Radio

Semasa duduk di bangku SD hingga kuliah, biasanya saya ditemani musik dari radio kalau sedang belajar di rumah. Jika sebagian orang mendengarkan musik supaya pikiran rileks dan sebagai pengantar tidur, saya justru sebaliknya. Saya malah tidak bisa tidur kalau mendengar musik. Otak saya akan tetap bekerja jika mendengar musik. Akibatnya, mata jadi melek terus.

Siaran radio pertama yang saya pantengin zaman dulu adalah serial sandiwara radio Misteri Nini Pelet dan Mak Lampir dengan Misteri Gunung Merapi-nya. Ehh, jangan tertawa yaaa. Zaman dulu mah itu siaran radio yang paling ditunggu manusia khususnya anak SD se-kota Medan lhoo :D. Kami bahkan biasa menceritakannya kembali keesokan harinya di sekolah kepada teman-teman yang kelewatan mendengarnya :D. Serial sandiwara radio ini biasanya diputar di sore hari. Gelok ya, anak SD mainannya serial misteri euuyy hahahaha :D. Serial Korea mah belum ada dulu, Jendral :D. Tapi saya lupa nama saluran radio AM yang menyiarkan kedua sandiwara radio tersebut.


Kiss FM

Selewat zaman sandiwara radio, saya pun berkenalan dengan walkman dan gelombang radio FM. Saya tidak begitu paham mengenai perbedaan dari kedua gelombang ini. Tapi menurut saya, kualitas suara radio FM lebih jernih daripada AM.

Saya pun berkelana dengan si walkman mendengarkan beberapa radio FM yang lagunya enak-enak. Tapi akhirnya kuping saya kecantol berat sama radio KISS FM yang dulu mengudara di gelombang 104.75 FM, radionya anak muda Medan. Kalau sekarang mereka mengudara di 105 FM.

20131008-095909.jpg

Yang membuat saya senang mendengar KISS FM adalah: (1). Kualitas suaranya jernih; (2). Suara penyiarnya yang empuk dan renyah (kerupuk kaleee :D). Sebutlah nama-nama seperti Mas Boy, Mas Jimmy dan Mbak Noni Khairani yang suaranya berkibar di radio pada zaman itu; (3). Celotehan mereka yang kadang konyol, tak jarang membuat saya senyam-senyum atau bahkan tertawa terbahak-bahak ketika mendengarnya; Terakhir, (4). Para penyiarnya membawakan siaran dalam bahasa Indonesia yang populer menurut saya.

Apa pula pula bahasa Indonesia yang populer ini? Begini, zaman saya dulu, bahasa Indonesia yang kami gunakan di Medan, antara lain seperti berikut (disertai terjemahan bebas ke bahasa Indonesia populer :D):

  • Koq lama kali kau sampek? Orang ujan, Mak. —>> (Koq lama banget kamu sampai? Karena hujan, Mak).
  • Cok kau tengokkan dulu adek kau. Jangan-jangan udah di pasar sana dia. —>> (Coba kamu lihat dulu adikmu. Jangan-jangan sudah di jalan raya sana dia).
  • Ambekkan dulu buku itu, Lola. —>> (Ambilkan dulu buku itu, Lola).
  • Entah apa-apa aja pun PLN ini. Mati-mati aja terus. —>> (Bagaimana sih PLN ini. Mati melulu).
  • Macam mananya maksud kau? —>> (Maksudmu gimana, sih?).
  • Macam betul aja pun kau. —>> (Yang bener aja, dong).
  • Macam gitulah. —>> (Seperti itu lah kira-kira).
  • Belikkan dulu cabe dua kilo ke pajak. —>> (Belikan dulu cabai dua kilo ke pasar).
  • Antar dulu adekmu pakek kereta Bapak. —>> (Antar dulu adikmu pakai motor Bapak).

Nah, kalau penyiar radio KISS FM itu tidak menggunakan bahasa-bahasa seperti di atas :D. Mereka menggunakan bahasa Indonesia yang menurut saya lebih ramah, ‘manusiawi’, dan populer di kuping :D. (Anak Medan jangan marah ya πŸ˜€ :P).

Selain menggunakan bahasa Indonesia yang ramah, mereka juga menyapa pendengarnya dengan sebutan ‘Rekan Sebaya.’ Keren, kan? :D. Pendengar pun merasa dihargai lho ;). Salut untuk si pencetus ide ‘Rekan Sebaya’ ini.


