Bandaraku Sayang Bandaraku Malang

KUALANAMU INT'L AIRPORT

KUALANAMU INT’L AIRPORT

Kalau bertamu ke rumah seseorang, biasanya yang kita injak duluan adalah halaman depannya lalu teras rumahnya. Nah, kalau bertamu ke suatu negara (via jalur udara), maka terasnya / halamannya adalah bandara. Jika di teras rumah saja sudah tercium bau tak sedap, mau masuk ke dalam rumah tersebut, pun, sudah malas rasanya.

Seperti itulah yang saya dan suami alami ketika kaki kami mendarat di terminal dua (kedatangan internasional), bandara Soekarno Hatta (Soetta) di Jakarta (ibukota Indonesia), dari Singapura, dua pekan yang silam. Bukannya disambut dengan wewangian yang bikin rileks atau alunan musik gamelan nan lembut, tapi kami disambut bau tak sedap.

Bau yang menurut saya seperti bau kotoran manusia yang berasal dari toilet itu, tercium ketika kami memasuki ruangan imigrasi. Saya yang notabene orang Indonesia saja sangat terganggu dengan bau tersebut. Bagaimana pula dengan orang asing yang mau melancong ke Indonesia? Sedih saya melihatnya. Jika bandaranya saja bau, lantas bagaimana negaranya?

Bandara adalah refleksi dari suatu negara. Refleksi dari tujuan, arah, maupun strategi pembangunan suatu negara. Jika bandaranya bau, maka tujuan, arah dan strategi pembangunan suatu negara, sudah pasti juga “bau”.

***

Agak jauh dari Soetta, saya pun mengalami hal yang kurang lebih hampir sama ketika mendarat di bandara Kualanamu Sumatra Utara (Sumut). Padahal bandara ini baru soft opening pada bulan Juli tahun 2013 yang lalu. Tapi keadaannya sekarang, koq, menyedihkan :(. Enam bulan berlalu, tapi koq sepertinya bukannya makin terawat atau makin bersih. Tapi makin jorok dan suram. Dan, koq, sepertinya pembangunannya tidak kelar-kelar? :(.

Apalagi pas saya masuk ke toiletnya… Aduh, maak, sedih saya melihat keadaannya :(. Suram. Seperti berada di toilet bandara yang frustrasi dan putus asa :(. Belum pantas rasanya menyandang gelar: International Airport…..

***

Lain Soetta di Jakarta, lain Kuala Namu di Sumut, lain pula persoalan yang dihadapi bandara Sepinggan diΒ  Balikpapan.

Bandara Sepinggan saat ini telah diperbesar. Dan kabarnya akan mulai beroperasi pada bulan Februari/Maret 2014 mendatang. Namun ada usulan dari pemimpin Kalimantan Timur, untuk mengganti nama bandara Sepinggan menjadi bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman. Alasannya adalah untuk penghargaan atas jasa-jasa beliau ketika memerintah dulu. Sultan Aji Muhammad Sulaiman adalah Sultan Kutai Kertanegara ke-18 (Wikipedia). Nah, usulan tersebut mengundang pro dan kontra dari masyarakat.

***

Kalau untuk saya pribadi, soal nama bukan masalah. Yang penting bandaranya nyaman, aman, toilet bersih, wifi gratis yang koneksinya kencang, dan pesawat berangkat sesuai jadwal.

Tapi kalau tidak ada keperluan yang mendesak, untuk apa mengganti nama bandara? Biaya untuk mengganti nama (yang sudah pasti jumlahnya tidak kecil), bisa digunakan untuk hal lain yang lebih penting dan mendesak. Misalnya untuk menambah ruas jalan di Balikpapan yang dirasa sudah tidak memadai lagi untuk jumlah kendaraan seperti sekarang. Atau bantu korban bencana alam di Sinabung atau di Manado sana. Atau apa keq. Pokoknya yang manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat.

***

Entah kapan bandara kita (setidaknya) bisa seperti Changi di Singapura sana. Yang begitu “siapnya” menyambut tamu-tamu dari berbagai negara….

Tapi mungkin, mengharapkan bandara kita seperti itu, saya pikir sama dengan mengharapkan orang Indonesia sadar antri.

