Lupis Masa Lalu

Makanan apa yang bisa membuat Anda kembali ke masa lalu? Kalau saya, lupis. Dulu, tiap kali Ibu saya pergi belanja ke pasar tradisional, beliau pasti tidak lupa membeli jajanan tradisional seperti lontong atau lupis untuk dibawa pulang ke rumah. Nah, lupis adalah favorit saya. Lontong juga iya sih, tapi belum pernah bikin sendiri :D. Kapan-kapan kalau sudah saya bikin, pasti saya ceritakan disini ;).

Lupis paling enak, yang pernah saya makan hingga detik ini, menurut saya adalah lupis dari pasar Kampung Baru. Ketannya matangnya pas. Tidak lembek dan tidak keras. Ditambah taburan kelapa dan kuah gula merahnya, alamaaakk, air liur saya jadi terbit membayangkan nikmatnya :D.

Setelah merantau di Balikpapan, saya belum pernah menemukan lupis di jual di pasar tradisional sini. Atau mungkin saya saja yang tak pernah mencari :D. Mungkin gara-gara takut kebanting rasanya dengan lupis yang ada di Medan sana, makanya saya nggak pernah ‘berani’ nyari disini hahaha :D.

Tahun lalu, saking sudah lamanya saya nggak makan lupis, saya coba bikin sendiri dirumah. Resepnya dapat dari Mbah Gugel dong :D. Ternyata gampang sekali bikinnya. Yang agak ribet adalah momen-momen melipat daun pisang dan menyematnya dengan lidi :D. Karena tak punya lidi, saya pakai tusuk gigi. Yang penting judulnya sudah disemat supaya ketannya nggak kemana-mana ketika direbus :D. Tapi namanya juga tukang masak amatiran, tetap saja ketannya meleber kemana-mana, wong menyematnya ala kadarnya gitu :D. Daaan, ketan bikinan saya belum bisa berbentuk segitiga rapi seperti lupis pada umumnya :D. Bentuknya segitiga suka-suka hahaha :D.

20130908-171450.jpg

Ketika akhirnya lupis perdana saya jadi, hati langsung menjerit senang, “Maak, aku sudah bisa bikin lupis sendiri.” Begitu dimakan, wajah Ibu saya langsung terbayang-bayang. Wajahnya yang dulu ketika beliau pulang belanja ke rumah membawa lupis kepada anak-anaknya, langsung terbayang-bayang di tiap potongnya :’).

Mudah-mudahan nanti kalau punya anak, sukanya sama lupis juga. Maksudnya biar emaknya nggak capek masak yang lain-lain lagi hahaha :D. Trus ntar dia nulis juga di blognya (atau di majalah, atau dimanalah, terserah dia :D) kalau emaknya suka bikin lupis dirumah.. Hahahah 😀 Khayalan tingkat tinggi :D.

Okelah, langsung saja, berikut ini resep lupis ketan yang sudah saya padu-padan dari beberapa resep di Mbah Gugel.

Lupis Ketan (untuk +/- 12 porsi)

Ketan:

  • 400 gr beras ketan putih, cuci bersih, tiriskan
  • 2 sdt air kapur sirih (gunanya supaya ketan legit)
  • Daun pisang untuk membungkus, potong-potong
  • Lidi atau tusuk gigi untuk menyemat daun

Taburan:

  • Kelapa parut 1/2 butir aduk bersama garam 1/2 sdt, kukus (+/- 5 menit) supaya tidak basi.

Kuah, rebus, saring:

  • Gula merah 200 gr
  • Air (+/- 100 ml)

Cara membuat:

  • Untuk ketan: campur beras ketan dan air kapur sirih. Ambil dua lapis daun pisang, bentuk kerucut, isi ketan sebanyak 3/4, lipat, semat lidi. Lakukan sampai beras habis. Kalau tidak punya daun pisang, pakai plastik khusus untuk masak bisa katanya, tapi saya belum pernah coba. Dan kalau malas bikin bentuk segitiga, bikin saja seperti lontong. Setelah matang, ketannya dipotong-potong. Simpel :).
  • Rebus 2-3 jam hingga matang.
  • Sajikan lupis dengan taburan kelapa dan kuah gula merah. Maknyus :D.

Gampang, kan? Selamat mencoba! 🙂

20130909-083717.jpg

Advertisements

21 thoughts on “Lupis Masa Lalu

  1. akupuuun suka kali lupis. di sini kalo kangen lupis kayak di Medan, beli di tukangjualan makanan padang (lontong padang dkk) , lupisnya juga pas, di belakang Rabbani Bandung. Beneran ya lupis itu simpel bahannya tapiiii harus pas semua takerannya

    Like

    1. Namanya kangen kak, dibela-belain repot demi memuaskan kangen sama si lupis 😀 Sama lah ceritanya kayak kakak yg kangen makan ketoprak kemaren 😀 ribet pun ditanggung 😀

      Like

  2. Lupis ini memang sering bikin kangen. Di daerahku lupis dibentuk seperti lontong dan kalau mau makan tinggal dipotong-potong sebelum ditaburi parutan kelapa dan disiram gula merah cair juga. Pedagangnya biasanya juga membawa cenil, dan beberapa jenis makanan kecil lainnya.

    Like

    1. Hahaha iya sih lebih legit, tapi ntar lemak banget ito. kalau versiku, cukuplah kelapanya buat taburan saja :). monggo diposting to. Sekalian dicoba dirumah. Kalau berhasil, kirim2 ya hihihiii 😀

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s