Fabiola Lawalata: Bosan Jika Tidak Jalan-jalan

Haloha, blog kita tercinta ini punya rubrik baru sekarang. Yaitu, “Wawancara” šŸ˜€ Sebenarnya dari tahun lalu sudah ada keinginan saya untuk mewawancarai seseorang, tapi belum berjodoh šŸ˜€
Nah, sekitar akhir tahun lalu, sang empunya jalan2liburan.com. blogwalking ke blog tercinta ini šŸ˜€ serta mengomentari salah satu tulisan saya tentang Oman. Dari situlah “perkenalan” saya dengan Mbak Fabiola Lawalata atau yang akrab dipanggil dengan: Fe.
Saya pun memberanikan diri bertanya apakah beliau bersedia diwawancarai atau tidak. Ternyata bersedia sodara-sodara šŸ˜€ Begitulah kira-kira ceritanya mengapa Mbak Fe bisa muncul di wawancara edisi perdana ini šŸ˜€

***

Summer in Lisbon 2013 (foto: dok.pribadi)
Summer in Lisbon 2013 (foto: dok.pribadi)
Traveling adalah passion-nya. Dan sejauh ini, ia beserta suaminya, telah mengunjungi 60 negara di dunia, serta 13 negara bagian di Amerika Serikat. Tulisan perjalanannya telah banyak dimuat di berbagai majalah bergengsi di Indonesia. Seperti Marie Claire, Elle, More, Panorama, dlsb.
***
Berikut ini kutipan wawancara saya dengan mbak Fe:
1. Mengapa Anda traveling?

Jawabannya bakalan sama seperti mengapa kamu suka membaca, mengapa kamu nonton film, mengapa kamu going out. Karena suka, hobi, passion dan panggilan jiwa.

2. Apa motto atau semboyan traveling Anda?

  • Kalau kata Dalai Lama : Once a year, go somewhere you’ve never been before.
  • Saya dan suami benar-benar memegang prinsip ini.
3. Sejak kapan Anda menjadi penulis perjalanan atau travel writer?
  • Saya suka menulis diary dari kecil, lalu platform-nya berubah menjadi menulis di blog, ceritanya pun beragam mulai dari aktifitas sehari-hari.
  • Sejak saya resign dari kantor dan menggunakan waktu yang ada untuk traveling, saya mulai konsen menulis diary perjalanan saya bersama suami, semata supaya bisa menjadi kenangan untuk anak-anak kami kelak, dari penggalan-penggalan cerita itulah tercipta artikel perjalanan.

4. Siapa yang menginspirasi Anda untuk traveling dan menulis?

  • Dua hal yang berbeda. Untuk traveling, saya lahir di keluarga yang memang pejalan. Ayah saya pelaut yang sering ditempatkan di Eropa, Amerika dan Middle East. Jadinya sejak balita saya sudah terbiasa dengan dunia walaupun hanya bisa picturing melalui kartu pos yang ayah kirimkan setiap saat. Kakak-kakak saya pun bergelut di dunia pejalan dengan bekerja di maskapai penerbangan.
  • Sedangkan untuk menulis, sepertinya lahir dari diri sendiri. It’s about passion.

5. Masih ingat dimana tulisan jalan-jalan pertama Anda dimuat?

  • Di salah satu majalah pariwisata yang terbit di Indonesia tahun 2010. Itu pertama kali saya memberanikan diri mengirimkan artikel. Saya masih ingat, saya menulis mengenai negara Jordania. Dari jarak tulisan pertama ke tulisan-tulisan selanjutnya, pun, lumayan cukup cepat dan published di media yang berbeda.

6. Bagaimana gaya traveling Anda? Ala ransel, koper atau gabungan keduanya?

  • Untuk saya, ransel dan koper hanyalah sarana dan bukan gaya traveling.
  • Saya tidak mempunyai gaya traveling yang sering di dengung-dengungkan di social media. Saya bawa ransel jika memang diperlukan. Misalnya saat keliling Amerika Latin dengan bis umum dan kapal laut, sudah pasti kalau bawa koper itu hanya akan merepotkan. Dan untuk city tour di akhir pekan, biasanya saya memilih koper.

7. Siapa penulis favorit atau travel writer favorit Anda?

  • Khaled Hosseini

8. Kemana destinasi favorit Anda di Indonesia dan luar Indonesia? Serta mengapa Anda memilih tempat tersebut sebagai terfavorit?

