Dave Goes to Samosir #Fin

Setelah tiba di Desa Pardomuan, Dave melanjutkan petualangannya di Samosir, bersama Bos Besar. Jangan sebel ya melihat berbagai pose kenarsisan si Dave :D.

20130927-131112.jpg

Pose di depan salah satu kuburan keluarga terpandang. Maksudnya keluarga yang bisa dipandang, gituuu :D. Jangan kaget. Kuburan di Samosir memang gede-gede. Semakin besar kuburannya, semakin makmur katanya keluarganya. Katanya lho ya, bukan kata saya :D.

Kuburan keluarga berukuran besar seperti ini biasanya diisi oleh beberapa jenazah (baca: tulang belulang). Jadi dulunya orang-orang tersebut dimakamkan tidak di satu tempat. Melainkan terpencar. Setelah beberapa puluh tahun, barulah anak cucu dari pihak keluarga mengadakan acara mangokkal holi (menggali tulang), untuk memindahkan tulang-belulang leluhurnya dari makam yang lama, disatukan dalam makam yang baru.

Tapi jangan pula gara-gara bikin upacara mangokkal holi dan membangun kuburan megah seperti ini, anak istri makannya jadi terancam yaaa :D. Nggak bener itu :D.

20130927-141754.jpgAnak PAUD sedang upacara pagi. Muridnya banyak lho. Mereka dibagi ke dalam dua kelas. Nol besar dan nol kecil. Nol besar yang pakai seragam, sedangkan nol kecil tidak pakai seragam. Kalau anjing masuk kelas yang mana ya?? Hahahaha :D. Maklum, di Samosir mah anjing bebas berkeliaran :D.

20130927-131502.jpgPose di depan Sopo Belajar. Sopo itu sudah berusia sekitar 150 tahun. Disitulah lokasi belajar anak PAUD yang nol besar. Sopo-nya sendiri dipinjam dari Bapak Kepala Desa Pardomuan. Sopo artinya rumah.

20130927-131516.jpgPose di depan kebun anggrek.

 

20130927-131647.jpgPose dengan latar belakang Danau Toba :D.

 

20130927-131733.jpgSupaya kelihatan kesan bertualangnya, harus pose persis di sebelah air Danau Toba kata si Dave :D. Air danau memercik-mercik tuh ke si Dave selama pemotretan :p.

 

20130927-131748.jpgMelambaikan tangan kepada yang sedang naik sampan. “Bawa aku, Pak.. Bawa aku…”

 

20130927-142001.jpgKamar mandi umum, kamar mandi rakyat. Alangkah indahnya, andaikan duit untuk proyek Hambalang dipakai untuk membangun kamar mandi-kamar mandi umum disini. Fyi, Desa Pardomuan merupakan salah satu desa tertinggal di Sumatera Utara.

 

 

Tomok

20130927-142304.jpgRumah makan Bona Pasogit.

 

20130927-142335.jpgRumah makan Islam Murni.

 

20130927-142349.jpgBu-ibu para penjual buah. Setelah dijepret, mereka minta duit :D. Dasar mata duitan. Mana mau si Dave ngasih. “Partoba do au,”* katanya. Hahahaa… Pinter kamu, Dave :D.

 

20130927-142407.jpgToko-toko menjual suvenir.

 

20130927-142420.jpgTempat makan pangsit yang enak banget di Tomok.

 

 

Tomok, pulang

20130927-131942.jpgTibalah harinya si Dave dan Bos Besar harus angkat kaki dari Samosir. Sama seperti kedatangan mereka, pulangnya menggunakan kapal motor juga. Kinda sad, but they have to leave.

20130927-131828.jpgBye-bye Samosir and Toba nauli (Toba yang cantik). Till we meet again. Thanks a lot for your awesomeness.

20130927-131840.jpg

Β 

 

 

Photos are taken with iphone.
*Horas, Inang: Salam, Ibu.
*Partoba do au: orang Toba koq saya.
Advertisements

17 thoughts on “Dave Goes to Samosir #Fin

  1. Ailtje Binibule says:

    Hmm ternyata nggak cuma di Bali dan Toraja aja yang upacara kematian (dan upacara lain) mengancam kantong ya. Menjaga kelangsungan tradisi memang mahal. Semoga masih banyak orang kaya yang sudi menghamburkan uangnya demi tradisi.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s