Anda Minta, Kami Putar

Kalau membicarakan radio, belum afdol rasanya kalau belum membicarakan tentang request lagu. Oya, ajang request lagu ini juga sering digunakan sebagai ajang berkirim lagu untuk teman maupun orang-orang tersayang lho :).

Zaman kuliah adalah zaman keemasan saya me-request lagu di KISS FM :D. Lagu yang paling sering saya minta diputar dulu adalah I Don’t Wanna Kiss You Goodnight-nya LFO. Dan lagunya saya kirim untuk teman-teman sekelas di kampus :D. Hahaha.. Padahal sebenarnya bisa saja sih beli kasetnya lalu putar lagunya semalam suntuk. Tapi kurang seru, soale lagunya nggak bisa dikirim ke orang lain hahaha :D. Makanya yang paling menarik dari ajang request lagu, adalah sesi berkirim lagunya :D.

Saking fenomenalnya dulu ajang meminta lagu ini, salah satu saluran televisi swasta pun pernah membuat acara musik seperti konsep -anda minta kami putar- di radio. Kalau tak salah, sempat booming juga dulu acara yang dibawakan oleh Rina Gunawan itu. Tapi saya kurang suka :D. Soale wajah penyiarnya kelihatan hahaha :D.


Radio Internet

Setelah zaman kuliah kelar, entah kenapa lagu-lagu yang diputar di KISS FM menurut saya tidak sesuai lagi dengan selera kuping saya. Akhirnya saya pindah haluan ke radio La Femme dan Lite FM. Kebetulan kedua radio ini juga merupakan grup radio KISS.

Pindah ke Jakarta, pun saya masih tetap mencari radio yang bersahabat di kuping saya. Jak FM dan Gen FM adalah salah dua stasiun radio yang cocok untuk saya. Baik pilihan lagu, acara, maupun celotehan penyiarnya, sama-sama enak didengar :D.

Sekarang, kalau lagi pengen mendengar radio, saya pergi ke radio internet yang ada di iTunes. Ambil segmen adult contemporary dan pilih salah satu dari sekitar 340 saluran radio yang tersedia disana. Saluran radio favorit saya sekarang adalah Love Classics yang dikelola oleh media Brazil. Lagu-lagu yang mereka putar adalah lagu-lagu pop keren dari era 90 hingga awal 2000-an. Golden age-nya lagu-lagu keren ;).


Awal tahun ini, seorang blogger terdampar di blog saya dan mengomentari salah satu tulisan yang ada disini. Sebagai blogger yang ber-etika (cieeee :D), tentunya saya pun mengunjunginya balik alias bertamu ke blognya. Waktu itu mata saya tak sengaja membuka tulisannya yang menyinggung tentang meninggalnya pemilik radio KISS grup, Dimardi Abbas.

Baca punya baca, rupanya blogger yang terdampar di blog saya itu adalah salah satu mantan penyiar radio KISS FM favorit saya zaman dulu: Noni Khairani.

Ya ampun, nggak salah memang kalau orang bilang: dunia itu selebar daun kelor, ya? Dari semua blogger di dunia ini, koq bisa-bisanya saya ketemu (meskipun masih di dunia maya) dengan mbak Noni Khairani sang penyiar yang suaranya oke punya dan cerewet itu :D. Setelah blognya saya baca-baca selama ini, tulisan-tulisannya pun rupanya tak kalah cerewet dari orangnya :D. Penasaran? Langsung saja intip blog doi, ya :).


Saya bersyukur pernah mengenal radio dan tumbuh besar mendengarkan radio. Tak dapat disangkal memang kalau lagu-lagu yang saya dengar dulu, ikut membentuk saya menjadi pribadi seperti sekarang. Pribadi penyuka misteri. Misteri kehidupan. Hahahahaha πŸ˜€

So listen to the radio
And all the songs we used to know


Bagaimana denganmu kawans, masih suka mendengar radio? πŸ™‚


Tulisan ini adalah tribute untuk semua radio serta penyiar maupun mantan penyiar radio yang ada di semesta ini. Khususnya untuk mbak Noni Khairani. Terima kasih telah turut serta menghiasi masa pertumbuhan saya πŸ˜‰
(featured image: pinjam dari iHeartRadio)
Advertisements

