Foto Kilat

Satu siang di sela-sela pergantian mata kuliah, hujan deras disertai petir, tak henti-henti menyambar-nyambar.

Si Eli, teman saya yang duduk paling kiri di dekat jendela kaca, tiba-tiba mencondongkan tubuhnya ke jendela, lalu menengadahkan kepalanya ke atas, ke arah petir, sembari tersenyum.

foto kilat
foto kilat (http://www.whydoes.org/why-does-it-thunder)

 

Saya yang duduk persis di belakangnya dan melihat tingkahnya itu bertanya-tanya dalam hati, apakah Eli sedikit ‘tak waras’.

“Ngapain, lu?” tanya saya penasaran.

Eli berbalik dan menjawab, “Itu lho, Mes, Tuhan lagi motret kita tuh dari surga! Ayo ikutan!”

“Makin sering kita melihat ke si petir, berarti foto kita makin banyak di surga!” tambahnya bersemangat. Dan lucunya membuat saya bersemangat juga! Ha!

Eli berbalik dan berpose lagi ketika petir yang lain datang.

Well, saya pikir tak ada ruginya mencoba. Lagipula kepala sudah mumet dengan akuntansi, sekali-sekali tak apalah berpose di depan petir. Saya pun mendekatkan diri ke Eli dan kami berpose dengan senyum lebar di wajah menghadap ke petir. Berdua kami kini punya foto di surga! Hahay! 😀

Sampai sekarang, jika posisi saya memungkinkan untuk melihat petir, saya pasti akan berpose ketika ia menyambar. Sangat menyenangkan! 😀

Untuk Anda yang mau punya foto di surga, atau sedang mencari cara baru untuk bersenang-senang, besok-besok kalo ada petir/kilat/halilintar muncul di tempat tinggal Anda, jangan langsung ngumpet, strike a pose! 😉

 

Advertisements