Voucher

Malam minggu, saya dan suami makan malam di salah satu tempat makan favorit kami di Balikpapan tercinta ini. Sewaktu bayar tagihan di kasir, tahu-tahu saya dikasih gift voucher sebesar xxx rupiah. Senang dong :D. Siapa sih yang nggak senang dikasih voucher? :D. Sambil senyam-senyum, saya masukkan voucher itu ke dalam dompet dan kami melanjutkan malam minggu kami :).

Beberapa hari kemudian, saya teringat akan si voucher. Saya pun mengeluarkannya dari dompet dan membaca detilnya yang berbunyi seperti berikut:

  • This voucher doesn’t contain cash value and is not exchangeable for cash.
  • Valid for dine in only and can’t be used with any other promotions, set menu and others dining voucher.
  • This voucher valid for debit and credit card transaction only.
  • Voucher can’t be used on weekends and public holidays.
  • 1 voucher is valid for every spending of Rp 150.000 before tax and service charge and it’s valid for next visit.
  • Split bill are not allowed.
  • This voucher is valid only at the XXX Restaurant, where this voucher was issued.
  • Terms and conditions may change without prior notice.

*****

Kalau waktu menerima voucher itu saya senyam-senyum riang gembira, maka kali ini setelah membaca detilnya atau syarat-syaratnya, terutama pada poin yang ke-4, saya senyam-senyum sedih. Buat saya, poin nomor 4 otomatis meniadakan poin-poin lainnya. Mengapa? Saya sudah berharap-harap si voucher ini bisa digunakan pada malam mingguan kami berikutnya. Rupanya ia tak berlaku selama weekendKami justru hanya punya waktu kesana kalau weekend. Dan justru hanya di weekend itulah tersedia menu favorit kami berdua, jagoannya si tempat makan tersebut. Ngapain juga kami berdua makan makanan yang bukan favorit kami?

Kini pupuslah harapan saya makan malam dengan gift voucher, pada malam minggu berikutnya, di tempat makan favorit kami itu. Sepertinya nasibnya akan berakhir sama seperti teman-temannya yang sudah-sudah. Yakni di tong sampah. Karena ia tak berguna bagi kami. Kecuali kalau ada yang mau, maka akan saya berikan voucher-nya dengan sukarela. Oh iya, kalau ada yang bertanya-tanya, tanggal kadaluarsanya 31 Oktober 2013.

******

Gift voucher di atas hanyalah salah satu contoh dari sekian banyak voucher yang diberikan dan dikeluarkan di dunia ini, setiap harinya. Tapi dengan begitu banyaknya syarat, seringkali ia menjadi tidak terpakai hingga akhirnya dibuang. Malah saya jadi berkesimpulan bahwa sebenarnya mereka-mereka ini tidak pernah berniat untuk memberi.

Kalau memang tidak niat memberi, mestinya tidak perlulah ia diterbitkan. Iya, kan? Untuk apa coba, ngasih voucher tapi dengan syarat-syarat yang panjangnya membuat orang eneg :(.

Ada nggak sih voucher yang syaratnya nggak pake panjang dan nggak pake ribet? Voucher yang kalau saat diterima dengan saat dibaca detilnya dan saat digunakan, sama-sama bisa membuat senyam-senyum riang gembira? Kalau ada, saya mau dong :D. Dua, ya :D. Untuk saya dan untuk suami saya :D.

******

Saran aja nih buat teman-temin yang berencana mau bikin voucher atau mau memberi voucher. Bikinlah atau berikanlah voucher yang berguna serta mampu membuat penerimanya gembira. Jangan bikin atau beri voucher yang tidak berguna serta membuat sedih. Sudah terlampau banyak kesedihan dan ketidakbergunaan di dunia ini, kawans. Masak iya, voucher juga mau dibikin begitu? 😀 😉

Advertisements

22 thoughts on “Voucher

  1. Baginda Ratu says:

    Hahaha… betuuullll….!
    Emang sih gratisan ya, tapi kan katanya kalo mau berbuat baik ya jangan nanggung… 🙂
    Mes, kasih ke anak kost, coba. Pasti akan diterima dgn senang hati, hihi…

    Like

  2. Ailtje Binibule says:

    Dan gift voucher itu memaksa kita belanja, walaupun ga ada niat. Otak berpikir kita saving karena ada voucher padahal kita spend lebih uh banyak. Apalagi kalau ada minimal spending nya. Mending dipulangkan aja, buat mbak kasirnya.

    Like

  3. Arman says:

    hahaha emang ya nyebelin kalo banyak aturannya.
    gua pernah beli voucher (ini beli lho padahal ya, bukan gratis) ada term nya harus dipake untuk dinner for 2. padahal ini bukan voucher paket dinner lho. jadi ada nilai aja. misalnya nilainya $20 jadi kalo kita mesennya $30 ya tinggal nambah $10 gitu. jadi potongan harga lah.

    kita ke restoran itu ber-5 (3 dewasa dan 2 anak), dan gak boleh aja dong pake vouchernya karena ada 3 dewasa. cuma boleh untuk 2 dewasa. aneh banget gak sih? apa bedanya sih.. yang penting kan potongannya seharga voucher itu. tapi ya pokoknya aturannya gitu. sebel banget dah… 😛

    Like

  4. dedy oktavianus pardede says:

    I get the point, actually you paid for it once you stepping the first time in that restaurant kak…
    the restaurant is not really get return the favor for the customers…..
    mendingan laku kupon.com, promo yg dibeli….lbh REAL!
    sayang promonya di jakarta

    Like

  5. evy doloks says:

    aku pernah dapat voucher makan di salah satu hotel bintang 5. pas dapet seneng banget. hotel bintang 5 gitu loh. kapan lagi ? tapi ya itu, syarat pertama tidak berlaku saat weekend ( padahal pengen ke sananya pas weekend secara kalau hari biasa nggak mungkin mengingat jalanan macet dan nggak mungkin buru – buru makannya, gak bisa menikmati nanti ) dan kedua, hanya untuk makanan tertentu saja ( nyesek kan ? ). dalam hati, gak niat bener sih ! wkwkwkwk …

    tapi aku juga pernah dapet voucher carrefour say. dari boss-ku. senilai xxx 😛 . persyaratannya cuma masa berlaku sampai akhir bulan dan tidak bisa diuangkan doang. kalau belanja lebih tinggal bayar sisa. naaahhh, yang kayak ‘gini2x nih yang bikin senyum lebarrrr … 😀

    Like

  6. evy doloks says:

    btw, aku juga pernah disuruh bikin voucher waktu masih kerja di airlines. ini lebih nyesek lagi. voucher ticket jakarta – bali – jakarta. asik donk 😛 . tapi, tidak berlaku saat peak season ! wkwkwkwk … padahal orang mau jalan – jalan pas di saat-saat holiday ya, tapi sengaja dibuat syarat seperti itu untuk maksud yang hanya dimengerti perusahaan dan Tuhan. hahaha …

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s