75678

Masa SMU masa paling indah katanya. Masa peralihan dari anak-anak menjadi remaja dan masa pencarian jati diri bagi sebagian orang.

Saya pernah punya pengalaman tak terlupakan bin lucu bin konyol di masa SMU ini. Yang kalau mengingatnya saja, sudah membuat saya tertawa terbahak-bahak seperti sekarang hahahaa 😀 .

Dulu saya punya geng. Geng saya ini beranggotakan tujuh perempuan. Sebut saja namanya geng “7 Cewek Manis” 😀 . Biasalah, kita pasti berteman dengan mereka-mereka yang sevisi dan seirama dengan kita, kan? 😀 Nah, satu hari, salah satu teman saya dari geng ini berulang tahun yang ke-17. Sweet seventeen-lah ceritanya 😀 . Untuk merayakannya, dia berbaik hati menraktir kami makan-makan di Pizza HUT.

Pulang sekolah, kami bertujuh naik angkot menuju satu-satunya outlet Pizza HUT yang ada di Medan waktu itu, yaitu di Jalan Suprapto. Sesampainya disana, kami mengambil tempat di dekat pintu masuk. Dengan tujuan supaya begitu kelar acara makan-makan, kami bisa langsung lari cabut nggak usah bayar 😀 . Hahahaa.. Nggak ding 😀 . Kami kan cewek manis, bukan cewek tak bermoral 😀 .

Alasan kami mengambil tempat di dekat pintu masuk adalah, karena hanya disitu yang mejanya berukuran besar. Yang besarnya cukup untuk menampung tujuh cewek manis yang baru pulang sekolah, lengkap dengan tasnya yang berat (yang entah apa-apa aja pun isinya 😀 ), plus keringetan dan berisik 😀 .

Kami memesan pizza super supreme dan minuman yang saya sudah tidak ingat lagi namanya apa, tapi yang jelas ia ditempatkan dalam pitcher gede. Kami tidak memesan menu lain. Namanya juga masih anak sekolah yang belum berpenghasilan sendiri. Tahu diri, dong 😉 . Ditraktir saja sudah seneng banget 😀 . Kami pun berkelakar, jika nantinya uang teman kami yang berulang tahun itu tidak cukup untuk membayar tagihan, dia harus tinggal disitu untuk mencuci piring 😛 .

Habis makan dan haha-hihi, teman kami yang berulang tahun itu meminta bon yang harus dibayar kepada pramuniaga. Begitu melihat bon yang diberikan, wajahnya memucat melihat jumlah angka yang harus dibayar. 75678. Uangnya tak cukup. Waduh!

Kami pun bergerak cepat mengumpulkan uang yang ada pada kami masing-masing dan meletakkannya di atas meja. Setelah dihitung, jumlahnya cukup untuk menutupi kekurangan. Segera kami menyerahkan uang beserta bonnya ke pramuniaga dan cabut dari pizza HUT. Kelakar kami nyaris jadi kenyataan 😀 .

Di luar, kami tertawa terbahak-bahak habis-habisan. Terbahak-bahak karena kekonyolan itu dan terbahak-bahak karena uang kami tak ada lagi tersisa di kantong. Tadinya, uang yang kami bawa hanya cukup untuk ongkos pulang naik angkot ke rumah masing-masing 😀 . Lantas, setelah uang “disumbangkan” untuk membayar pizza, pulangnya naik apa?? Jalan kaki! Huahahah 😀 Tahankan! Huahahah 😀

***

Moral of the story:

Kalau ditraktir, jangan berkelakar jika nantinya uang tak cukup untuk membayar. Bisa-bisa jadi kenyataan! 😀

Advertisements

23 thoughts on “75678

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s