Kapten Amerika, Kamu Dewasa, Nggak, Sih?

Malam minggu suami mengajak saya nonton Captain America The Winter Soldier di bioskop. Saat mengantri membeli tiket, di depan saya berdiri seorang lelaki dengan seorang perempuan berjilbab. Lelaki itu paling banter masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Sedang perempuan itu ibunya. Kondisi antrian yang tidak begitu ramai membuat pembicaraan mereka terdengar jelas oleh saya.

Ibu: Jadi kamu mau nonton film yang mana…. Captain America?

Lelaki: Hmm… Captain America, nggak, ya… Tapi bentar lagi Spiderman juga udah mau masuk, Ma…

Ibu: Trus gimana?

Lelaki: Hmm… Ya, udah, deh.. Captain America aja, Ma…

Di seberang tempat kami berdiri, petugas loket yang sudah kosong memanggil lelaki dan ibunya itu. Mereka berdua pun berlalu dari hadapan saya menuju loket untuk menuntaskan pembelian. Meninggalkan saya yang masih mencerna percakapan mereka.

Menurut informasi, seperti yang terpampang jelas pada layar televisi besar yang tergantung persis di belakang petugas loket, film Captain America dimasukkan dalam kategori dewasa. Itu berarti, sewajarnya, hanya orang dewasa yang bisa menontonnya. Betul, nggak, sih?

Apakah lelaki itu sudah dewasa sehingga si ibu membolehkan anaknya nonton? Sebelum membeli tiket, apakah ibunya tidak terlebih dahulu membaca informasi film atau mencari tahu?


Ketika giliran saya tiba, langsung saya minta dua kursi untuk si Kapten Amerika ke mbak petugas loket yang melayani. Teaternya sudah hampir penuh. Hanya tersisa beberapa kursi lagi. Untungnya masih ada dua kursi kosong di lokasi favorit kami. Yaitu di baris ke tiga dari atas.

Usai film diputar dan lampu teater dinyalakan, penonton pun bubar dan bangkit dari kursinya masing-masing. Berhubung tempat duduk saya di atas, kelihatanlah bahwa lebih dari setengah jumlah penonton adalah anak-anak. Saya terhenyak. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Apakah sudah sedemikian putus asanya para orangtua mencarikan hiburan yang cocok dengan usia anak-anaknya? Atau apakah orangtua yang tak dapat menahan diri menonton film dewasa bersama anak-anak mereka? Atau barangkali orangtua tak lagi kuasa melarang anak-anaknya menonton film dewasa?

Kelak, ketika anak-anak itu berkelakuan tidak sesuai dengan usia mereka, orangtuanya bingung mengapa anaknya bisa seperti itu. Padahal mereka yang membawanya dengan sadar ke bioskop menonton film orang dewasa.

Pertanyaan puncaknya, apa jangan-jangan Lembaga Sensor Film (LSF) kita saja yang lebay hingga mengklasifikasikan Kapten Amerika sebagai film dewasa?

 

Advertisements

35 thoughts on “Kapten Amerika, Kamu Dewasa, Nggak, Sih?

  1. harusnya bisa masuk bimbingan orang tua mungkin ya mbak hehe..
    emm mungkin nih ya orang tua mikirnya captain america -> diambil dari buku komik -> komik bacaan anak2 -> anak2 boleh nonton capt america

    masalahnya di indonesia komik itu dikategorikan bacaan anak2, padahal sebagian besar komik kan justru ditargetkan untuk kalangan dewasa..

    Like

  2. bukan salah LSI karena rating film itu international sama kok. gua bilang sih either ortu2 nya gak paham tentang rating film atau emang ignorant aja.
    captain america kayaknya PG13, jadi harusnya gak cocok untuk anak2 dibawah 13 th.

    Like

  3. iya mba messa aku juga suka liat banyak anak2 kecil yang nonton film di bioskop sama ortunya kebanyakan film superhero2 gitu, gatau apa emang ortunya yang gak tau filmnya gak cocok untuk anaknya yang masih terlalu kecil atau memang mikirnya karena film superhero mostly dari komik bacaan anak2.

