Guru Killer

Menghadapi guru galak atau killer itu gampang-gampang susah. Sebenarnya lebih banyak susahnya, sih. πŸ˜€ Apapun yang dikerjakan pasti serba salah. Yang paling bener cuma si guru seorang. πŸ˜€

Tapi dari kakak kelas, kami mendapat bocoran bahwa guru kami yang galak ini senang jika siswa berkunjung ke rumahnya. Ditambah bonus: siapa mengunjungi, maka dia nggak bakal dimarahi secara β€˜tidak terhormat’ di kelas.

Untuk membuktikan teori itu, saya dan teman-teman segeng, yang berada dalam frekuensi yang sama (udah macam radio aja pun pake frekuensi), main ke rumah guru kami tersebut. Modusnya bertahun baru. πŸ˜€

Di rumahnya, kedatangan kami disambut baik dan kami diberi makan kue-kue. Dan selama berada di sana, guru kami itu nggak killer seperti di sekolah. Beliau pun ternyata humoris dan senang bercerita. πŸ˜€

guru killer euy

 

Lalu apa yang kami dapat dari kunjungan itu? Hasilnya selama setahun diajar doi, kami diperlakukan istimewa. Walaupun sesekali kena marah atau semprot, tapi semprotannya tidak sekeras seperti ke teman-teman lain yang tidak pernah mengunjungi beliau di rumahnya. Ternyata teorinya benar! πŸ˜€

Nah, jika Anda punya kolega yang rada killer atau rada pain in the ass, cobalah sesekali ajak makan, karaokean, ngopi bareng, atau main ke pondoknya. Mungkin nantinya di sela-sela sesi curhat obrolan dari hati ke hati ngalor-ngidul, Anda bisa menyisipkan pesan: abis ini lo baik-baik ke gue, ya? πŸ˜€

Siapa tahu setelah kunjungan Anda, sikap si kolega akan melunak. Tapi harap diingat, judulnya ‘siapa tahu’, bukan ‘sudah pasti’. πŸ˜€ Soale saya sendiri belum pernah meneliti tingkat kevalidan teori ini. :mrgreen:

Tertarik mencoba?

Menariknya, ada juga yang berpendapat bahwa pendekatan dengan cara seperti ini (makan/nongkrong bareng, dlst), masuk dalam kategori berpolitik. Karena orang yang diajak makan/dikunjungi, notabene adalah seseorang yang berkuasa. Dan mereka (si pengajak) ingin mendapatkan keuntungan dari kegiatan itu. Kalau gitu, pacaran juga termasuk berpolitik, dong? Kan, sama-sama pake acara makan bareng, karaokean, nongkrong, ngopi, nonton…….

 

 

Advertisements

14 thoughts on “Guru Killer

  1. Eh iya Mbak Messa, guru aku juga ada yang kayak gitu, kalau disamperin ke rumahnya jadi baik, mungkin jadi berasa ada ikatan emosional kali ya *tsaaahh* hahahaha….
    Soalnya aku juga gitu, kalau ada orang yang udah main ke rumah biasanya jadi ngerasa deket.. *AnakGampangan* πŸ˜€

    Like

  2. Aku pernah disarankan untuk berkunjung ke dosen killer, bawa makanan. Dosennya menolak internshipku. Nangis aku, karena merasa jijik dengan diri sendiri. Tapi aku nurut, hasilnya, ga cuma internship di approve, tapi dapat petuah bijak: belajar bahasa ketiga. Saran itu berguna banget.

    Liked by 1 person

  3. aq ketemu guru galak cuma pas smp, tapi ga ada pikiran mau cari tau dimana rumahnya.. apalagi rencanain utk ke rumahnya! no way!! hahahaha… tapi kalo ketemu temen yg galak trus ke rumahnya, udah pernah! Then the theory is work!! hehehe..

    Like

  4. Pingback: TK | hot chocolate

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s