Bau

Selagi mengutak-atik leptop di ruang tunggu bandara, bau kurang sedap samar-samar tercium oleh hidung saya. Saya pun melirik ke kiri dan ke kanan, sambil mengendus-endus mencari tersangka sumber bau.

bau

Setibanya di rumah, alangkah terkejutnya saya bahwa ternyata bau kurang sedap itu berasal dari tubuh saya sendiri. Pagi itu, sebelum check-out dari hotel, saya memang tidak mandi demi bisa tiba di bandara secepat mungkin, sebelum terkepung macet jalanan ibukota.

Ironis bukan? Tapi bukankah kita juga sering seperti itu? Ketika ada hal yang kurang baik menimpa kita, kita sibuk mencari orang lain untuk disalahkan, atau sibuk menuduh. Padahal diri kitalah yang sebetulnya tidak beres.

Daripada sibuk menuduh atau menyalahkan orang lain atau pihak lain, kenapa tidak mulai mengoreksi/memeriksa/introspeksi diri sendiri?

Advertisements

9 thoughts on “Bau

  1. Ya sering!! Apa apa pasti nyalahin orang lain duluan dari hal kecil. Seperti pulpen pindah tempat, padahal yang mindahin dan lupa diri sendiri 😀
    Nah itulah, perlu belajar terus untuk itu 🙂
    Tulisannya bagus, pendek tapi jlebb..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s