Rantai Pengikat

Melalui pesan singkat (baca: sms), saya menanyakan kabar Bapak beberapa minggu yang lalu. Beliau sehat dan baik-baik saja katanya. Tapi agak kesulitan membaca karena kacamatanya hilang. Bapak lupa di mana terakhir kali ia meletakkan kacamatanya. Seluruh rumah sudah diperiksa dari depan sampai belakang. Tapi tidak ketemu juga. Bapak memang sudah semakin pelupa belakangan ini. Seiring semakin pelupanya Bapak di hari tuanya ini, ia pun menjadi lumayan sering cekcok dengan Ibu. 😀

Begitu tahu kalau Bapak agak kesulitan membaca, saya pun langsung meneleponnya, supaya ia tak perlu lagi bersusah payah mengetik-ngetik sms di henponnya. Beliau sudah memesan kacamata baru, tapi belum selesai. Saya pun menyarankan supaya Bapak memasang semacam tali atau rantai pengikat di kacamatanya yang baru nanti. Tujuannya supaya kemanapun Bapak pergi atau dimanapun ia berada, kacamatanya akan selalu ikut di kalungkan di leher. Kecuali kalau mau tidur, sebaiknya kacamata beserta pengikatnya dilepas dari leher. Dengan begitu, resiko kehilangan akan semakin kecil.

kacamata berantai
kacamata berantai (foto dipinjam dari michelleshoppe.blogspot.com)

Tidak jauh berbeda dengan Bapak, kemarin saya kehilangan henpon saya si iphone yang keren itu, yang selama ini selalu setia menemani saya kemana-mana. Sebagai catatan, sebagian besar foto di blog ini dihasilkan oleh iphone.

Salah saya sendiri. Saya membawanya keluar rumah ketika menjemur kain dan meletakkannya di atas pagar dekat jemuran. Saya lupa membawanya masuk ke dalam rumah. Tiga jam kemudian barulah saya sadar kalau si iphone tak ada di rumah. Dengan begitu banyaknya manusia yang lalu lalang di sekitar rumah saya, siapapun bisa jadi tersangka.

Sudah saya coba berbagai cara supaya dia ditemukan, termasuk mencari jejaknya dengan aplikasi find my iphone di icloud.com. Juga beberapa cara dari How to find a lost iphone via wikihow , sudah saya lakukan. Hasilnya nihil karena ia tak terhubung dengan internet. Terakhir, nomor henpon saya blokir dan saya hapus semua informasi pribadi saya yang ada didalamnya dengan cara erase iphone.

***

Untuk Anda yang masih punya iphone atau phone-phone lainnya, berhati-hatilah. Cek dan ricek apakah henpon Anda ada di tangan atau tidak. Perlakukanlah ia sesuai namanya yaitu: handphone. Handphone = phone yang berada di tangan. Bukan tasphone, kamarphone, toiletphone, dapurphone atau jemuranphone.

Kalau saat ini Anda kehilangan iphone juga dan membutuhkan informasi tentang menemukan iphone hilang, coba cari di om gugel dengan kata kunci: jika iphone hilang. Mudah-mudahan Anda beruntung dan iphone Anda bisa kembali.

***

Semoga iphone saya yang hilang itu bahagia di tangan pemiliknya yang baru nanti. Entah tangan siapapun itu. Dan saya pun nampaknya juga sudah cukup tua serta pelupa hingga nantinya harus memakai rantai atau tali pengikat untuk henpon baru saya (yang entah kapan juga akan saya beli), supaya bisa dikalungkan di leher, dan ia tak lagi hilang.

Advertisements

30 thoughts on “Rantai Pengikat

  1. wah tadinya mau senyum karena lucu tapi pas tahu si iphone hilang waahhhh sedih deh, kalau saya hp ku sllu jadi Handphone.. kok dimanapun berada sy sllu pegang, semoga diberi gantinya segera yaaaa…..

    Like

      1. kalau lihat gambar kacamata tadi yang saya ingat itu cuma satu deddy dores …benar gak ya, tuh ada penyanyi senior pop yang terkenal suka pakai kacamata berantai dan rambut gondrong ikal… suaranya OK… semoga gak salah nama..he he

        Like

          1. tuh benar kan soalnya ada penyanyi dangdut juga yang mirip tampang bang dedy dores dengan style mirip dia .. yang nyanyi lagi “bola” wahh makin OOT .com nih..

            Like

            1. hahahah iya si Ona Sutra kalau gak salah namanya mbak 😀 hapal euy, maklumlah penyuka lagu dangdut. dangdut is the music of my country hahaha (makin OOT juga) 😀

              Like

              1. hahhh ya betul sekali ternyata dirimu pemerhati musik jga kalo sy nama sudah mulai lupa tapi kacamata dan gaya rambut gak bakalan lupa wkkwkwk

                Like

  2. aduuh.. turut menyesal Mes…
    kk juga suka teledor lho naruh hp, jadi tiap saat selalu ngerohoh2 kantong, mngecek masih dalam kantong atau nggak…..
    sengaja buat baju kerja dengan kantong besar he..he.., supaya muat hpnya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s