Ibu Rumpi

Kenalkan, Ibu Rumpi.

Ibu Rumpi adalah seorang pedagang di Pasar Klandasan, Balikpapan. Menurut pengakuannya, beliau telah berjualan di sana sejak tahun 70-an. Saat itu Pasar Klandasan belum dibangun bagus seperti sekarang.

Dari pagi hingga siang, biasanya beliau berjualan pada emperan salah satu toko kelontong di sana. Jika matahari terik, beliau akan memindahkan dagangannya ke emperan jalan di seberang toko kelontong, supaya tidak terlampau kepanasan karena sengatan matahari.

Awalnya beliau berjualan kedelai di pasar ini. Lalu berjualan jagung. Disambung dengan berjualan ayam. Kemudian sampai sekarang dagangannya silih berganti sesuai dengan modal yang ada serta permintaan pasar. Namun setelah hampir empat tahun saya menjadi pelanggan tetapnya, saya perhatikan, kini beliau cenderung berjualan buah.

Beliau bertempat tinggal di kilometer 15 (arah Samarinda). Biasanya beliau tiba di pasar sekitar pukul delapan pagi dan pulang pukul lima sore. Cukup jarang beliau tidak berjualan. Karena kalau tidak berjualan, keluarganya tidak makan.

***

Kepada saya, beliau sendiri cukup jujur menurut saya. Kalau buah dagangannya manis, beliau akan bilang manis. Kalau tidak manis atau busuk, beliau tidak akan menawarkannya kepada saya. Keren, ya? :D.

Oya, ngomong-ngomong tentang pedagang buah, saya jadi teringat kepada satu trik dari Om saya tentang bagaimana membeli buah yang manis :D. Jagi gini, sebutlah misalnya Anda mau membeli jeruk. Dengan ekspresi cool, tanyakan ke penjualnya apakah ada jeruk asam. Kalau jawabnya tidak, maka belilah jeruknya sebanyak yang Anda butuhkan. Kalau jawabnya ada, ya jangan dibeli dong :D. Kecuali Anda memang mencari jeruk yang asam :D.

Saya telah sering mempraktekkan trik ini. Kadang berhasil, kadang pedagangnya terkejut serta sebal mendengar pertanyaan saya :D. Tapi ada juga ada yang cool :D. Mungkin mereka yang cool ini sudah pernah mendengar trik ini juga, ya? Hahahahha :D.

******

ibu rumpi
ibu Rumpi

keranjang ibu Rumpi

IBU RUMPI 5
tempat berjualan dan timbangan ibu Rumpi
IBU RUMPI 1
emperan jalan tempat ibu Rumpi berjualan jika matahari terik

 

Advertisements

30 thoughts on “Ibu Rumpi

  1. Keren juga ya ibu ini hihihih eh btw aku baru tau tuh triknya hahaha aku gak pernah bs pilih2 buah manis atau asem jadi kalo beli sendiri cup cip cap aja :p

    Like

  2. kakak juga pake triks yg sama Mes..” pengen nyari kepok kuning tapi yg ditanya kepok putih..
    “nggak ada bu, adanya yg kuning” .., baru deh dibeli

    Like

  3. eh baru ngeh ada trik ini, segera dipraktekan ah kebetulan kan lagi musim mangga. suka kecewa klo mangganya asam. secara gak bisa milih buah yang udah matang nih 😦

    Like

    1. Kalau penjualnya bilang nggak ada yg asam, bilang saja ke yang jual supaya dipilih yg manis utk mbak. jangan mbak yang pilih πŸ˜€ btw, makasih sudah mampir ya πŸ™‚

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s