Dompet

Pagi ini ketika mencari kartu debit yang saldonya sudah tiris dari laci meja kamar, tampaklah si dompet kulit berwarna coklat tua yang saya pensiunkan sejak sebulan lalu. Lebih dari sepuluh tahun ia menemani saya, baik dalam (keadaan keuangan) susah maupun senang. Saya memang lumayan awet kalau punya barang. Bukan karena tidak suka melihat dompet lain atau dompet keluaran terbaru. Saya munafik kalau bilang tidak suka melihatnya. Tapi saya tidak butuh.

Adapun alasan saya mengganti dompet bukan karena jumlah uang atau kartu debit/kredit saya semakin banyak, atau karena saya kegenitan pengen dompet baru. Alasannya lebih kepada aspek keamanan dan kebutuhan. Dompet saya yang lama tak punya ritsleting. Mengakibatkan besar kemungkinan tercecernya uang serta kartu-kartu penting.

Dompet

Saat memandang si dompet lama, terbersit secuil keinginan untuk kembali menggunakannya. Saya pikir seperti ini jugalah rasanya berpisah dengan kebiasaan lama, terlebih kepada kebiasaan buruk. Berat.

Jadi apa solusinya jika berat mengatakan selamat tinggal kepada dompet lama? Coba pindahkan dompetnya ke tempat yang tidak bisa Anda lihat sewaktu-waktu, atau berikan ke orang lain yang membutuhkan. Kalau mau ekstrim, buang dompetnya ke tong sampah atau bakar.

Solusi bakar barang lama ini bisa juga digunakan untuk mengubah kebiasaan menyimpan foto mantan pacar, yang masih Anda harapkan kembali ke pelukan Anda. Padahal sang mantan sudah beranak istri/suami… Kalau kata Bang Rhoma, “Sungguh terlalu…”

Mengubah kebiasaan memang bukan perkara gampang dan mungkin terasa risih pada awalnya. Tapi kalau tidak dimulai dan tidak dibiasakan, maka Anda takkan pernah berubah. Pertanyaannya, seberapa baik Anda menginginkannya?

 

 

Advertisements

25 thoughts on “Dompet

  1. gua juga baru ganti dompet nih. setelah 7 tahun! hahaha.
    jadi dompet yang lama emang udah jelek banget. jadi ya gak bisa dikasih ke orang, mesti dibuang. šŸ˜€

    Like

  2. Aku sih tergantung barangnya kak, kalo sayang banget ya susah juga mau dibuang šŸ˜€ bln lalu aku habis buang2in novel di kamar kost krn uda menuh2in tempat, lumayan lah 1/2 polybag :mrgreen:
    Klo yg masalah mantan pacar sih, aku cepet move on kak. Paling lama 1-2 bulan, urusan kelar šŸ˜› wkwk

    Like

    1. Waah, novel apa tuh Grace? Sayang banget dibuang.. aku lagi ada rencana mau kirim buku2 bacaan utk anak&remaja di Samosir soale. Kalo soal mantan, caramu sudah tepat itu ;D

      Like

  3. huaa aku juga suka susah buang barang mba mes. pasti disimpen2 akhirnya numpuk.. untuk dompet sih untungnya aku juga betahan pakenya jadi selama belum bermasalah belum diganti šŸ˜€

    Like

    1. orang kan beda2, eda Py šŸ˜€ makanya produsen tas or dompet pasti seneng banget tuh kalo punya klien kayak dirimu, dan sedih banget kalo punya klien kayak gue hahahaa šŸ˜€ *peace*

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s