Perang

Tidak melulu tentang meriam, bom, peluru, dlst. Dua minggu lalu saya perang kepada lapis legit yang bertengger dengan manisnya di lemari pendingin saya. Bolak balik pintu kulkas saya buka tutup untuk melihat tampang si lapis yang legit itu. Ah, makjang…. Sungguh perjuangan yang berat untuk tidak memasukkan sepotong kue yang berbentuk segi empat itu ke dalam mulut saya.

lapis legit

Perang ini dipicu oleh kondisi tubuh saya yang belakangan makin tak nyaman dihuni. Tumpukan lemak berlebih mengakibatkan muncul bintik kemerahan di kulit yang membuat gatal. Jika digaruk, ia akan pecah dan meninggalkan bekas.

Saya akui, belakangan ini saya rakus terhadap makanan manis. Semua diembat. Apalagi jika galau dan sindrom pra menstruasi melanda. Pelariannya makan eskrim nggak tanggung-tanggung empat batang sekaligus. Yang mana, tiap batangnya mengandung kalori di atas 200. Makanan manis memang konon mampu menenangkan jiwa yang galau. Tapi bahayanya, jika dikonsumsi dalam jangka waktu lama (menurut beberapa artikel kesehatan yang pernah saya baca), akan mempercepat penuaan kulit.

Dan saya pikir, gerak badan yang saya lakukan selama ini sudah cukup untuk membakar kalori-kalori yang masuk setiap harinya. Ternyata belum. Saya pikir lagi, nanti gampanglah mengembalikan tubuh ke berat semula, sekitar 56-57 kilogram. Yang penting nikmati saja dulu manisnya hidup. Urusan berat belakangan. Di sinilah saya salah. Mengurangi berat di usia 30-an ternyata tak semudah di usia 20-an. Strategi diet yang saya gunakan tak jua membuat jarum timbangan bergeser ke kiri. Perang saya pun dimulai. Saya tak bisa lagi diet dengan cara biasa-biasa saja. Harus ekstra disiplin.

Gatal yang saya sebutkan di atas pun sudah lama tak saya alami. Satu-satunya pernah terjadi saat saya duduk di kelas satu SD. Gara-gara kebanyakan makan daging yang paling enak di dunia, yaitu daging babi, jari-jari tangan saya melepuh dan gatal, serta muncul bisul di tempat-tempat yang ditimbuni lemak.

Jika ‘too much love will kill you’ seperti kata lagunya Queen, maka kebanyakan makan yang manis dan yang enak-enak pun, ujung-ujungnya akan berurusan dengan dokter, and surely will kill you too. Yang namanya berlebihan memang ujung-ujungnya pasti tidak enak.

Kini perang saya telah menunjukkan hasil. Meski baru memangkas berat sebanyak tiga kilogram, namun tubuh telah terasa lebih sehat dan lebih ringan. Tak lagi mudah mengantuk dan malas berjalan. Dan setelah si lapis legit ‘menghilang’ dari kulkas, ‘godaan’ terbaru saya sekarang adalah kerupuk ikan pipih gurih berwarna putih, yang notabene oleh-oleh khas Kalimantan Timur. Gawatnya, masih ada dua bungkus penuh di lemari dapur saya!

So, what’s your battle today my friend? Saran saya, fokuslah kepada tujuan, agar Anda memenangi perangnya.

Selamat berperang!

 

Advertisements

41 thoughts on “Perang

  1. same here mess….we have the same war
    huhuhuhuhu
    baru aktif muaythai lagi dan mulai lagi honeylemon shot nya tiap pagi
    dan lagi susah banget kurangin ngemil dan no dinner huhuhuhu
    ayoo fokusss! semangat!!!
    btw lapis legitmu kok keliatna enak banget itu ya…lempar satu sini messs hahahaha

    Like

  2. Huwaaa kalo aku masih sering kalah perang sama gorengaaaan, apalagi tempe goreng aduuuhh lemah iman deh kalo sama tempe goreng. Kalo harus distop kayaknya gak bisa deh, paling gak dikurangi aja porsinya, tambah workout yang lebih banyak ๐Ÿ˜€

    Like

  3. Hari yang semakin pendek, mataharinya sering ngumpet. Messa, laper mata & kapasitas lambung memang ngga sama ya ๐Ÿ™‚ Aku ada tip: kalo tahu suka ngemil makanan utama jangan sampe kenyang banget. Jadi masih ada ruang untuk jajanan/makanan penutup.

    Like

    1. Aku suka dgn perumpamaannya mbak ๐Ÿ˜€ aku nggak suka ngemil mbak, cuma kalo pas galau dan pe em es melanda, nafsu makan menjadi mengerikan ๐Ÿ˜€ but thanks for the tip ๐Ÿ™‚

      Like

    1. Turun 3 kg selama 4 minggu mbak Ria. Aku nggak hobi ngemil mbak. Cuma ya itu, kalo galau dan Pe em es melanda, jadinya pengen memakan semua yang uenak2 ๐Ÿ˜€ dan kemarin udah berlebihan makanya jadi perang ๐Ÿ˜€ memang sih kurang gerak juga. Makanya sekarang kudu olahraga tiap hari minimal 1 jam.

      Like

  4. Sama mbaaaa, aku juga lagi berjuang untuk menurunkan berat badan ๐Ÿ˜ฆ berjuang untuk tidak makan gorengan (which is berat), berjuang untuk ga makan makanan yang tidak sehat dan menggemukkan.

    Like

    1. Sebenernya boleh aja dimakan asalkan tak berlebih. Dan yg bikin lemak menjuntai dimana-mana itu karna kita kurang gerak dan olahraga. Makanya kemarin itu aku olahraga terus mbak. Minimal 1 jam setiap hari. Bisa jalan kaki, naik sepeda, dlsb. Semangat mbak Puji!

      Like

  5. Iya berasa banget sejak masuk umur 30 mau ngurangin berat badan susah banget. Gak cukup ngurangin makan aja. Butuh usaha ekstra. Perangnya bisa di menangin dari niat sih mbak, sayang nya niatnya masih belum sebanyak lemak yang udah menumpuk di perut *self toyor* :’)

    Like

  6. Legitnya bikin ngiler nih. Sini sini lempar sini ajah mbak ๐Ÿ˜€ dengan senang hati menampung kok. hehe.
    Akhir-akhir aku juga lagi susah banget perang. Pengennya ngemiiil mulu -__-

    Like

  7. mirip2 lah, skrg ocd udah gak sedisiplin dulu lagi, hahaha
    jd critanya kmrn aku makan nasi putih terus krn srg di entertain, temen, jd skrg rada males klo makan beras merah ito, padahal udah dicampur i banding satu sama beras putih,
    emang lidah klo udah kebiasaan dikit makan beras putih yg manis jadi sulit untuk menikmati nasi merah yg hambar

    Like

    1. Aku pernah nyoba nasi merah ito. Jujur aja, rasanya belum bisa diterima tenggorokan ๐Ÿ˜€ padahal manfaatnya bagus banget dan serat tinggi bisa membuat kenyang lebih lama. Tapi ya itu, gak ada rasanya ๐Ÿ˜€ hahahh.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s