Advertisements

36 comments

  1. Setujuuuu! Apapun namanya yang penting kebersihan dan kualitasnya itu diperbaiki, lebih ditingkatkan menjadi lebih bagus …

    Like

    1. Iya mbak Cha. Kalau bersih, kan, pengunjung jadi betah di bandara…

      Like

  2. evy doloks · · Reply

    heathrow airport yang nggak kalah padatnya sama soetta aja masih bersih loh. padahal kalau mau nyamain, Indonesia bisa banget. nggak ngerti ya kenapa kita ketinggalan dan selalu ketinggalan dalam banyak hal. jangankan di airport mes’, di tempat – tempat seperti mall aja contohnya, toilet-nya kadang ampun – ampun deh baunya ! aneh ya, kalau di negara lain sepertinya orang – orangnya peduli banget sama negaranya. sense of belonging-nya kerasa banget. di sini kok nggak ? sedih …

    Like

    1. Makanya kak.. Ini bandara internasional yg berada di ibukota negara pulak. Artinya, itulah wajah negeri kita ini 😦

      Like

  3. Sayang banget ya klo bandaranya sudah bagus, eh toiletnya jorok 😦 . Ya kebersihan toilet juga tergantung pemakainya sih, ada orang2 yg ga ngerti pakai toilet, misal jongkong (naik) ke toilet duduk, buang pembalut ke klosetnya, ga nyiram, atau airnya mati?. Toilet2 bandara di luar jarang kuliat petugas kebersihannya tp tetap bersih dan terawat.

    Oh ya saya pernah diketawain adik ipar, ko petugas kebersihan kamar mandi nyobek2 tissue toilet, trus kasih ke pengguna toilet. Kesannya ga ada kerjaan banget ya, habis bgm klo di sediakan satu roll kadang ada orang yg pakai semaunya aja hahaha.

    Like

    1. Ya itulah kak… Mindset sebagian besar rakyat Indonesia memang belum sampai situ kayaknya ya… Yg penting bandara gede udah jadi, urusan bersih tak bersih nomor terakhir 😦

      Like

  4. jadi ingat pernah baca di koran ada lho gerakan toilet bersih…
    aku lupa siapa namanya..,ibu2 arsitek yg prihatin dengan keadaan toilet di negri ini….
    nggak tau bgmn perkembangan gerakan itu sekarang, tapi aku setuju gagasannya itu

    Like

    1. Iya kak.. Biasanya kalau toilet bersih, bagian2 lain pasti bersih 😦

      Like

  5. Mbak Mess kuala namu udah gak bagus lg gitu? Kan baru ya sayang banget….Setuju sih buat bandara sepinggan daripada ganti nama mending untuk bagusin yang lainnya dulu..

    Like

    1. Jorok dan tak terawat menurutku Rere 😦

      Like

  6. Iya..setuju banget dengan pendapat Mbak Messa. Saya juga merasakan itu. Terutama kalau baru datang dari bandara di negara-negara lain, terasa banget ‘jebloknya’ tingkat kebersihan,tingkat kemodernan dan keindahan bandaranya. Kok bandaraku terasa sangat kusam, kurang bersih, kurang modern dan suram banget ya. Saya sering menghibur diri..barangkali itu karena lantainya berwarna coklat he he…
    Tapi sejak kira-kira beberapa bulan atau setahun yang lalu..saya melihat lantai di ruang kedatangan international (sebelum imigrasi) sudah dilapisin karpet. Lumayan sih ada upaya pembenahan sedikit.. Dulunya gelap banget, Mbak..

    Sayang ya kalau Kuala Namu jadi kurang terawat. Terakhir saya ke sana masih kinclong soalnya Mbak.

    Saya juga setuju, mendingan dipakai buat mendanai hal lain yang lebih berguna daripada hanya sekedar mengganti nama bandara.

