Kurban

Ketika Abraham berusia 100 tahun, ia akhirnya mendapatkan anak yang dijanjikan Tuhan kepadanya. Ishak, begitu ia menamakan anak laki-lakinya itu. Artinya “Ia Tertawa”. Sebab ketika Tuhan menjanjikan anak kepada Abraham dan Sara istrinya, mereka tertawa. Karena menurut mereka mustahil akan memperoleh anak di saat mereka sudah layu, alias sudah sangat tua. Lagipula, Sara sendiri sudah mati haid. Makanya mereka tertawa.

Tapi tentu tak ada yang mustahil bagi Tuhan. Dan herannya, setelah mereka mendapatkan Ishak yang telah lama dinanti, Tuhan justru meminta anak itu dikurbankan, karena Ia ingin menguji kesetiaan Abraham kepadaNya. Abraham tak mengeluh, tak protes, tak marah, tak berandai-andai, tak bertanya-tanya, dan tak berkicau di twitter/facebook/path karena kegalauannya. Sebab pada zaman itu memang belum ada facebook, twitter, path dan teman-temannya…..

Tak ada keraguan kepada perintah Tuhan dalam diri Abraham. Jika memang Tuhan menghendaki anak yang dikasihinya itu sebagai kurban bakaran, maka Tuhan akan mendapatkannya. Ia percaya, jika Tuhan yang menyuruh, pastilah itu yang terbaik menurutNya.

Setelah Abraham dan Ishak tiba di gunung yang berada di tanah Moria, tempat yang ditunjuk Tuhan untuk mengurbankan Ishak, Abraham pun mendirikan mezbah. Di situ ia menyusun kayu bakar, mengikat Ishak, dan membaringkannya di atas kayu bakar yang telah disusunnya. Lalu diambilnya pisau untuk menyembelih Ishak. Tapi kemudian malaikat Tuhan berseru kepada Abraham agar ia tidak menyembelih anaknya itu. Sebagai gantinya, Tuhan memberi seekor domba jantan untuk kurban bakaran. Sebab sekarang tahulah Tuhan, bahwa Abraham setia, hormat serta taat kepadaNya, karena ia tidak menolak/tidak ragu untuk menyerahkan anaknya kepadaNya.

Karena ketaatannya itu, Tuhan tidak saja memberi domba sebagai ganti kurban bakaran. Namun Tuhan juga memberkatinya berlimpah-limpah dan membuat keturunannya sebanyak bintang di langit, sebanyak pasir di tepi laut, serta menjadikannya leluhur bangsa-bangsa.

Itulah ganjaran yang diterima Abraham atas kesetiaan dan ketaatannya. Adakah kesetiaan kita kepadaNya, sama seperti Abraham?

Selamat hari raya kurban! Semoga siapapun Anda yang merayakannya, tidak merayakannya hanya sebagai seremonial belaka, atau seperti yang dilakukan oleh segelintir oknum yang menyatakan diri sebagai “wakil rakyat yang terhormat” di Senayan sana. Yang mengurbankan kepentingan jutaan rakyat, demi meloloskan kepentingan segelintir orang.

*********

Berikut ini saya sertakan beberapa foto pencukuran domba di Agrodome, Selandia Baru, dan foto kambing di Purwokerto.

berbagai jenis domba
Berbagai Jenis Domba
cukur domba 1
Domba Sebelum Dicukur
cukur domba 2
Domba Sedang Dicukur
cukur domba 3
Domba Setelah Dicukur
kambing hitam
Kambing Hitam
kambing merumput
Kambing Merumput
kamping di balik rumput
Kambing di Balik Rumput

Advertisements

11 thoughts on “Kurban

  1. Kak mesa…nice post..
    Kalo abraham kurbanin anaknya, wakil rakyat mungkin meneladani abraham dg mengurbankan rakyatnya..tapi intensinya beda sih jadi ga sama /ngulek cabe saking keselnya liat org2 di senayan itu/

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s