  • Untuk luar Indonesia, favorit saya adalah negara-negara ex-war-zone seperti ex-Yugoslavia : Bosnia Herzegovina, Montenegro, Serbia, Macedonia.
  • Saya juga lagi jatuh hati banget sama Kosovo setelah perjalanan saya kesana Desember 2013 lalu. Mengapa? Karena negara-negara bekas perang ini masih belum terdengar gegap pariwisata-nya. Padahal menyimpan banyak hidden gem, panorama yang ok banget, orang-orangnya yang ramah, etc. Selama ini saya hanya bisa mendengar mengenai berita-berita perang di TV. Tapi setelah membuktikan sendiri, negara-negara ini layak dikunjungi.
  • Untuk Indonesia, tahun lalu saya dan suami traveling dua bulan nonstop di Indonesia dan mengunjungi pulau-pulau di Wakatobi & Bau Bau. Lalu dilanjutkan road trip selama dua minggu di Nusa Tenggara Timur (NTT). Those islands are magical !!

9. Sepanjang Anda bepergian, Anda sudah mengunjungi 60 negara. Apakah Anda berbaur dengan masyarakat lokal di 60 negara tersebut? Jika, ya, bagaimana caranya Anda menyesuaikan diri dengan tradisi & budaya setempat?

  • Saya suka dengan aktifitas pasar di setiap destinasi yang saya kunjungi. Menurut saya, jika mau berbaur dengan lokal bisa dimulai di tempat ini. Atau pilihlah rumah makan yang jauh dari pusat keramaian turis.
  • Di Lisbon, saya blusukan masuk ke gang-gang kecil yang dipenuhi imigran-imigran Afrika. Ternyata disana saya menemukan rumah makan kecil yang didatangi orang lokal. Pasti akan ada language border terutama jika bahasa Inggris bukan bahasa ibu mereka. Namun selama kita masih bisa menggunakan bahasa tubuh dan menggambar untuk menunjukkan apa yang kita maksud, you’ll be fine.

10. Dan pernahkah Anda mempromosikan Indonesia ke negara-negara yang Anda kunjungi itu? Jika ya, bagaimana cara Anda mempromosikan Indonesia?

  • Dengan rambut saya yang ikal, bota mata hitam, kulit sawo matang, seringkali saya mendapatkan pertanyaan darimana saya berasal. Biasanya dari situlah pembicaraan mengenai Indonesia akan bermula.
  • Di lain pihak, karena beberapa kerabat mengetahui hobi saya dan suami berdua, biasanya sering juga mereka menanyakan ide untuk berlibur, kemana dan bagaimana, tentu saja pilihan pertama adalah memberikan jawaban supaya mereka mengunjungi Indonesia.

11. Apa tantangan terbesar ketika traveling?

  • Uang. Hahahha. Tapi benar, kan, tantangan terbesar untuk memulai traveling itu adalah bagaimana cara untuk saving the money.Ā Karena traveling butuh biaya yang tidak sedikit.

12. Apa tantangan terbesar sebagai travel writer?

  • Kekurangan bahan cerita. Karena berarti sudah saatnya saya traveling lagi. Hahahaa

13. Kapan Anda merasa sangat dihargai sebagai travel writer?

  • Pada saat tulisan di published di media.

14. Anda tidak bosan jalan-jalan melulu? šŸ˜€

  • Saya bosan jika tidak jalan-jalan šŸ˜€

15. Bagi-bagi dong, tips traveling andalan Anda?

  • Planning jauh-jauh hari dan pelajari mengenai destinasi tujuan Anda. Dari cuaca-nya, latar belakang sejarahnya.
  • Banyak traveler melakukan penghematan berlebihan yang gak masuk akal. Seperti melewati menikmati makanan khas lokal. Misalnya di Prancis atau Italia yang terkenal akan kulinernya dengan dalih berhemat. Aduh sayang banget, ya..

16. Apa pendapat Anda mengenai pariwisata Indonesia?

  • Saya gak perlu menjelaskan mengenai betapa surganya alam Indonesia. Kultur yang beragam dan kekayaan kuliner-nya. Kelemahan pariwisata Indonesia masih banyak. And this is the bitter part. Yang paling parah adalah sumber daya manusia (SDM)-nya.
  • Sampah dan kotoran dimana-mana, pemburuan ikan hiu dan paus yang makin marak, orang utan yang kita miliki justru diperhatikan pihak Non Government Organization (NGO) luar negeri, penggundulan dan pembakaran hutan semena-mena, adalah sebagian kecil bukti bahwa rakyat kita masih belum berilmu dan memikirkan masa depan sumber alam. Surga pun bisa menjadi neraka.

