Bingkai yang Diabaikan

Satu kali saya pergi ke tukang bingkai langganan untuk membingkai foto. Ketika menunggu dilayani, saya melihat-lihat beberapa karya yang sudah terbingkai rapi berjejeran di atas lantai. Karyanya bagus-bagus. Ada foto wisuda, foto pre-wedding, foto pernikahan, foto anak, foto keluarga, lukisan, potongan artikel koran/majalah, dlsb.

Setahun kemudian saya kembali lagi ke tukang bingkai langganan saya itu. Berhubung yang punya toko masih sibuk melayani pelanggan, saya pun kembali melihat karya-karya yang sudah dibingkai rapi dan (masih) berjejeran di lantai. Saya terkejut ketika mendapati bahwa foto-foto yang saya lihat setahun yang lalu itu masih teronggok terabaikan di atas lantai yang dingin. Apa si pemilik foto lupa kepada foto-fotonya?

Penasaran, saya pun bertanya ke Engkoh yang punya toko.

“Koh, ini foto-fotonya koq nggak diambilin sama yang punya? Apa mereka lupa? Sudah di bayar lunas atau baru bayar DP* kayak punya saya?” (*DP= uang muka)

“Iya… Pada lupa kali tuh… Baru bayar DP aja… Habisnya mau gimana lagi.. Aku sih modal percaya saja sama pelanggan…”

“Wah… Bisa rugi dong usahamu, Koh..”

***

Disadari atau tidak, sikap kita pun kerap seperti itu kepada Yang Maha Empunya Hidup ini. MengabaikanNya.

Kita terlena oleh derasnya arus kehidupan yang menjauhkan kita dariNya.

Kita ingat Tuhan atau mencari Tuhan atau bertanya-tanya dimana Tuhan, hanya ketika:

  • hidup kita di ujung tanduk
  • karir kita di ujung tanduk
  • keuangan kita di ujung tanduk
  • kesehatan kita di ujung tanduk
  • keluarga kita di ujung tanduk
  • pernikahan kita di ambang kehancuran
  • anak-anak kita ditembaki membabi buta oleh psikopat, atau
  • anak-anak kita di sodomi, serta
  • serentetan peristiwa lain dalam hidup yang ujung-ujungnya membawa kita ke ujung tanduk-ujung tanduk lainnya.

 

Kita semua, termasuk saya, pastilah tak ada yang suka diabaikan, kan? Apalagi-lah Tuhan.

Lantas mengapa tidak kita biasakan mengingatNya ketika situasi hidup kita tidak sedang berada di ujung tanduk?

Advertisements

10 thoughts on “Bingkai yang Diabaikan

  1. chris13jkt says:

    Iya, kita seringnya baru ingat sama Sang Pemberi Kehidupan kalau kita sedang dalam keadaan gak enak, padahal kita juga gak mau kalau diabaikan seperti itu kan ya. Terimakasih sudah membantu mengingatkan, Mes 🙂

    Like

  2. Rere says:

    iya mba aku juga masih suka gitu, kadang baru inget Tuhan kalau lagi ada masalah, huhuhuhu.. Btw terima kasih udah diingatkan mba messa 🙂

    Like

  3. tips kesehatan says:

    kasihan yah penjual yang hanya modal percaya seperti itu.
    banyak penbeli yang tidak jadi membeli, mending yang sudah membayar DP kalau yang belum membayar sama sekali rugi besar engkohnya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s