Pengakuan

Vivien Thomas adalah teknisi laboratorium bedah untuk dokter Alfred Blalock di universitas Johns Hopkins. Vivien adalah pekerja kelas tiga dan berkulit hitam. Berkat Vivien, pada tahun 1944, dokter Blalock beserta tim, berhasil mengoperasi jantung pasien “bayi biru” bernama Eileen Saxon, dan sekaligus menjadi pelopor bedah jantung di dunia.

Namun sayang, puja dan puji serta pengakuan dari media maupun khalayak ramai sepertinya hanya ditujukan kepada dokter Blalock beserta tim saja. Bahkan dokter Blalock pun “lupa” mengucapkan terima kasih kepada Vivien dalam acara malam penghargaan kepada dokter tersebut di hotel Belvedere. Padahal tanpa campur tangan Vivien, pembedahan tersebut takkan berhasil.

Kecewa dan merasa tak dihargai, Vivien memilih berhenti bekerja pada dokter Alfred. Sebagai gantinya, ia bekerja pada salah satu perusahaan farmasi. Namun bagaimanapun, ia tak bisa pindah ke lain hati. Sudah kadung kepincut dengan laboratorium kedokteran.

Setelah terlibat dalam satu perbincangan dengan istrinya, Clara, Vivien Thomas pun memutuskan untuk kembali bekerja bersama dokter Blalock di Johns Hopkins.

“Apa bedanya sekarang? Aku masih tetap egois dan sombong,” kata dokter Blalock ketika menerima Vivien di kantornya.

Ini bukan tentangmu. Ini tentang pekerjaannya. Aku suka pekerjaan ini, ” tandas Vivien mantap.

Tiga puluh sekian tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1976, barulah ada pengakuan kepada Vivien Thomas dari Johns Hopkins University. Atas jasa-jasanya di bidang kedokteran selama ini, ia diberi gelar doktor kehormatan. Bukan itu saja. Fotonya yang berukuran besar pun ikut terpampang di dinding universitas. Berdampingan dengan foto dokter Alfred Blalock.

***

Sebagai manusia, wajar memang kalau sesekali kita butuh mendengar atau menerima pengakuan, penghargaan, puja maupun puji (dari orang-orang yang kita anggap wajar untuk memberikan pengakuan itu), atas pekerjaan-pekerjaan yang sudah kita lakukan. Vivien beruntung pihak universitas akhirnya menyadari bahwa jasa-jasanya harus diakui. Dan ia masih hidup ketika pengakuan itu diberikan kepadanya. Namun bagaimana jika pengakuan, yang kita harapkan serta kita anggap wajar itu, tak pernah datang kepada kita? Akankah kita tetap berkarya atau justru mundur?

***

Kisah lengkap Vivien Thomas dan dokter Alfred Blalock dapat disaksikan dalam film Something The Lord Made.

 

Advertisements

3 thoughts on “Pengakuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s