    Like

    1. Nggak perlu modern tapi terawat dan bersih, menurut saya tak apa, mbak…

      Like

  7. Dan di Bali, bandara baru, toilet nya udah ada tato sepatu. Orang Indonesia ini emang pada suka bikin toilet banjir dan bertato…

    Like

    1. Tato sepatu?? Kayak apa itu mbak? πŸ˜€

      Like

  8. COba dulu Sultan Mahmud Badaruddin II kak,
    cap sepatu di toiletnya semua, lagian sih, toilet jongkok cuma 1 diantara sekian toilet duduk, yg duduk juga dijongkokin sm org2, hehehe

    Like

    1. Itulah ya, mending bikin toilet jongkok aja kan? Belum sanggup kita pakai yg duduk…

      Like

  9. Ah setuju banget nih sama postingannya. Pengen banget bandaranya bisa kayak bandara Changi deh ya minimal yang deketan sama Indonesia. Rapi, teratur, nyaman.. Kalo di Pekanbaru cerita bandaranya beda lagi, disini yang bikin rada gak nyaman adalah supir2 taksi yang nyambut di gate kedatangan. Suka maksa, dan bener2 kalo mau naik taksi harus sama mereka, taksi lain sama sekali gak boleh ambil penumpang di bandara .

    Like

    1. Mungkin 50 tahun lagi baru bandara di Indonesia bisa menyamai Changi ya…

      Like

  10. Ikutan setuju nih.. Sayang sekali ya ketidakperdulian dan kurangnya disiplin dari bangsa kita sehingga sesuatu yang baru pun menjadi terlihat lama. Andai bisa digalakan hidup tidak jorok. Padahal kan kalau bersih, kita sendiri yang merasa nyaman. Masa toilet bandara kalah dengan toilet-toilet terminal.

    Like

  11. Aku belum pernah naik pesawat, Mes. Jadi ya… belum pernah ke bandara… πŸ˜†
    Btw, toilet jorok itu beneran horror ya, kalo di tempat umum begitu… 😦

    Like

    1. Belum pernah naik pesawat komersil tapi naik pesawat jet pribadi sudah kan Fiiit :p πŸ˜€

      Like

      1. Huahaha… yeah, i wish…! :))

        Like

  12. Itulah kelemahan orang-orang kita, Mes. Bisa punya tapi gak bisa ngerawat 😦
    Barang yang kinclong kalau gak dirawat juga akan segera jadi barang bulukan. Sayang ya . . .

    Like

    1. Bener om..

      Like

  13. sejauh ini belom pernah ngerasain jeleknya soetta soalnya tiap masuk toilet pasti bersih tuh.. mungkin kaka lagi apes kedapetan bau toilet yang blom dibersihin kali hehehehe..

    jangan sampe deh ngebandingin bandara indonesia sama changi.. jauh banget kelasnya wkwkwk

    Like

    1. Gpp dong πŸ˜€ musti ada contoh πŸ˜€

      Like

  14. ahhh setuju bgt sama tulisan ini… aku sih bandara ga kayak changi jg gpp. yg penting bersih, rapi, dan terawat baik. daripada digede2in segede gambreng, tapi maintenance nya memble, kan percuma…. ^____*

    Like

    1. Setuju…

      Like

  15. iya ya bener bgt, masalah nomor wahid tanah air tuh emang kenapa sih demen amat jorok…sigh

    Like

    1. Budaya bersih belum mendarah daging mbak..

      Like

  16. Jaga kebersihan kok susah banget ya?
    Apa susahnya sih tinggal mencet doang kan? Nggak pake acara nimba air dulu seember buat nyiram.
    *geleng-geleng sendiri*

    Like

    1. Mungkin airnya mati mbak.. Atau emang gak ada kesadaran utk bersih

      Like

  17. Klo gw bilang sih emang dari mental kebanyakan orang Indo yang susah diajak ut hidup bersih. Dan bisa dibilang aturannya juga ga ketat. Makanya gw sering denger kalo orang Indo di Sing bisa kok tetiba sadar kebersihan. Karena memang aturannya juga disana ketat dan jelas. Tapi kalo dibandara sampe bau kotoran itu sih keterlaluan banget. pppffttt..

    Like

    1. Iya ya kalau disana peraturan ketat dan jelas… Di negeri kita tercinta ini yang jelas sering mati listrik, air dan korupsi

      Like

  18. Jarang banget pake terminal 2 di Soetta sih saya, semenyedihkan itu ya? Padahal sekarang Soetta kan yang paling gede di Indonesia. Haish… Sedih deh bacanya..

    Like

    1. Bandara besar tapi perawatan nggak maksimal buat apa coba mas?

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: