Hasrat…

tenda pengungsi

Ketika mendengar kabar bahwa suami memperoleh rezeki yang jumlahnya lumayan di awal tahun ini, saya langsung ngomong, “Suami, kita ke Bali saja, yuk? Kalau nggak salah, klub gowes (sepeda) mau jalan kesitu, tuh. Ikut, yuk?” Padahal sebenarnya saya nggak doyan banget pergi ke Bali. Tapi hasrat saya untuk jalan-jalan, koq, rasanya tidak terbendung. Pokoknya mau kemana pun jadilah. Yang penting judulnya jalan-jalan.

Saya begitu bernafsu mendengar kabar tentang rencana jalan-jalan ke Bali itu. Padahal dua minggu yang lalu, saya baru saja pulang dari jalan-jalan akhir tahun, selama hampir sebulan penuh.

Tapi sore tadi, ketika saya sedang membaca-baca berita tentang bencana alam yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini, sebuah suara membisiki hati kecil saya,

“Hei kamu, yang baru saja pulang dari jalan-jalan. Untuk apa lagi pergi jalan-jalan? Sudah cukuplah dulu yang jalan-jalan itu. Kalau ada uangmu atau rezekimu, bantulah anak-anak korban Sinabung sana. Mereka sangat membutuhkan bantuan.

Kamu sudah pernah melihat sendiri bagaimana nasib anak-anak korban bencana di Pengalengan, Bandung, kan? Mereka tidur di tenda-tenda darurat yang minim penghangat, dan kalau malam dinginnya luar biasa menusuk tulang.

tenda 47 e

Kamu lihat sendiri, mereka makan apa saja yang disediakan di hadapan mereka. Mereka tidak bisa memilih. Sedangkan kamu, kamu sekarang masih bisa makan dengan layak dirumahmu. Bahkan kamu masih bisa memilih mau makan apa hari ini. Mereka tidak bisa.

Kamu tahu, bahwa anak-anak itu tidak memilih untuk tinggal di daerah bencana dan mereka tidak memilih supaya bencana datang kepada mereka.

Dan kamu lihat sendiri, anak-anak itu memiliki cita-cita, impian, mau jadi apa nantinya di masa depan.

Bantulah mereka, Messa.”

***

Selesai mendengar bisikan tersebut, menangislah saya. Hampir saja saya dibutakan oleh hasrat duniawi yang menggebu. Maka sejak sore tadi, saya putuskan untuk berhenti memikirkan tentang jalan-jalan.

Ngeri juga saya membayangkan, kalau misalnya nanti di surga sana (ketika saya menghadap Dia), Tuhan bertanya, “Mengapa kamu tidak menolong mereka yang membutuhkan? Padahal Aku sudah memperingatkanmu, Messa.”

Nafsu, hasrat, kebutuhan, keinginan -atau entah apa pun sebutannya- manusia, memang tidak akan ada habisnya selama kita masih bernafas. Seperti kata Dewa 19 dalam lagu mereka yang berjudul Dua Sejoli, “Bila kau terus pandangi langit tinggi di angkasa, takkan ada habisnya segala hasrat di dunia.” Saya setuju dengan mereka.

Jalan-jalan masih bisa ditunda. Tapi menolong mereka yang sedang dilanda bencana, tidak bisa ditunda-tunda. Kiranya kita bisa mengelola hasrat kita untuk melakukan kebaikan serta hal positif di dunia ini.

***

Para pembaca yang budiman, kalau Anda rela dan ikhlas, bantulah mereka yang sedang dilanda bencana alam. Mungkin Anda tak bisa menolong mereka dengan datang langsung ke daerah bencana, namun Anda bisa mengirim bantuan atau donasi Anda melalui lembaga kemanusiaan atau melalui media terpercaya.

Menurut hemat saya, beberapa media cetak nasional memiliki rekening untuk bantuan kemanusiaan seperti misalnya ‘Dana Kemanusiaan Kompas ‘ yang dimiliki Kompas Gramedia Group.

Dari hasil pencarian saya di gugel dot com, rekening Dana Kemanusiaan Kompas adalah: BCA CABANG GAJAH MADA JAKARTA. NOMOR REKENING: 012.302143.3 atas nama YAYASAN DANA KEMANUSIAAN KOMPAS.

Atau Anda juga bisa menyalurkannya melalui Yayasan Wahana Visi Indonesia melalui rekening: BCA CABANG WAHID HASYIM JAKARTA. NOMOR REKENING: 028-3012261 atas nama YAYASAN WAHANA VISI INDONESIA.

Itu saja nomor rekening yang saya tahu dan bisa bagikan sekarang. Jika pembaca yang budiman ada yang tahu kemana saja bantuan bisa diberikan, mohon dibagikan pada kolom komentar.

Terima kasih.

***

Berapapun besar donasi yang Anda berikan, akan sangat berharga bagi mereka.

***

Oya, tulisan ini juga saya ikut sertakan di giveaway kolaborasi Ajo Ramli. Saya hanya ikut meramaikan saja, Ajo. Tidak berharap untuk menang. Karena impian saya sekarang adalah bisa membantu mereka yang memang membutuhkan bantuan. Dan lagipula saya sudah janji mau ikutan giveaway ini.

Kalau Ajo juga mau memberi bantuan, Ajo bisa langsung mengirimnya ke salah satu rekening yang tertera seperti di atas. Sukses untuk giveaway-nya.

Tulisan ini diikutsertakan pada Giveaway Kolaborasi : Apa Impianmu?

giveaway-kolaborasi-banner-ii2

Advertisements

18 thoughts on “Hasrat…

  1. Pypy says:

    Setujuu.. Gw juga mo jalan2 rencananya akhir januari ini lgsg urung. Dana liburan yg tidak seberapa itu pasti dibutuhkan oleh orang2 yg rumahnya hanyut dihajar banjir Bandang di Manado. 😦

    Like

  2. Ni Made Sri Andani says:

    Baik sekali upaya Mbak Messa untuk mengingatkan kita semua bahwa ada saudara-saudara kita yang saat ini berada di pengungsian dan membutuhkan bantuan. Semoga kita semua bisa membantu. Walau sedikit, namun jika dilakukan bersama-sama dan dikumpulkan tentu lumayan ya mbak.. semoga semuanya bisa disalurkan untuk kepentingan para pengungsi.

    Like

  3. nurme says:

    Terimakasih sudah mengingatkan akan berbagi kedermawanan di GA kami, Saat ini emang lagi banyak yang membutuhkan, terlebih mereka yang terkena bencana cukup parah.

    Terimakasih Mbak 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s