thoughts on “Pemandu Anda Hari Ini

  1. kekekenanga says:

    hallo Kakak Messa, lama nggak mampir disini ehh hehehee
    aku pikir Jerry itu cowo loh, fotonya itu mirip cowo, mmng sih keliatan tegas bgt yah πŸ™‚
    Seru pasti deh πŸ˜€

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s