    Like

  4. Ga semua komik itu merupakan bacaan unt anak-anak usia SD. Dr yg aku amati, komiknya Marvel atau DC Comics, itumah bacaan remaja-dewasa 🙂

    Like

  5. orang tuanya yang nggak mau pertimbangkan soal umur itu menurutku
    masih banyak sih orang yang seperti itu
    seperti misalnya pasien kecilku untuk pengantar tidurnya harus selalui diputari film horor dulu, dan ibunya dengan bangga memuji anaknya pemberani

    Like

  6. Belum pernah ajak my double G ke bioskop….for now cukup emak bapaknya dulu…anak2 nonton babyTv,lagu2,barney dll di disney channel aja dulu….
    Tp musti ada larangan keras dr pihak bioskop deh…barusan kan ada anak yg lompat dr gedung abis ntn spiderman dibioskop…prihatin

    Like

    1. buset dah. ini anak yg lain lagi, Jo? yg kemarin kubaca itu berita anak yg loncat dari apartemen di Pluit Jakarta Utara. gara2 mamanya gak bolehin nonton spiderman. gile…

      Like

    1. sebenernya udah sering aku lihat kejadian seperti ini mbak. cuma baru ini kuangkat ke tulisan. gerah juga aku melihatnya. mau jadi apa anak2 itu nanti.

      Like

  7. Nah inilah salahnya para orang tua di sini. Semua film yang diangkat dari komik dianggap film anak-anak, demikian juga komiknya. Padahal banyak juga komik yang bukan buat anak-anak.

    Like

  8. Tante aku juga gitu Mbaaak, dikasih tau malah jadi bete 😦
    orangtua di Indonesia terutama yang nggak (mau) ngerti kadang mikirnya karena film superhero maka itu film anak-anak. kalau kartun maka buat anak-anak, kalau game (apapun) itu buat anak-anak, gak mikir game macem GTA gitu banyak bunuh-bunuhan dan rampok-rampokannya, bahkan banyak cewek seksi dan cium-ciuman..
    kalau pihak bioskop sih asik-asik aja kali ya ada yang beli tiket ya dikasih, ujung-ujungnya sih orangtua yang harus pinter-pinter dan lebih kritis lagi..

    Like

    1. game GTA apa lagi itu mbak? aku bukan penggemar game soale 😀 tapi pernah kubaca, game juga ada pengelompokannya apakah utk remaja atau dewasa. kalau pihak bioskop mah seneng2 aja kalau banyak yg nonton. duit pun mengalir…

      Like

      1. GTA itu game tentang gengster gitu, jadi dia nyuri mobil, ngebunuh polisi dan pake darah-darah muncrat gitu, kan kl gt cocoknya buat anak 15 tahun ke atas.. 😦

        Like

  9. Ya ampun, makanya “ga heran” kalo baca berita anak sd bisa ngebunuh temennya.. Wong nonton bgini aja bareng ortu yah..huuuhuhu

    Like

  10. Mungkin para orangtua menganggap film itu bisa dinikmati anak-anak karena tadinya merupakan film kartun. Juga kurang memperhatikan kategori yang sudah ditentukan oleh LSF….

    Like

  11. aku belum liat filmnya mb, menurut mb beneran nggak boleh dilihat anak SD?

    kalo nntn DVD di rumah msh bisa diawasi dengan skip adegan2 yg g layak tonton buat anak2, tapi kalo di bioskop…

    Like

  12. Lembaga sensor yang lebay. Mirip menteri-nya. Vimeo aja di blok. Lebay 😀 But overall, yes, parents should handle everything 🙂

    Like

  13. aku lumayan strict untuk film yang ditonton anak2 mba…dan CA is a no no indeeed..memang susaaah jaman sekarang untuk pastikan anak-anak ngg nonton di luar yang sesuai dengan umurnya, but at least we try..

    Like

  14. Mungkin karna dikira Captain America itu kan dari komik ya, jadi cocok buat anak2. Padahal kan ga semua yang dari komik itu cocok sbg film untuk anak2 ya..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s