Bergembiralah

Katakanlah daerah tempat Anda tinggal dilanda bencana. Lalu Anda beserta seluruh penduduk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Kemudian datang kabar bahwa petinggi negeri akan datang berkunjung ke tempat pengungsian, dan Anda diminta menghibur mereka. Apa reaksi Anda?

Bulan Februari lalu seorang teman mengunggah foto kepala negara beserta istri yang melawat pengungsi bencana Kelud di Kota Batu, Jawa Timur. Foto tersebut mengundang pro dan kontra dari khalayak ramai. Pasalnya, dalam foto itu disebut kepala negara dihibur dengan tarian dan nyanyian oleh anak-anak pengungsi.

Wajar, sih, ada yang pro dan kontra. Lha wong saya aja yang rakyat jelata begini, kalau melakukan atau mengatakan sesuatu kadang mengundang pro dan kontra, apalagi kepala negara yang notabene seluruh tindak-tanduknya di sorot media dari segala penjuru.

Lantas bagaimana reaksi saya melihat foto itu? Awalnya saya tidak setuju. Orang lagi kemalangan koq malah disuruh menghibur tamu yang datang. Tapi setelah dipikir-pikir, kalau mereka (para pengungsi itu) tidak keberatan menghibur, kenapa malah saya yang sewot? 😀 . Justru hal itu bagus. Karena mereka yang lagi dilanda bencana memang seharusnya melakukan hal-hal yang bisa membantu mereka melupakan atau meredakan kemalangannya. Salah satu caranya yaitu dengan menghibur orang lain. Dengan menghibur, hati mereka otomatis akan gembira. Hati yang gembira otomatis akan menyehatkan tubuh. Sedangkan hati yang murung mematahkan semangat.

Saya pun teringat dengan satu nasehat Bapak ketika saya sakit dulu. Sakit yang membuat saya murung dari pagi sampai malam. Malamnya, Bapak melihat wajah saya yang kusut itu. Katanya, kalau saya mau cepat sembuh, sebaiknya jangan terlampau memikirkan sakit itu. Dan saya juga sebaiknya mengubah air muka saya yang muram menjadi gembira/senang/bahagia seperti ini:

Bergembiralah

Happy Face 😀

 

Percaya atau tidak, begitu saya pasang wajah gembira, sakitnya langsung berkurang banyak hahahha 😀 .

Jadi gimana, sudahkah Anda bergembira hari ini? Kalau belum, mungkin beberapa contoh sederhana di bawah ini bisa menginspirasi Anda:

  1. Membayar ongkos seseorang yang tidak Anda kenal entah itu di angkot, bis, sudako, dlsb. Inspirasi ini datang ketika belum lama ini, saya naik angkot dan melihat seorang Ibu membayar ongkos seorang Pria yang membantunya menunjukkan jalan. Jujur saja, senyum di wajah saya langsung mengembang melihat perbuatan terpuji Ibu itu. 😀

  2. Memuji seseorang tentang betapa gantengnya atau betapa cantiknya ia dalam pakaian yang ia kenakan. Dijamin, nggak pakai lama, orang yang Anda puji pasti langsung senyam-senyum bahagia 😀 . Inspirasi ini datang ketika saya berkunjung ke toko kue langganan dan disambut dengan pujian spontan dari salah satu pegawainya yang mengatakan bahwa batik yang saya gunakan waktu itu, bagus banget 😀 . Saya yang tadinya cuma pengen beli kue sekedarnya, jadi pengen beli banyak gara-gara pujian yang terdengar tulus di telinga itu 😀 . Sekarang, kalau saya datang ke toko itu, bawaannya pengen pakai batik terus, supaya dipuji terus hahahahaha…

  3. Tetap tersenyum meski masalah datang bertubi-tubi. Inspirasi ini datang dari seorang petugas imigrasi yang tetap memberi senyum terbaiknya ketika saya yang (kadang) super kritis ini datang 😀 . Lima kali saya datang ke imigrasi dengan protes disana-sini, lima kali itu pula beliau selalu tersenyum dengan ramah dan tulus serta menjawab protes-protes saya dengan sabar. Ujung-ujungnya, saya pun tak tahan juga untuk tak tertular senyumnya yang mempesona itu… Hahahaaa…

Oya, ini dia foto yang mengundang pro dan kontra itu:

dihibur pengungsi

sumber foto: Kompas

 

Advertisements

10 thoughts on “Bergembiralah

  1. ibuseno says:

    setuju…menampakkan kegemberiaan di saat sedih atau sakit justru menyembuhkan, smoga para pengungsi juga senang bisa menghibur bapak presiden

    Like

  2. Chrismana"bee" says:

    Duhh mbaaa,.. postingannya nampol bingits, saya awalnya juga gak setuju, setelah baca sampai selesai kayaknya nggak salah juga sih ya 😀
    aahhh saya juga pingin praktek 😀

    Like

  3. Pypy says:

    Yups.. Mari bergembiraa 😀 Hati yang gembiraa..aaa.. adalah obat.. Sperti obat hati yang senang.. Tapi semangat yang patah keringkan tulang, hati yang gembiraaa.aaa Tuhan Senang.. 😀 *baca pake nyanyi*

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s