Chocolate Amer

Juni tahun lalu, sehabis muter-muter di Gardens by The Bay (Singapura) saya dan suami kelaparan. Karena nggak ada pilihan lain, akhirnya kami memutuskan untuk makan di outlet Bakerzin, yang bisa dicapai hanya dengan berjalan kaki beberapa menit dari atraksi Cloud Forest.

Itu kali pertama saya menginjakkan kaki di Bakerzin. Kalau mendengar namanya sudah pernah. Karena mereka juga punya beberapa outlet di Indonesia. Tapi entah bagaimana bentuk makanan yang mereka jual, saya tidak tahu sama sekali.

Yang membuat saya tak bisa melupakan Bakerzin hari itu adalah Chocolate Amer-nya. Biasanya kalau kami bertandang ke satu tempat makan yang baru pertama kali dikunjungi, suami pasti bertanya, “Apa menu jagoan kalian?” Karena menurut staf yang melayani kami hari itu, spesialisasi Bakerzin adalah makanan penutup yang manis, maka ia pun menjawabnya dengan, “Chocolate Amer.” Kami pun memesannya sepotong. Dibagi dua dong. Kan, sepiring berdua huahahha :D.

Nggak, ding :D. Dua potong kebanyakan. Kalau misalnya nantinya setelah dirasa nggak cocok di lidah, penyesalannya, kan, cuma sedikit :D. Kalau dua potong, penyesalannya berlipat ganda, Jendral :D. Hihihiii :D.

Chocolate Amer
Chocolate Amer

Beberapa saat setelah selesai menyantap hidangan berat, si Chocolate Amer pun dihantarkan ke hadapan kami. Penampakannya tak meyakinkan. Bentuknya seperti balok berlapis lima. Yang menarik mata cuma bubuk coklat yang ditaburkan merata di lapisan paling atas cake, serta tulisan BAKERZIN kecil pada kertas berwarna keemasan, yang ditancapkan pada pinggir cake.

Suami saya mencobanya duluan. Kepala keluarga harus didahulukan dong ;D. Saya tanya bagaimana rasanya, suami menjawab, “Skala 1-10, nilainya 10.” Saya pun terkejut.

Kalau suami sudah ngomong begitu, saya mah percaya 100 % :D. Tak diragukan lagi. Soale kalau tentang menilai makanan, suami lebih baik daripada saya hahahahhaa :D.

Tiba giliran saya untuk menyantap si cake berwarna gelap ini. Benar memang. Enaaaaaak banget. Coklatnya meleleh di mulut. Perpaduan dari rasa pahit dan manisnya coklat sungguh tak ada duanya :D. Dan menurut saya, rasa pahitnya lebih menonjol daripada rasa manisnya.

Sejauh ini, Chocolate Amer yang berarti “bitter chocolate” adalah cake coklat terenak yang pernah saya makan.

Penampakan si Chocolate Amer dari samping
Penampakan si Chocolate Amer dari samping

Sekembalinya ke Indonesia, saya berniat untuk mereka ulang si Chocolate Amer ini pada ulang tahun suami. Soale Bakerzin tidak punya outlet di Balikpapan. Tapi saya tak menemukan bumbu utamanya di Balikpapan. Yaitu coklat serta bubuk coklat Valrhona. Kue pun batal saya bikin. Valrhona rupanya adalah coklat premium yang berasal dari Prancis. Perkebunan coklatnya sendiri, kata om Wiki, berada di Oseania, Amerika Selatan dan Karibia.

Beruntung kemarin kami menyambangi Mal Kelapa Gading 3 dan menemukan outlet Bakerzin berdiri dengan anggunnya di lantai 1, di antara outlet-outlet lain :D.

Membayar rindu akan primadonanya Bakerzin, kami pun membawa pulang si Chocolate Amer ke hotel. Kali ini kami pesan dua potong. Supaya si suami dan istri sama-sama puas rindunya terbayar :D. Tapi kalau menurut saya, rasanya beda dengan yang di Singapura, terutama bubuk coklat pahitnya itu. Kalau ditanya lebih suka yang mana, tentu saja saya lebih menyukai Chocolate Amer versi Bakerzin Gardens By The Bay.

***

Oya, untuk yang berdomisili di Jakarta, bisa follow twitternya Bakerzin di: @bakerzinjkt

 

 

 

Advertisements

22 thoughts on “Chocolate Amer

  1. kue2nya emang enak2 banget. Tapi aku ga tau nama2nya mess, karna wktu itu makan di pesta ultah anaknya temen. Masa coba ada stand or booth khusus kue2 dari bakerzin *nangis pelangi*..yowes aku comot sampe mabok! hahhaha …*aji mumpung ya bok

    Like

  2. baca ini saya langsung nelan ludah baru baca aja sudah gini gimana kalo merasakan nya sendiri …. hahhaa mau donk Chocolate Amer nya 😀 harganya mahal gak ya..?

    Like

  3. Valrhona kalau nggak salah ada yang bilang masuk salahsatu list makanan yang harus dicoba sebelum mati *lebay* enak banget ya mbak? hehehe…

    eh itu mau bikin berarti punya resepnya dong. Bagi-bagi mbak resepnya!!!!

    Like

    1. Rencananya resepnya mau nyontek dari internet, non. Cari aja resep Coklat mousse dan flourless sponge cake. Tapi kalau kamu di Jakarta mending beli aja lah ke Bakerzin 😀 makasih udah berkunjung ya 🙂

      Like

    1. Kayaknya cuma ada di Jakarta, Medan, Bandung, Surabaya 😀 tapi kali aja mbak Lia mau beli franchise nya dan buka di Pekanbaru 😀 *sok tau Bakerzin pakai sistem franchise* 😀

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s