Cinta Terlarang di Kawah Putih, Ciwidey

Ada yang menyebutnya surga yang tercecer di bumi. Ada pula yang menyebutnya sebagai negeri di atas awan. Saya menyebutnya sebagai tempat yang memberi inspirasi. Koq bisa?

Dengan dua orang wanita muda dan setangkai bunga mawar merah yang terbuat dari plastik, awalnya saya tak tahu, mau dibikin seperti apa acara foto-foto di Kawah Putih siang itu. Namun setelah melihat situasi Kawah Putih yang siang itu berlimpah cahaya matahari, kawah berwarna putih kehijauan yang berkesan mistis serta pepohonan yang meranggas, muncullah ide di benak saya untuk membuat cerita foto “Cinta Terlarang”.

***

Berbekal informasi dari sebuah blog yang menguraikan secara rinci cara pergi ke Kawah Putih Ciwidey (Jawa Barat) dari Jakarta, dengan menggunakan kendaraan umum, kami mengawali perjalanan dengan berangkat dari terminal bis Kampung Rambutan menuju terminal bis Leuwi Panjang di Bandung. Tadinya saya ingin memberi tautan ke blog tersebut disini. Tapi sayang, blognya sudah tidak ada lagi. Sehingga tidak ada lagi yang bisa ditautkan.

Selanjutnya (masih mengikuti petunjuk dari blog yang informatif tersebut), dari Leuwi Panjang, kami melanjutkan perjalanan dengan menumpangi minibus semacam elf atau L300 menuju Ciwidey. Duduk bersebelahan dengan jendela yang tidak tertutup, membuat wajah saya diterpa udara sejuk di sepanjang perjalanan itu. Sawah yang mengering bertebaran sejauh mata memandang dari jendela minibus. Saya merasa seperti pulang kampung ke Samosir saat berada di dalam minibus itu 😀 .

Turun di Ciwidey, perjalanan masih berlanjut. Kali ini disambung dengan menaiki angkot yang berkapasitas sekitar 13 orang. Tak lama, tibalah kami di gerbang wisata Kawah Putih. Namun rupanya perjalanan kami belum berhenti sampai disitu. Masih ada satu ronde perjalanan lagi yang harus ditempuh untuk tiba di kawah. Karena kami tidak memakai kendaraan pribadi, kami harus naik angkot khusus lagi ke atas, menuju Kawah Putih.

“Tunggu saja angkotnya disini, mbak. Karena harus penuh dulu membawa penumpang dari atas yang mau turun ke bawah,” jelas abang supir angkot yang kami tumpangi.

“Wah, kalau begini, bisa kelamaan nunggu disini, nih,” pikir saya. Ide bagus pun muncul di benak saya, “Kenapa nggak angkot ini saja yang kami tumpangi pulang pergi dari bawah sini sampai ke atas sana dan pulangnya hingga ke Ciwidey nanti……”

Saya pun bertanya ke semua penumpang yang berada di dalam angkot. Memastikan apakah mereka semua memang bertujuan akhir di Kawah Putih. Semuanya menjawab: YA. Kemudian saya ajukan ide, supaya angkot itu saja yang kami sewa pulang pergi dari sini ke atas sana, hingga diantar ke Ciwidey nanti. Tentu, biaya sewanya ditanggung bersama, dong 😉 . Rupanya semuanya setuju. Dan sekali lagi, semua menjawab: YA. Masalah terpecahkan 😀 .

***

Jika Anda belum punya rencana mau kemana akhir pekan ini, mengapa tidak berkunjung ke Kawah Putih? Siapa tahu, Anda akan menemukan inspirasi disana 🙂

Berikut ini beberapa foto dari “Cinta Terlarang” dan Kawah Putih yang berhasil saya abadikan.

Enjoy!

terimalah.....

Terimalah….

cinta terlarang

Cinta Terlarang

mawar terakhir

Mawar Merah

Kawah Putih

Kawah Putih

Kawah Putih ramai

Para Pengunjung di Kawah Putih

Kawah Putih

Kawah Putih dalam tone hitam putih

Pemain Kecapi

Pemain Kecapi di Pintu Masuk Kawah Putih

***

Oya, jika Anda memerlukan informasi lebih lengkap tentang wisata Kawah Putih dan sekitarnya, silahkan kunjungi www.kawah-putih.com atau www.kawahputih.org

Advertisements

35 thoughts on “Cinta Terlarang di Kawah Putih, Ciwidey

  1. eda says:

    ahh…cantiknyaaa…. sayang, pas aku ke sana pas ujan deres pake banget. jadi ga bisa menikmati pemandangan. padahal jauh2 dari surabaya uda bawa perlengkapan mau foto2 :((

    Like

  2. Baginda Ratu says:

    Foto pake dslr apa kamera henpon nih, Mes? Denger2 kalo bawa2 dslr suka dikenai tarif… Aku udah lamaaaa bgt nggak ke kawah putih, berapa htmnya skrg? Kalo bw mobil pribadi denger2 lebih mahal lagi…

    Like

  3. dedy oktavianus pardede says:

    Seems so beautifull, but ain’t nothing living there in that heaven….
    that’s why God creates us as man and woman, to bring a new life within,
    btw, feel ‘terlarang’nya dapet kak…..
    lbh dramatis lagi kalo bunganya bukan mawar plastik, tp edelweiss asli, lol

    Like

  4. Rahmat_98 says:

    Wooow…. Kawah putih yang selalu memukau keindahannya.
    Pertama kali ke sini tahun 1999 lalu, ngepas banget hari jum’at….
    Alhasil sendirian di tengah kawah yang katanya di huni oleh mbah jambrong 😦
    Sempat juga ngerasain ngecamp selama beberapa hari di depan gerbangnya, sekalian menikmati pemandangan indah Ranca Upas dan situ patengan… 😀

    Like

  5. Pypy says:

    Cewe sama cewe? Kerenn idenya 😀

    Mes, nanya dong sewa angkot ut PP nya jadi brp? Sama mau tanya rincian biayanya juga sih.. Kali2 masih inget..hehe.. Kamu lgsg balik Jkt lagi kah? atau kesitu aja? Thank youu yah.. Jadi terinspirasi nih 😀

    Like

    • Messa says:

      Sorenya kami langsung balik ke Jakarta, Py. Gak nginap. biaya sewa angkot aku dah nggak ingat. Tapi biaya yg dikeluarkan per orang PP Jkt-Kawah Putih tahun 2009 sekitar rp 100rb/orang. Udah termasuk makan siang di warung di Kawah Putih tuh 😉

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s