32 thoughts on “Radio

  1. aaaaaahhhh ternyata bener si nyonya sepatu itu orang terkenal yaaaa…? πŸ˜€
    Mes, jadi medan sering mati listrik itu… DARI DULU…? Oh my….
    Btw, kayaknya kita seumuran deh, nah itu sandiwara radio yang kita suka samaan gitu. Mak Lampir, trus suka Saur sepuh juga dong, pasti…? Haha..
    Sekarang radio cuma kudengar pagi2 sama sore pas pulang kantor aja sih. So far, DELTA FM udah yang paling familiar… πŸ™‚

    Like

    1. Saur sepuh nggak ngikutin mbak. Cuma yang dua di atas doang ahaha πŸ˜€ kalau urusan mati lampu, nggak usah heran deh. Dari zaman tahun jebot udah kayak begitu tuh di Medan

      Like

  2. Dulu radio itu zaman SMP-SMA, kirim2 lagu buat cem-ceman, aihhh, abg labilll banget dulu πŸ˜› Sekarang dengerin kalau di mobil aja dan selalu Prambors seh. Btw, penasaran pingin denger si Mba Noni siaran gimana πŸ˜›

    Like

  3. Mes….aku koq terharu nulis ini hiks dan apalagi disinggung2 soal bang Ucok aka Dimardi Abas. Jadi inget dia lagi hiks manalah tadi siang gak sengaja ketemu anaknya di Marriot pas lunch. salah Satu alasan aku begitu balik ke Medan gak mau minta siaran lagi (walo udah ditawarin anaknya) karena koq kayaknya sedih banget radio tanpa bang Ucok lagi huhuhu * ya ampunnn ini beneran mewek nulisnya*
    thanks yaa Mes, tulisan bagus πŸ™‚

    btw….kita rekan sebaya apa gak ya hahaha

    Like

    1. Huaaa makasih ya mbaak πŸ˜€ tuh kan ketemu pula lagi sama anaknya beliau.. Jangan2 memang panggilan hidup mbak jadi penyiar radio lho… kalau penyiarnya bilang rekan sebaya, aku yakin aja lah, pasti rekan sebaya koq hahaha πŸ˜€

      Like

    1. Hahhaa iya penyiar favorit πŸ˜€ template baru mbak. Expound namanya. Keren nggak, mbak? πŸ˜€ simpel soale, nggak heboh dan tema majalah gitu πŸ™‚

      Like

        1. Oyaa?? Wah kemana aja aku selama ini πŸ˜€ mungkin karna selama ini kalo baca2 blog aku selalu di iphone ya mbak, jadi nggak kelihatan theme nya πŸ˜€

          Like

            1. Sama saja koq mbak. Tapi kayaknya mbak kadang postingannya pakai featured image, kadang tidak, ya? Supaya tampilannya bagus, konsisten aja pakai featured image, mbak πŸ˜‰

              Like

  4. saya malah kangen dengan tayangan sandiwara jaman dulu. jika di radio, kan kita yang berimajinasi dengan mendengarkan ceritanya..klo skrng kan udah bentuk visual, jadi imajinasi kita ya sesuai dengan bentuk visual itu…sueer kangen aku sama Arya Kamandanu..hehe…salam

    Like

    1. Hahhaha iya bener mas. Dan aku paling seneng denger suara kuda2 mereka yg berlarian serta kalau kudanya lagi meringkik πŸ˜€ hahhaha πŸ˜€ btw, thanks for coming ya πŸ™‚

      Liked by 1 person

  5. hi kunjungan pertama disini…

    Sekarang dengerin radionya pas murid2 dah pulang (profesi:guru Tk), jam 1 keataslah. sepi kkalo ga ada radio. kadang bukan cuma dengerin lagu2nya tapi ya info2nya juga.
    btw, waktu kecil tiap kalo sakit gigiku kumat dan nangis sekenceng2nya, maka tante2ku akan memperbesar volume radio karna lagi ada misteri nini pelet, dll….langsung diem, brenti nangisnya, pas udah abis…nangis kejer lagi…hahhaa πŸ˜€

    Like

  6. Wah ternyata mba noni memang penyiar tersohor ya di Medan hehehe. Aku jaman dulu ga begitu suka denger radio sih, sampe kuliah juga ga begitu suka. Baru2 ini aja jadi sering dengerin streaming genfm atau prambors biar ada yang cuap2 nemenin aku kerja hehehe.. πŸ˜€

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s