32 My Age

Tahun baru, banyak banget temen-temen blogger yang bikin giveaway di blognya. Kayaknya banyak yang dapat rezeki nomplok, nih, di tahun yang menurut kalender Cina adalah tahun kuda kayu ini :D. Salah satunya adalah giveaway di blog kak Joice. Sudah ikutan belum? Kalau belum, ikutan, yuk :).

Untuk meramaikan giveaway tersebut, maka muncullah tulisan ini.

Begitu kak Joice mengumumkan giveaway di blognya tentang memaknai usia 32, saya tidak bisa tidak menghubungkan angka tersebut dengan kalimat Vicky Prasetyo, β€œ29 my age…”, yang pernah membuat gempar seantero Indonesia tahun lalu :D. Maka dengan ini, saya resmi meminjam kalimat Om Vicky dan memberi judul tulisan ini dengan: 32 My Age.


Kebetulan, saya pun akan berusia 32 di tahun 2014, yang katanya sama seperti kalender tahun 1997. Apakah umur saya juga bisa kembali seperti tahun 1997? Tentu saja tidak sodara-sodara :D. Kalau di dunianya Doraemon, mungkin bisa. Hahahha..

Nah, memaknai 32 my age itu…

1. Kadang hidup tidak sesuai itinerary.

Untuk yang hobinya traveling atau jalan-jalan, pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya itinerary atau rencana perjalanan.

Sebutlah misalnya itinerary traveling ke Pulau Samosir dari Balikpapan. Hari pertama: naik pesawat terbang dari Balikpapan-Kualanamu (Sumatra Utara). Dari Kualanamu lanjut melalui jalan darat ke Parapat. Kemudian disambung naik ferry ke Pulau Samosir. Tiba di pelabuhan Tomok, lanjut cek-in ke hotel yang berada di Tuk Tuk. Lalu makan malam dan acara bebas. Hari kedua: sarapan pagi di hotel, kemudian mengunjungi Parik Debata di Desa Pardomuan. Makan siang di Desa Pardomuan, dan seterusnya. Kira-kira seperti itulah contoh itinerary. Ada juga yang membuatnya sedetil dan selengkap mungkin. Dan memang semakin detil, semakin baik. Agar tidak ada waktu yang terbuang percuma.

Dalam hidup juga begitu. Kadang kita sudah membuat itinerary sedetil mungkin. Sak menit-menitnya pun ditulis mau ngapain, mau kemana, mau mencapai apa di usia ke sekian, dst. Namun sedetil-detilnya manusia merencanakan hidupnya, Tuhan-lah yang menentukan arah langkahnya. Makanya kadang jalanNya tak sesuai dengan itinerary kita.

Tak perlu frustrasi yang berlebihan jika rencana kita tak sejalan dengan rencanaNya. Ikuti saja kemana Ia menentukan langkah kita. Karena pasti itulah yang terbaik.

2. Waktu berlalu sangat cepat.

Rasanya baru kemarin kita heboh menyiapkan ini-itu untuk menyambut Natal. Tiba-tiba sekarang sudah hari ke-12 bulan Januari 2014. Dan sebentar lagi kita akan merayakan Imlek/Tahun Baru Cina. Saya yakin, teman-teman yang merayakan Imlek pun saat ini pasti sudah sibuk menyiapkan pernak-pernik untuk menyambut hari raya tersebut.

Ya, waktu berlalu seperti cepatnya kedipan mata. Makanya saya berusaha menggunakan waktu semaksimal mungkin. Dan sebisa mungkin, tidak melakukan hal yang sia-sia.

3. Ingatlah hari kematianmu.

Seiring bertambahnya usia, makin dekat pula kita dengan kematian. Benarkah? Saya pikir tidak. Di usia berapapun, kematian selalu mengintip. Karena, selain Tuhan, yang paling dekat dengan manusia adalah kematian.

Makanya ingatlah akan hari kematianmu. Siap-siap kalau kata saya dulu. Kita nggak akan tahu kapan kematian akan menjemput. Tapi bersiaplah senantiasa. Jika tiba waktunya nanti, kita akan berhadapan dengan si Empunya Waktu dan Semesta ini, untuk mempertanggungjawabkan segala yang pernah kita lakukan selama hidup di bumi yang fana ini.

4. Bersyukur akan kerutan di wajah.

Yang paling tidak disukai oleh sebagian besar perempuan berusia di atas 30-an, di muka bumi ini adalah, munculnya kerutan, flek hitam/coklat, serta garis-garis (halus dan kasar) di wajah. Pengennya mulus senantiasa sampai nenek-nenek. Bener, kan? :). Makanya produk-produk macam SK-II, Loreal, Olay ataupun Ponds yang (katanya) bisa memperlambat penuaan/memperhalus/menyamarkan kerutan di kulit wajah, laris manis di pasaran.

Tidak ada salahnya sih menggunakan produk-produk tersebut. Sah-sah saja. Tapi kalau menurut saya pribadi, tak usah dilawan munculnya garis-garis halus maupun kulit yang berkerut itu. Justru hal tersebut adalah anugerah yang mesti disyukuri. Aneh, kan, kalau di usia 30-an tidak ada garis ataupun kerutan di wajah. Disangka vampir nanti :D. Seperti wajahnya Edward Cullen yang super mulus di film Twilight :D.

Wajah mulus, mah, boleh saja, tapi kalau boleh, hati pun ikut mulus, dong :D.

5. Harapan.

Nggak muluk-muluk. Mudah-mudahan melalui tulisan maupun foto-foto di blog ini, pembaca bisa terhibur. Kemudian, kalau bisa, pembaca juga terinspirasi untuk menjadi manusia yang lebih baik. Terakhir, juga semoga bisa menginspirasi pembaca untuk jalan-jalan :D.


Mau di usia berapa pun, kalau bisa, enjoy sajalah dalam menjalani hidup ini. So, that’s all I have for now, kak Joice. Mudah-mudahan tulisannya bermakna dan enjoylah dalam menjalani usia 32 ini. Happy birthday!

Advertisements

25 thoughts on “32 My Age

  1. Wowwww messa…..bagus banget!!! Dalemm yaaa! Ahhh kenapa sih mess kamu masih manggil kakak? Si maya aja dah aku suruh panggil joice aja meskipun beda 2 tahun…hehehehe cincailahhhh…
    btw tq ya mess utk partisipasinya….semoga menang nih

    Like

  2. Ish, aku kesindir kamu sebut2 sk 2 sama edward cullen dimarih, Mes. Itu favoritkuuuu…. πŸ˜†
    Belum sempat bikin jurnal ttg ini, euy. Padahal pengen banget ikutan GAnya Joice. Ehm…. musti kembali bertapa, deh.. πŸ™‚

    Like

        1. Soale udah kebiasaan mbak, dari dulu kalau manggil seseorang musti ada sebutannya πŸ˜€ jadi aneh kalau gak ada sebutannya πŸ˜€ hihihiii tapi ya berhubung sudah ada pesan sponsor, maka mulai sekarang stop nyebut mbak πŸ˜€ *feelingAwkward* πŸ˜€

          Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s