17. Lalu apa harapan Anda untuk pariwisata Indonesia?

  • Mengedukasi rakyat mengenai penggunaan sampah plastik berlebihan dan yang dibuang seenaknya adalah merugikan alam dan manusia.
  • Lebih diperhatikannya aset heritage yang dimiliki bangsa. Saya rindu menikmati museum layaknya museum of natural history New York di Indonesia. Saya salut dengan pariwisata di India, boleh dibilang negara miskin tapi kalau sudah menyangkut aset heritage, angkat topi untuk usaha mereka mempertahankannya.
wedding anniversary di Petra, Jordania (foto: dok.pribadi)
bersama suami ketika wedding anniversary di Petra, Jordania (foto: dok.pribadi)

18. Apa rencana Anda ke depannya? Sekalian bocorin sedikit, dong, tahun ini akan jalan-jalan kemana saja? šŸ˜€

  • Travel plan selalu ada sampai dua tahun ke depan. Biasanya saya dan suami sudah planning jauh-jauh hari karena masing-masing kita, kan, juga punya bucket list. Jadi supaya adil kita arrange jauh-jauh hari mau kemana dan mulai menabung.
  • Rencana paling dekat adalah Valentine di Cyprus, semoga gak ada halangan šŸ™‚

19. Pesan Anda untuk fans jalan2liburan.com, fans h0tchocolate.wordpress.com, para tukang jalan-jalan dan mereka yang ingin menjadi travel writer.

  • Write everyday!
  • Tulislah artikel perjalananmu dengan hati dan tidak mengopi gaya tulisan orang lain. Dan jujurlah dengan keadaan suatu destinasi yang sebenarnya.
di Vienna, Austria (foto: dok pribadi)
di Vienna, Austria (foto: dok pribadi)

***

Terima kasih mbak Fe. Sukses selalu untuk semua rencana Anda selanjutnya!

Oya, yang mau follow twitter atau instagram-nya silahkan langsung saja klik:

twitter: @jalan2liburan

instagram: @jalan2liburan

***

Kalau teman-teman ada yang ingin saya wawancarai, atau mau ngasih ide untuk wawancara selanjutnya, silahkan kirim email ke: blogmessa@gmail.com. Tapi wawancaranya gratisan, lho, ya šŸ˜€ Nggak dibayar šŸ˜€ šŸ˜€
***
Demikianlah wawancara edisi perdana kita kali ini. Semoga bisa menginspirasi Anda semua. Enjoy! šŸ˜‰

Advertisements

21 thoughts on “Fabiola Lawalata: Bosan Jika Tidak Jalan-jalan

  1. Mba Messa seru banget ini bikin wawancara2 gini hiihihi.. Setuju sama Mba Fe kendalanya pasti uang hahaha makanya harus di planning2in jauh2 hari dan bener2 nabung yah mba. kalau udah passion sih aku rasa mau gimanapun akan tetep dijalanin. Sukses terus mba fe jalan2nya šŸ˜€

    Like

  2. Messa, seruuu iih jadi berasa baca majalah yang ada profilenya gitu..DAn akugak kebayang Kosovo jadi tujuan wisata, tapi kalau buat orang yang biasa travelling, setiap tempat malah punya daya tarik yang berbeda ya dan mereka bisa menemukannya. Aku malah tipikal yang turis mainstream abis deh dan kalau mau pergi harus denger testimoni banyak orang. DAn tetep uang juga jadi issue ihihi

    Like

  3. Woooowww, udah ada rubrik wawancaranyaaaa….
    Aku followernya mbak Fe juga tapi yang blog cerita4musim itu. Eh, nama komplitnya Fabiola, ya. Lah kok dipanggilnya Fe, yak? šŸ™‚
    Btw, aku bukan traveler. Liburan cuma sesekali aja. well, itu pun kalo mudik ke kampung bisa disebut liburan ya. Hahaha… Makanya, selalu menikmati blog2 tukang jalan2 macem blognya mbak Fe ini.. šŸ™‚

    Like

  4. Wuih. Kagum sama Mba Fe, makasih mba Me. Jadi banyak tahu gimana sih sebenernya seorang travel writer itu. Tempat-tempatnya gak kebayang deh kalo saya bakalan mengunjungi ke sana.

    Like

  5. Kerenn banget idenya buat wawancara gini Mess šŸ˜€ Makin seru baca blog mu..

    Gw ngefans banget sama Fe, jadi makin antusias bacanya..:D

    Gak sabar nunggu episode selanjutnya..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s